Seni Merajut dan Kerajinan DIY - Eksplorasi Sentra Kerajinan Tangan Eceng Gondok
26. Dompet Persegi Panjang
Pergi ke acara-acara formal maupun non formal para wanita biasanya memilih dompet atau clutch persegi panjang. Selain sebagai pemanis, dompet juga bisa dijadikan tempat menyimpan handphone dan juga uang. Agar berbeda daripada dompet lainnya, bisa menjadikan dompet persegi panjang ini sebagai referensi.
Terbuat dari eceng gondok bukan berarti tampilan dompet ini murahan. Justru akan terlihat semakin menawan apalagi jika dipadukan dengan pakaian yang sesuai. Pasti akan lebih cantik dan juga elegan.
Itulah ragam kerajinan dari eceng gondok yang bisa dijadikan referensi. Selain warnanya yang netral, kerajinan yang terbuat dari eceng gondok terlihat lebih unik dan menarik. Serat tanaman gulma ini tidak mudah rontok apabila dijadikan kerajinan sehingga banyak masyarakat yang menyukainya.
Tidak hanya masyarakat lokal, masyarakat internasional pun sudah banyak yang melirik kerajinan dari eceng gondok. Hal tersebut tentunya akan membuat pengrajin di negara Indonesia semakin dikenal dan produk-produk buatan Indonesia semakin berkembang. Jadi jika ingin mencoba berbagai jenis kerajinan dari eceng gondok, referensi diatas bisa sedikit membantu.
Habitat Eceng Gondok
Eceng gondok biasa tumbuh di kolam dangkal, rawa, lahan basah, aliran air yang lambat, danau, penampungan air dan sungai yang arus airnya relatif tenang. Tumbuhan air ini dapat berkembangbiak dengan sangat cepat sehingga sering dianggap sebagai gulma yang bisa merusak tatanan lingkungan perairan.
Eceng gondok adalah tumbuhan yang sangat kuat dan mampu beradaptasi di hampir semua lingkungan. Tumbuhan ini mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi air yang ekstrem. Mulai dari ketinggian air, kecepatan arus air, jumlah nutrisi di air, pH dan temperatur. Bahkan enceng gondok juga dapat bertahan dari berbagai jenis racun serta zat kimia berbahaya yang terkandung dalam air (pencemaran air).
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pertumbuhan eceng gondok sangatlah cepat. Menurut penelitian FAO, hal ini terjadi karena habitatnya yang berada di lingkungan berair. Biasanya air mengandung nutrien yang tinggi, seperti nitrogen, fosfat dan potasium.
Meskipun begitu, bukan berarti enceng gondok tidak memiliki kelemahan. Ada beberapa faktor yang dapat menghambat pertumbuhan eceng gondok. Contohnya seperti kandungan garam di dalam air yang akanmenghambat pertumbuhan enceng gondok.
Kondisi tersebut terjadi di perairan di pantai Afrika Barat. Di sana eceng gondok akan bertambah pesat selama musim hujan. Namun memasuki musim kemarau, enceng gondok akan berkurang secara drastis ketika kandungan garam atau salinitas air meningkat.
Ancaman atau Peluang Eceng gondok
Seorang warga menjemur batang tanaman eceng gondok (eichhornia crassipes) yang dikumpulkan dari Danau Rawa Pening, Jawa Tengah. Foto: Aji Styawan/Antara Foto
Isu penyebaran tanaman invasif, khususnya eceng gondok, menjadi perdebatan hangat di kalangan para pakar lingkungan. Tanaman air ini, meskipun dianggap sebagai hama oleh sebagian pihak, ternyata memiliki potensi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan dalam konteks keberlanjutan lingkungan.
Eceng gondok, yang tumbuh subur di perairan tawar tropis, seringkali dianggap sebagai ancaman bagi ekosistem asli karena kemampuannya menutupi permukaan air, menghambat pertumbuhan tanaman air lainnya, serta mempengaruhi kualitas air. Namun, di sisi lain, tanaman ini menawarkan serangkaian peluang yang dapat dimanfaatkan untuk keberlanjutan lingkungan.
