Daerah-di-Indonesia-yang-Merupakan-Penghasil-Kerajinan-Perak
Blangkon
Jika kamu berkunjung ke keraton Yogyakarta dan daerah di Jawa Tengah lainnya kamu akan melihat para kaum pria mengenakan penutup kepala yang unik dan khas. Penutup kepala tersebut juga dapat kamu temui di berbagai tempat toko pakaian di Jogja. Lalu apa sebenarnya penutup kepala tersebut? Benda tersebut memiliki nama yaitu blangkon. Blangkon sudah ada sejak zaman kerajaan dan hanya dikenakan oleh kaum pria.
Blangkon juga kerap kali digunakan sebagai aksesoris penutup kepala dalam berpakaian adat. Namun tak sedikit pula yang mengenakannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada awalnya blangkon tidak berbentuk topi bulat seperti saat ini melainkan berupa kain bermotif.
Kain tersebut kemudian akan diikatkan hingga menutupi kepala. Lama kelamaan masyarakat melakukan inovasi dengan membuat blangkon siap pakai sehingga lebih praktis dan cepat. Blangkon Jogja berbeda dengan blangkon yang ada di daerah lain dimana bagian belakang blangkon jogja memiliki “mondolan”.
Mondolan adalah tempat untuk menaruh rambut panjang yang umumnya dimiliki oleh orang-orang Jogja pada zaman dahulu. Menyimpan rambut pada “mondolan” dimaknai dengan manusia seharusnya pandai menyimpan rahasia terutama aib baik diri sendiri maupun orang lain.
Mana Sajakah Daerah Penghasil Logam di Indonesia?
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, di Indonesia sendiri terdapat beberapa daerah yang menjadi penghasil logam. Daerah mana sajakah itu? Berikut penjelasannya.
1. Pulau Bintan, Kepulauan Riau
Sebagai bagian dari gugusan Kepulauan Riau, Pulau Bintan memiliki banyak potensi kekayaan alam. Selain memiliki potensi wisata, Pulau Bintan juga memiliki banyak potensi sumber daya alam berupa logam. Tak heran jika Pulau Bintan menjadi salah satu daerah penghasil logam di Indonesia, khususnya untuk intan dan logam.
Bahan baku aluminium dan bauksit juga sangat melimpah di Pulau Bintan. Tak hanya melimpah, kualitas bahan baku ini terbilang sangat baik. Proses pengolahan bahan baku aluminium dan bauksit di Pulau Bintan juga sudah maju dan banyak metode yang digunakan.
2. Wonogiri, Jawa Tengah
Pulau Jawa ternyata juga memiliki potensi tambang logam yang datang dari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Dimana Wonogiri merupakan daerah penghasil logam tembaga. Seperti yang kita tahu, tembaga memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia bahkan banyak memegang peran penting dalam konstruksi bangunan. Misalnya pipa, lapisan tahan cuaca, dan lainnya.
Selain itu, tembaga juga banyak dimanfaatkan dalam industri listrik sebagai kabel hingga digunakan dalam industri transportasi. Lebih tepatnya dimanfaatkan sebagai bahan rem hingga radiator. Tidak sampai disitu saja, tembaga juga sering digunakan sebagai bahan teralis, pintu, dan balkon. Maka tidak heran jika produksi 1,8 ton logam dari Wonogiri sangat diminati pasar nasional dan internasional.
3. Maluku
Tidak hanya bagian barat Indonesia, Kepulauan Maluku juga menjadi salah satu daerah penghasil logam yang cukup terkenal. Potensi kekayaan logam di kepulauan ini sangat beragam, mulai dari beraneka jenis intan hingga nikel. Logam nikel pulalah yang melambungkan nama Maluku dalam pasar perdagangan logam nasional bahkan internasional.
Legenda Daerah Penghasil Perak: Kendari, Sulawesi Tenggara
Teknik filigree merupakan teknik merangkai benang perak halus ke dalam kerangka atau bingkai yang juga berbahan perak. Benang ini dibentuk sesuai motif yang diinginkan sehingga menghasilkan kerawang yang halus, detail dan rumit.
RECOMMEND : Mainan DIY dari Barang Daur Ulang: Solusi Kreatif untuk KeluargaDari teknik ini terciptalah berbagai hasil kerajinan perak yang indah seperti bros, cincin, kalung, gelang, anting, giwang, miniatur perahu, rumah adat, hewan, dan barang fungsional seperti nampan kue.
Saat ini di Kendari hanya tersisa tiga pengrajin yang memproduksi kerajinan perak.
Tags: kerajinan yang adalah hasil indonesia