... Ciri Khas Batik Tulis Tenun Gedog: Teknik, Motif, dan Cara DIY

Keunikan Batik Tulis Tenun Gedog - Keindahan yang Terjalin dengan Jarum dan Benang

Mengenal Batik Malang – Sejarah, Ragam Motif, Ciri Khas, Filosofi, dan Perkembangannya

Mengenal Batik Malang – Kota Malang merupakan sebuah kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Malang terletak didataran tinggi, tidak heran jika kota ini memiliki udara yang dingin dan sejuk. Kota ini juga dijuluki sebagai Kota Bunga, karena banyak tumbuhan yang tumbuh menghiasi kota ini.

Selain terkenal akan makanannya yang berupa bakwan kawi Malang, bakso bakar Malang, dan buah apel, Malang juga terkenal akan batik Malang atau yang biasa disebut dengan Batik Malangan.

Batik Malang memang tidak sepopuler batik yang berada di tanah Jawa lainnya, akan tetapi keindahaan dari Batik Malang juga tidak kalah bagusnya dengan batik yang berada di daerah lainnya, sebab batik malang dikenal mempunyai corak motif batik dan pewarnaan yang cukup unik.

Nah, salah satu Motif batik Malang yang paling terkenal dan populer yaitu motif Batik Bunga Teratai dan Motif Kucecwara.

Makna Batik Tuban

Pembuatan batik biasanya dilakukan oleh masyarakat ketika sedang menunggu masa bercocok tanam. Motif titik-titik pada batik gedog melambangkan kosmologi pada Jawa-Hindu yaitu kiblat papat lima pancer.

Batik irengan |Foto: Pinterest/rumahukm.com

Maknanya berupa sebuah keserakahan manusia terhadap bumi. Adapun motif yang berbentuk tanaman merupakan perlambangan keperluan pangan masyarakat, motif burung melambangkan kehidupan di alam atas. Salah satu burung yang digunakan sebagai motif batik di Tuban adalah lok chan.

Sehingga motif lok chan termasuk motif yang dominan di pesisir Tuban. Makna motif lok chan sendiri adalah kebaikan, kelembutan, keanggunan, dan keabadian.

Batik Tuban motif lok chan | foto: Pinterest/Arief Laksono

Zaman dahulu pada masa Hindu, batik ini berfungsi sebagai tanda strata sosial dari penggunanya. Masuknya Islam memberikan sentuhan lain berupa memberikan motif pada batik gedog.

Perubahan ini hanya membedakan pada usia penggunanya. Orang tua biasanya menggunakan batik dengan motif geometris dan gelap, sedangkan para pemuda menggunakan batik ini dengan motif yang tidak geometris dan berwarna lebih cerah.

Demikian adalah artikel tentang batik Tuban yang memuat tentang sejarah, motif, dan maknanya. Batik Tuban atau batik gedog adalah batik warisan budaya Indonesia yang sampai kapanpun masih perlu dilestarikan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Farih Fanani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Farih Fanani. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Sejarah Batik Lamongan

Menurut sejarahnya, motif Batik Sendang ini merupakan seni budaya warisan dari para leluhur yang dibuat dengan beraneka ragam goresan gambar dan diwariskan secara turun-temurun. Batik ini diperkirakan berawal dari generasi istri dari Raden Noer Rochmat (dikenal Sunan Sendang), yakni Dewi Tilarsih sekitar pada abad ke 15. Dewi Tilarsih sendiri dianggap sebagai tokoh pertama kali atau pelopor yang membawa tradisi membatik dari wilayah asalnya.

Motif batik Sendang pada umumnya mempunyai berbagai macam bentuk yang sangat khas dengan nuansa tumbuh-tumbuhan, bunga, dedaunan, buah-buahan, dan kumbang yang mendominasinya. Warna-warna yang dipakai pada batik ini juga melambangkan 3 alam yang harus dilalui manusia didalam menghadap Tuhannya, yakni berwarna putih sebagai alam Garba atau kandungan, warna merah untuk alam dunia atau fana, dan yang terakhir warna hitam sebagai alam akhirat atau Baka.