Organisasi lingkungan terkemuka, GreenEarth, mencatat bahwa eceng gondok bisa digunakan sebagai bahan baku bioetanol, pakan ternak, kompos, hingga produk kerajinan tangan. Dengan memanfaatkan eceng gondok sebagai sumber daya, bukan hanya mencegah penyebarannya tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pengalaman dari negara-negara tetangga, seperti Filipina dan Thailand, menunjukkan bahwa dengan dukungan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, eceng gondok dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Misalnya, di Filipina, eceng gondok diolah menjadi tas dan aksesori yang diekspor ke berbagai negara.
Sebagai langkah awal, pemerintah bisa berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan peneliti untuk melakukan riset mendalam mengenai potensi dan dampak ekonomi dari pemanfaatan eceng gondok. Selanjutnya, kebijakan yang mendukung industri berbasis eceng gondok perlu disusun agar peluang ini bisa dimaksimalkan.
Tantangan terbesar dalam mengembangkan industri berbasis eceng gondok adalah bagaimana mengubah paradigma masyarakat yang selama ini melihat tanaman ini hanya sebagai hama. Edukasi publik, melalui kampanye dan pelatihan, dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi besar yang dimiliki oleh eceng gondok.
12. Pot Tanaman dan Kursi
Meletakkan tanaman di dalam rumah memang ide yang sangat kreatif. Selain mempercantik rumah tanaman juga membuat udara di dalam rumah menjadi lebih segar. Agar rumah terlihat lebih cozy dan juga ada aksen vintagenya bisa menganti pot tananam yang berwarna coklat.
Pot tanaman dari eceng gondok bisa dijadikan referensi agar ruangan terlihat semakin unik dan feel vintagenya lebih terasa. Tidak hanya pot tanamannya saja, coba padukan dengan kursi yang juga terbuat dari eceng gondok.
Pasti tampilan rumah akan terlihat jauh lebih cantik dan kesannya sangat menyatu dengan alam. Perpaduan ini sangat cocok digunakan pada ruangan yang minimalis agar tampilan ruangan terlihat lebih luas dan nyaman.
Harapan Menjadi Sentra Kerajinan Eceng Gondok
Firman berharap, jika semakin banyak warga yang mengolah kerajinan enceng gondok, desa mereka akan menjadi sentra kerajinan enceng gondok. Dia percaya, keunikan ini bisa menarik wisatawan. Selain menambahkan pemasukan untuk warga, mereka juga menularkan ilmu bagi orang-orang yang datang ke desa mereka.
Di samping menambah nilai bengok, usaha upcycle lewat bengok craft juga mengusung zero waste. Firman mengatakan, mereka sebisa mungkin meminimalisir sampah.
“Jadi sisa kerajinan, apabila kita bikin sandal atau bikin tas, kita bisa olah kembali menjadi sesuatu produk yang baru,” timpalnya.
Bengok Craft mendistribusikan kreasi eceng gondok melalui media sosial. Mereka menjangkau kota-kota yang memang menaruh apresiasi tinggi terhadap kreasi-kreasi upcycle lewat daring seperti Instagram dan Website. Menurut Firman, jika hanya memasarkan di area lokal saja, usahanya kurang bisa berkembang.
“Kita mencoba untuk menjangkau pasaran di kota-kota besar, yaitu di daerah Bali – Jakarta. Memang kita bukan seperti pabrikan atau yang produksi massal. Kita tetep kreasi terbatas. Kita perbanyak inovasi dengan kreasi-kreasi yang baru,” ucapnya.
Saat ini, macam-macam produk olahan eceng gondok yang mereka jual adalah dekorasi ruangan (tempat menyimpan barang), tas, sendal, phone case, dan mangkuk.
Penulis: Agnes Marpaung.
Tags: kerajinan dari yang tangan adalah gondok eceng