Daerah-di-Indonesia-yang-Merupakan-Penghasil-Kerajinan-Perak
Legenda Daerah Penghasil Perak: Kendari, Sulawesi Tenggara
Teknik filigree merupakan teknik merangkai benang perak halus ke dalam kerangka atau bingkai yang juga berbahan perak. Benang ini dibentuk sesuai motif yang diinginkan sehingga menghasilkan kerawang yang halus, detail dan rumit.
RECOMMEND : Mainan DIY dari Barang Daur Ulang: Solusi Kreatif untuk KeluargaDari teknik ini terciptalah berbagai hasil kerajinan perak yang indah seperti bros, cincin, kalung, gelang, anting, giwang, miniatur perahu, rumah adat, hewan, dan barang fungsional seperti nampan kue.
Saat ini di Kendari hanya tersisa tiga pengrajin yang memproduksi kerajinan perak.
Inilah Deretan Daerah Penghasil Kerajinan Kuningan Populer Di Indonesia
Ada beberapa daerah penghasil kerajinan kuningan yang tersebar di Indonesia. Khususnya pecinta seni ini sudah tidak asing dengan beberapa daerah tersebut. Namun, bagi Anda yang awam akan hal tersebut setidaknya harus tahu daerah mana saja di Indonesia yang terkenal sebagai penghasil kerajinan kuningan.
Sebelum itu, alangkah baiknya jika Anda berkenalan lebih jauh tentang apa itu kuningan. Begitu juga tentang keunggulan dari kuningan dan barang apa saja yang bisa dihasilkan dari jenis logam ini.
Kuningan merupakan jenis logam paduan yang terdiri dari tembaga dan seng, seringkali ditambahkan dengan timah dan nikel untuk meningkatkan sifat-sifat tertentu. Logam kuningan memiliki warna kuning kecoklatan dan digunakan secara luas dalam pembuatan berbagai produk, termasuk kerajinan, barang seni, peralatan musik, dan hiasan rumah.
Keunggulan kuningan antara lain keuletan, ketahanan terhadap korosi, dan kemampuan untuk diolah dengan mudah, membuatnya populer dalam dunia manufaktur dan kerajinan.
Penghasil Kerajinan Pajangan Perak: Kotagede, Yogyakarta
Kotagede merupakan sebuah kecamatan di sisi tenggara Yogyakarta. Wilayah yang berbatasan dengan Kecamatan Umbulharjo dan Kabupaten Bantul ini sudah lama terkenal menjadi surga untuk para pecinta kerajinan dari perak.
Hasil kerajinan perak dari Kotagede lebih banyak berupa barang seni untuk dipajang misalnya seperti miniatur kapal, patung Buddha, Candi Borobudur, kapal, andong, cangkir, mangkok, piring, panci, teko, dan lain-lain.
Ukuran serta harganya juga bermacam macam, mulai dari sepuluh ribu rupiah, sampai jutaan rupiah.
Nah, selain membeli barang yang sudah tersedia di etalase, di Kotagede kamu juga dapat memesan desain sendiri secara khusus atau custom.
Sebagai info, salah satu toko kerajinan perak yang terkenal di Kotagede adalah HS Silver yang berada di Jalan Mondorokan. Toko ini didirikan oleh Harto Soehardjo dan membuat sendiri kerajinan kerajinan yang dijual ditokonya.
RECOMMEND : √49+ Mengenal Kesenian Kuda Lumping, Unik Tapi MistisUniknya, di Kotagede ketika berbelanja kerajinan kamu juga bisa sambil melihat proses pembuatannya.
Mana Sajakah Daerah Penghasil Logam di Indonesia?
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, di Indonesia sendiri terdapat beberapa daerah yang menjadi penghasil logam. Daerah mana sajakah itu? Berikut penjelasannya.
1. Pulau Bintan, Kepulauan Riau
Sebagai bagian dari gugusan Kepulauan Riau, Pulau Bintan memiliki banyak potensi kekayaan alam. Selain memiliki potensi wisata, Pulau Bintan juga memiliki banyak potensi sumber daya alam berupa logam. Tak heran jika Pulau Bintan menjadi salah satu daerah penghasil logam di Indonesia, khususnya untuk intan dan logam.
Bahan baku aluminium dan bauksit juga sangat melimpah di Pulau Bintan. Tak hanya melimpah, kualitas bahan baku ini terbilang sangat baik. Proses pengolahan bahan baku aluminium dan bauksit di Pulau Bintan juga sudah maju dan banyak metode yang digunakan.
2. Wonogiri, Jawa Tengah
Pulau Jawa ternyata juga memiliki potensi tambang logam yang datang dari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Dimana Wonogiri merupakan daerah penghasil logam tembaga. Seperti yang kita tahu, tembaga memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia bahkan banyak memegang peran penting dalam konstruksi bangunan. Misalnya pipa, lapisan tahan cuaca, dan lainnya.
Selain itu, tembaga juga banyak dimanfaatkan dalam industri listrik sebagai kabel hingga digunakan dalam industri transportasi. Lebih tepatnya dimanfaatkan sebagai bahan rem hingga radiator. Tidak sampai disitu saja, tembaga juga sering digunakan sebagai bahan teralis, pintu, dan balkon. Maka tidak heran jika produksi 1,8 ton logam dari Wonogiri sangat diminati pasar nasional dan internasional.
3. Maluku
Tidak hanya bagian barat Indonesia, Kepulauan Maluku juga menjadi salah satu daerah penghasil logam yang cukup terkenal. Potensi kekayaan logam di kepulauan ini sangat beragam, mulai dari beraneka jenis intan hingga nikel. Logam nikel pulalah yang melambungkan nama Maluku dalam pasar perdagangan logam nasional bahkan internasional.
Blangkon
Jika kamu berkunjung ke keraton Yogyakarta dan daerah di Jawa Tengah lainnya kamu akan melihat para kaum pria mengenakan penutup kepala yang unik dan khas. Penutup kepala tersebut juga dapat kamu temui di berbagai tempat toko pakaian di Jogja. Lalu apa sebenarnya penutup kepala tersebut? Benda tersebut memiliki nama yaitu blangkon. Blangkon sudah ada sejak zaman kerajaan dan hanya dikenakan oleh kaum pria.
Blangkon juga kerap kali digunakan sebagai aksesoris penutup kepala dalam berpakaian adat. Namun tak sedikit pula yang mengenakannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada awalnya blangkon tidak berbentuk topi bulat seperti saat ini melainkan berupa kain bermotif.
Kain tersebut kemudian akan diikatkan hingga menutupi kepala. Lama kelamaan masyarakat melakukan inovasi dengan membuat blangkon siap pakai sehingga lebih praktis dan cepat. Blangkon Jogja berbeda dengan blangkon yang ada di daerah lain dimana bagian belakang blangkon jogja memiliki “mondolan”.
Mondolan adalah tempat untuk menaruh rambut panjang yang umumnya dimiliki oleh orang-orang Jogja pada zaman dahulu. Menyimpan rambut pada “mondolan” dimaknai dengan manusia seharusnya pandai menyimpan rahasia terutama aib baik diri sendiri maupun orang lain.
Tags: kerajinan yang adalah hasil indonesia