Berbagai macam jenis Batik Sendang umumnys diklasifikasikan ke dalam 2 golongan, yakni Batik Sendang Tradisional dan juga Batik Sendang Modern. Batik Sendang Tradisional sendiri dianggap mempunyai makna dan juga nilai filosofi tertentu serta mempunyai dampak penggunaan atau pemakaian. Sementara Batik Sendang Modern adalah ragam jenis batik yang hanya mempunyai nilai fungsi atau guna sebagai citraan gaya hidup di era modern.

Kedua golongan tersebut kemudian dipersepsikan secara positif oleh masyarakat yang ada di Desa Sendangagung dan beranggapan jika mengenakan Batik Sendang ini merupakan identitas kedaerahan, harga diri, prestise sosial, kepribadian, martabat, gaya hidup dapat tersiratkan, dan kewibawaan. Sehingga, para konsumen Batik Sendang menjadi senang dan bangga jika memakai Batik Sendang didepan publik.

Selain itu batik Sendang atau batik Lamongan juga mempunyai beberapa motif lainnya, seperti motif gendang ceplik bandeng lele, dimana motif ini menggambarkan ikan bandeng dan ikan lele yang ditambah dengan bunga melati yang merupakan perlambang kesucian. Ada pula motif ikan laut, motif gapuro tanjung kodok, motif kepiting rowo sisik naga, dan lain sebagainya.

Ragam dan Makna Batik Malang

Motif khas batik Malangan disebut juga dengan Malang Kucecwara, terdiri dari tujuh simbol khas Malang seperti tugu malang, mahkota, rumbai singa, bunga teratai, arca, sulur-sulur, dan isen-isen belah ketupat.

Motif Malang Kucecwara merupakan motif yang sudah memiliki hak paten. Oleh karena itu motif Malang Kucecwara tidak dapat sembarangan diperbanyak.

Berikut ini adalah Berbagai variasi bentuk motif pada batik Malang tentu memiliki filosofi sendiri-sendiri, diantaranya adalah:

– Tugu Malang

Simbol kota Malang merupakan prasasti berdirinya kota tersebut. Juga sebagai perlambang keperkasaan dan ketegaran. Diharapkan pemakainya menjadi orang yang kuat dan tegar dalam menjalani kehidupan.

– Mahkota

Simbolisisasi Mahkota Raja Gajayana yang pernah membawa Malang mencapai puncak kejayaannya. Diharapkan pemakainya bisa mencapai puncak kejayaan dalam hidupnya.

– Rumbai Singa

Melambangkan ikon kota malang yang berjuluk SINGO EDAN, yang melambangkan semangat yang menyala-nyala dan pantang menyerah. Diharapkan pemakainya juga senantiasa memiliki sifat yang demikian.

– Bunga Teratai

Salah satu simbol kota malang, yang melambangkan keindahan juga kesuburan. Pada cerita kuno, bunga teratai merupakan bunga tempat Dewa Wishnu, dewa pemelihata alam, bertahta. Diharapkan pemakainya senantiasa subur makmur dan terpelihara jiwa dan raganya.

– Arca

Perlambang kekayaan khasanah Kota Malang yakni candi Singosari yang pernah menghantarkan Malang menjadi salah satu kekuatan dunia di Nusantara pada masa silam.Diharapkan, pemakainya senantiasa berjaya.

– Sulur-Sulur

Simbol bahwa kehidupan itu akan terus berlangsung, tumbuh dan berkembang. Ada sulur yang terhenti sebagai simbol bahwa kehidupan tidak kekal, namun, sebelum terhenti ada sambungan berikutnya.

Yang menunjukkan bahwa manusia itu akan musnah, namun akan selalu berganti generasi yang baru Diharapkan pemakainya senantiasa bisa introspeksi diri bahwa manusia itu makhluk yang fana.


Tags: tenun adalah ciri

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia