... Panduan Lengkap: Cara Menggunakan Benang Halus Berwarna Putih pada Proyek Jahitan DIY

Keajaiban Benang Halus Putih dalam Kerajinan Tangan - Rahasia Jamur untuk DIY

Benang benang halus berwarna putih yang terdapat pada jamur adalah

“Tidak ada salahnya mengenal hifa lebih banyak. Hifa adalah bagian pertumbuhan dari jamur.”

Halodoc, Jakarta – Jamur tentunya sudah tidak asing lagi untuk ditemui pada beberapa tempat, khususnya tempat lembap. Selain struktur tubuhnya yang berbeda dengan tanaman, jamur juga tersusun dari benang-benang halus yang dikenal sebagai hifa.

Hifa merupakan cabang berfilamen panjang yang sering ditemukan pada jamur dan actinobacteria. Bagian ini sangat penting untuk pertumbuhan spesies yang memiliki hifa sehingga bisa membantu siklus ekologi di dalam alam. Yuk, simak ulasan lebih banyak mengenai hifa dan fungsinya berikut ini!

Mengenal Makhluk Hidup Kelompok Protista, Monera, dan Jamur

BERDASARKAN klasifikasi lima kingdom, makhluk hidup dibagi dalam kelompok animalia (hewan), plantae (tumbuhan), fungi (jamur), protista, dan monera. Kelima kingdom diklasifikasi berdasarkan karakteristik yang khas dari setiap organisme-organisme yang menyusunnya.

Kali ini kita membahas monera, protista, dan jamur (fungi). Seperti apa ciri-ciri monera dan protista serta jamur? Berikut penjelasannya yang dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VII Semester 1 dengan penulis ialah Wahono Widodo, Fida Rachmadiarti, dan Siti Nurul Hidayati.

Klasifikasi Fungi

Seperti yang sudah gue singgung di atas,klasifikasi jamur dikelompokkan atas dasar cara pembentukan spora mereka. Masing-masing divisi ini juga memiliki ciri khas dan kegunaannya di kehidupan sehari-hari.

Nah, supaya elo lebih kenal dengan keempat divisi dari Kingdom Fungi ini, gue akan bahas satu persatu di bawah ya!

Zygomycota

Zygomycota adalah divisi fungi yang pembentukan sporanya berasal dari dua sel yang berbeda. Spora seksual dikenal sebagai zigospora sedangkan spora aseksual dikenal sebagai sporangiospora. Dan hifa (benang jamur) pada Zygomycota tidak memiliki septa (sekat/pembatas pada hifa).

Untuk memudahkan mengingatnya, inget aja jamur nama jamur ini yang zygo spora, “zygo” berasal dari kata “zygote”, di mana zygomycota membentuk alat reproduksinya dengan yang disebut sebagai zigosporangium.

Zygomycota biasanya hidup di habitat daratan atau jamur terestrial, atau saprofit yaitu jamur pelapuk atau tinggal pada inang yang sudah mati, pada makanan atau pada sisa tumbuhan dan hewan, parasit pada manusia dan tumbuhan.

Untuk lebih jelas tentang yang merupakan ciri-ciri zygomycota adalah yang berikut ini.

Ciri-ciri Zygomycota:

  1. Memiliki hifa yang tidak bersekat (tidak ada septa) dan memiliki beberapa inti (koenositik).
  2. Dinding sel pada jamur Zygomycota mengandung zat kitin.
  3. Melakukan reproduksi secara seksual dan aseksual.
  4. Tidak mempunyai tubuh buah.

Oh iya, perlu elo tau juga kalau jamur Zygomycota juga bisa bersimbiosis dengan tumbuhan lho.

Simbiosis antara jamur kelompok Zygomycota dengan akar tumbuhan tinggi disebut sebagai mikoriza.

Peran utama jamur dalam simbiosis ini adalah untuk meningkatkan penyerapan nutrisi dan air oleh tanaman inang dengan memanfaatkan volume tanah yang lebih besar dibandingkan menggunakan akar saja.

Monera

Selain dari kelompok di atas, masih banyak makhluk hidup yang bersifat mikroskopis yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Kelompok makhluk hidup tersebut punya ciri-ciri seperti selnya tidak memiliki membran inti (prokariotik), bersel satu (uniseluler), dan mampu berkembang biak dengan membelah diri.

Makhluk hidup yang memiliki ciri-ciri tersebut ialah kelompok monera. Contoh kelompok monera ialah bakteri dan alga biru.

Bakteri terdapat di lingkungan kita, ada yang bermanfaat bagi kehidupan manusia seperti bakteri Escherichia
coli yang berperan membantu memproduksi vitamin K melalui proses pembusukan sisa makanan. Ada pula bakteri yang berbahaya bagi kehidupan manusia seperti Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TB (tuberculosis paru).

Bahkan ada beberapa kelompok makhluk hidup mikroskopis yang tidak dapat dilihat hanya dengan mikroskop biasa
(mikroskop cahaya) tetapi harus dengan mikroskop elektron.

Fungsi Hifa

Hifa memiliki fungsi yang berbeda-beda pada setiap jenis jamur. Hal ini disesuaikan dengan setiap kebutuhan spesifik terhadap spesies jamur. Namun, ada beberapa fungsi umum dari hifa yang perlu diketahui, yaitu:

  • Membantu Penyerapan Nutrisi untuk Jamur

Beberapa hifa yang terdapat dalam jamur parasit digunakan untuk penyerapan nutrisi dari inang yang menjadi lokasi tumbuh jamur tersebut. Hifa pada jamur jenis ini memiliki ujung khusus yang dikenal sebagai haustoria. Ujung hifa tersebut dapat menembus dinding sel tanaman atau jaringan organisme lainnya untuk mendapatkan nutrisi.

Beberapa spesies jamur, seperti mikoriza mengembangkan hubungan simbiosis mutualisme terhadap tanaman lainnya. Jamur akan membentuk hifa khusus yang dikenal sebagai arbuscules yang bisa ditemukan pada akar untuk menyerap nutrisi dan air dari dalam tanah.

Arbuscules juga bisa ditemukan pada filum tumbuhan yang menjadi lokasi inang jamur sehingga mendapatkan nutrisi yang sama dengan jamur. Dengan cara ini hifa membantu tanaman untuk meningkatkan asupan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman itu sendiri.

Bagi beberapa spesies jamur, adanya hifa dalam struktur tubuhnya bisa digunakan sebagai perangkap hewan spesies nematoda. Jamur menggunakan hifa sebagai jaring dan struktur cincin untuk menangkap hewan tersebut.

Beberapa spesies jamur yang memiliki hifa dengan struktur akord menggunakan ini sebagai jalur nutrisi. Dengan begitu, nutrisi bisa sampai hingga bagian yang cukup jauh.


Tags: benang yang adalah pada putih

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia