Daerah-di-Indonesia-yang-Merupakan-Penghasil-Kerajinan-Perak
Blangkon
Jika kamu berkunjung ke keraton Yogyakarta dan daerah di Jawa Tengah lainnya kamu akan melihat para kaum pria mengenakan penutup kepala yang unik dan khas. Penutup kepala tersebut juga dapat kamu temui di berbagai tempat toko pakaian di Jogja. Lalu apa sebenarnya penutup kepala tersebut? Benda tersebut memiliki nama yaitu blangkon. Blangkon sudah ada sejak zaman kerajaan dan hanya dikenakan oleh kaum pria.
Blangkon juga kerap kali digunakan sebagai aksesoris penutup kepala dalam berpakaian adat. Namun tak sedikit pula yang mengenakannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada awalnya blangkon tidak berbentuk topi bulat seperti saat ini melainkan berupa kain bermotif.
Kain tersebut kemudian akan diikatkan hingga menutupi kepala. Lama kelamaan masyarakat melakukan inovasi dengan membuat blangkon siap pakai sehingga lebih praktis dan cepat. Blangkon Jogja berbeda dengan blangkon yang ada di daerah lain dimana bagian belakang blangkon jogja memiliki “mondolan”.
Mondolan adalah tempat untuk menaruh rambut panjang yang umumnya dimiliki oleh orang-orang Jogja pada zaman dahulu. Menyimpan rambut pada “mondolan” dimaknai dengan manusia seharusnya pandai menyimpan rahasia terutama aib baik diri sendiri maupun orang lain.
Inilah Deretan Daerah Penghasil Kerajinan Kuningan Populer Di Indonesia
Ada beberapa daerah penghasil kerajinan kuningan yang tersebar di Indonesia. Khususnya pecinta seni ini sudah tidak asing dengan beberapa daerah tersebut. Namun, bagi Anda yang awam akan hal tersebut setidaknya harus tahu daerah mana saja di Indonesia yang terkenal sebagai penghasil kerajinan kuningan.
Sebelum itu, alangkah baiknya jika Anda berkenalan lebih jauh tentang apa itu kuningan. Begitu juga tentang keunggulan dari kuningan dan barang apa saja yang bisa dihasilkan dari jenis logam ini.
Kuningan merupakan jenis logam paduan yang terdiri dari tembaga dan seng, seringkali ditambahkan dengan timah dan nikel untuk meningkatkan sifat-sifat tertentu. Logam kuningan memiliki warna kuning kecoklatan dan digunakan secara luas dalam pembuatan berbagai produk, termasuk kerajinan, barang seni, peralatan musik, dan hiasan rumah.
Keunggulan kuningan antara lain keuletan, ketahanan terhadap korosi, dan kemampuan untuk diolah dengan mudah, membuatnya populer dalam dunia manufaktur dan kerajinan.
Batik Kayu
Jika pada umumnya membatik dilakukan di atas selembar kain, maka di tangan masyarakat Krebet membatik dapat dilakukan di atas kayu. Kayu-kayu tersebut tidak hanya diukir dengan pola batik tetapi juga dibentuk menjadi sebuah topeng,g, wayang, almari, aksesoris rumah tangga, patung kayu, kotak perhiasan, dan peralatan lainnya. Oleh sebab itulah dibutuhkan keahlian khusus untuk membuat kerajinan ini.
Kerajinan ini bermula dari warga Krebet yang hanya mengandalkan sektor pertanian mereka. Sedangkan para petani hanya bisa menanam pada saat musim tertentu. Masyarakat Krebet pun mencoba inovasi lainnya yaitu dengan membuat batik di atas kayu. Kerajinan tersebut kemudian dijual dan berhasil mengundang banyak peminat mulai dari masyarakat lokal hingga mancanegara.
Legenda Daerah Penghasil Perak: Kendari, Sulawesi Tenggara
Teknik filigree merupakan teknik merangkai benang perak halus ke dalam kerangka atau bingkai yang juga berbahan perak. Benang ini dibentuk sesuai motif yang diinginkan sehingga menghasilkan kerawang yang halus, detail dan rumit.
RECOMMEND : Mainan DIY dari Barang Daur Ulang: Solusi Kreatif untuk KeluargaDari teknik ini terciptalah berbagai hasil kerajinan perak yang indah seperti bros, cincin, kalung, gelang, anting, giwang, miniatur perahu, rumah adat, hewan, dan barang fungsional seperti nampan kue.
Saat ini di Kendari hanya tersisa tiga pengrajin yang memproduksi kerajinan perak.
Tags: kerajinan yang adalah hasil indonesia