Daerah-di-Indonesia-yang-Merupakan-Penghasil-Kerajinan-Perak
7 Daerah Penghasil Logam di Indonesia yang Penting Diketahui
Indonesia memiliki banyak daerah penghasil logam. Pemanfaatan bahan logam menjadi langkah positif untuk mencukupi kebutuhan manusia. Tidak hanya dimanfaatkan di dalam negeri. Logam-logam dari hasil pertambangan Indonesia juga sudah mulai dikenal di kancah internasional.
Sejak zaman dahulu, logam menjadi salah satu sumber daya alam (SDA) yang banyak digunakan manusia. Baik logam yang ferrous maupun non-ferrous. Pada kesempatan ini, Anda akan mendapatkan informasi mengenai daerah penghasil logam. Lebih dari itu, Anda juga akan memahami kegunaan setiap logam bagi kehidupan.
Berbicara mengenai logam, sebelum dapat digunakan tentunya logam harus terlebih dahulu masuk ke tahap pengecoran. Adapun jenis pengecoran logam yang dapat digunakan, baik secara sederhana maupun modern tergantung dari jenis logam yang akan di cor.
Daerah Penghasil Kerajinan Kuningan
Pengrajin kuningan adalah para ahli yang terampil dalam mengolah logam kuningan untuk menciptakan berbagai produk. Mereka menggunakan keahlian tradisional dan teknik modern untuk membuat kerajinan tangan, patung, lampu hias, dan berbagai barang seni lainnya dari logam kuningan.
Adapun beberapa daerah penghasil kerajinan kuningan dan sentra pengrajin kuningan di Indonesia antara lain :
1. Tumang Boyolali, Jawa Tengah
Tumang di Boyolali, Jawa Tengah, dikenal sebagai salah satu pusat kerajinan kuningan di Indonesia. Para pengrajin kuningan Boyolali di Tumang terampil dalam menciptakan produk kuningan dengan desain tradisional yang khas, seperti ukiran dan relief.
Kawasan ini tidak hanya menjadi sentra kerajinan tembaga boyolali, tetapi juga tempat di mana keterampilan dan pengetahuan tentang kerajinan kuningan dijaga dan dilestarikan dengan penuh dedikasi.
2. Kotagede, Yogyakarta
Kota ini memiliki sejarah yang kaya dalam kerajinan kuningan dan memainkan peran penting dalam mempertahankan warisan budaya di bidang ini.
Kotagede di Yogyakarta juga merupakan salah satu daerah terkenal di Indonesia dalam pembuatan kerajinan kuningan. Para pengrajin di Kotagede terampil dalam menciptakan perhiasan dan barang seni dari kuningan, menggabungkan keahlian tradisional dengan desain yang elegan dan khas.
Tentunya kunjungan ke Kotagede dapat memberikan pengalaman mendalam tentang keterampilan dan keindahan kerajinan kuningan Indonesia.
3. Cirebon, Jawa Barat
Wayang Kulit
Jogjakarta selain terkenal dengan makanan gudegnya juga terjenal dengan pertunjukan seni wayang kulitnya. Wayang kulit merupakan pertunjukkan yang dipentaskan oleh sebuah dalang menggunakan wayang berbentuk menyerupai makhluk hidup dan terbuat dari kulit. Kulit yang digunakan biasanya adalah kulit binatang seperti kerbau, lembu, ataupun kambing. Seni wayang erat kaitannya dengan penyebaran agama Hindu-Budha di Pulau Jawa. Wayang digunakan dalam ritual adat yang berhubungan dengan roh spiritual.
Namun wayang juga digunakan oleh para wali songo untuk berdakwah menyebarkan agama Islam. Oleh sebab itu meski agama lain masuk ke Jogja namun seni wayang kulit masih dapat dinikmati oleh masyarakat. Pertunjukkan wayang biasanya akan digelar semalam suntuk yang dipimpin oleh seorang dalang dan diiringi oleh musik gamelan. Wayang kulit tak hanya digunakan dalam pertunjukkan tetapi juga diperjualbelikan di toko-toko souvenir. Bentuk wayang kulit yang paling banyak memiliki peminta yaitu wayang kulit dengan bentuk punakawan dan pandawa lima.
Keris
Keris merupakan senjata tradisional khas Jawa termasuk Yogyakarta yang sudah ada sejak dahulu kala. Bagi masyarakat Jogja keris bukan hanya sekedar senjata tetapi juga benda berharga yang mengandung nilai filosofi leluhur. Keris terbuat dari besi yang dibentuk meliuk-liuk hingga menampilkan kesah gagah dan eksotis. Setiap keris memiliki bentuk liukan atau disebut luk dengan jumlah ganjil mulai dari tiga hingga seterusnya.
Jumlah luk yang ganjil bukan tanpa maksud dalam artian ada maknanya sendiri. Makna tersebut adalah manusia tidak akan pernah bisa genap atau sempurna. Keris memiliki wadah pembungkus yang disebut dengan warangka. Cara mengeluarkan keris dari warangka pun memiliki arti. Apabila pemilik keris tersebut dikeluarkan dengan cara menarik warangkanya maka berarti pemilik tersebut menghormat pandai besi atau pembuat keris tersebut. Namun jika pemilik keris mengeluarkannya dengan cara menarik gagang keris itu menandakan ia akan menikam atau menusuk seseorang.
Selain sebagai senjata tradisional, keris juga merupakan simbol dari status sosial seperti keris Kanjeng Kyai Ageng Kopek yang hanya boleh digunakan dan dimiliki oleh sultan keraton Yogyakarta. Keris juga kerap dijadikan sebagai aksesoris pelengkap dalam berpakaian terutama pakaian adat.
Tags: kerajinan yang adalah hasil indonesia