Seni Merajut dan Kerajinan DIY - Eksplorasi Sentra Kerajinan Tangan Eceng Gondok
22+ Kerajinan Dari Eceng Gondok yang Mudah dan Sederhana
Kerajinan Dari Eceng Gondok – Eceng gondok atau biasa dikenal gulma adalah tanaman yang habitatnya di air. Tanaman ini sangat cepat menyebar apabila sudah ada gerombolan kecil diatas air. Tak banyak yang mengetahui bahwa tanaman ini memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai kerajinan dari eceng gondok.
Harga jual kerajinannya pun terbilang cukup tinggi. Mulai dari puluhan ribu bahkan sampai mencapai jutaan rupiah. Meski tanaman ini dianggap merugikan ekosistem di air, tapi jika sudah dibuat kerajinan maka memiliki nilai jual yang tinggi.
Bahkan banyak orang yang menggunakan eceng gondok sebagai pakan ternak agar tidak merusak ekosistem air. Kerajinan dari tanaman ini juga sudah terkenal sampai pasar internasional, lho. Jika tertarik untuk membeli atau bahkan membuat sendiri kerajinan dari tanaman ini, berikut beberapa contoh yang bisa dijadikan referensi:
26. Dompet Persegi Panjang
Pergi ke acara-acara formal maupun non formal para wanita biasanya memilih dompet atau clutch persegi panjang. Selain sebagai pemanis, dompet juga bisa dijadikan tempat menyimpan handphone dan juga uang. Agar berbeda daripada dompet lainnya, bisa menjadikan dompet persegi panjang ini sebagai referensi.
Terbuat dari eceng gondok bukan berarti tampilan dompet ini murahan. Justru akan terlihat semakin menawan apalagi jika dipadukan dengan pakaian yang sesuai. Pasti akan lebih cantik dan juga elegan.
Itulah ragam kerajinan dari eceng gondok yang bisa dijadikan referensi. Selain warnanya yang netral, kerajinan yang terbuat dari eceng gondok terlihat lebih unik dan menarik. Serat tanaman gulma ini tidak mudah rontok apabila dijadikan kerajinan sehingga banyak masyarakat yang menyukainya.
Tidak hanya masyarakat lokal, masyarakat internasional pun sudah banyak yang melirik kerajinan dari eceng gondok. Hal tersebut tentunya akan membuat pengrajin di negara Indonesia semakin dikenal dan produk-produk buatan Indonesia semakin berkembang. Jadi jika ingin mencoba berbagai jenis kerajinan dari eceng gondok, referensi diatas bisa sedikit membantu.
FAQ tentang Pemanfaatan Eceng Gondok sebagai Kerajinan Tangan
1. Apakah eceng gondok hanya digunakan sebagai kerajinan tangan?
Tidak, eceng gondok juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan kertas, pakan ternak, bahan biofilter, dan bahan kompos.
2. Bisakah kerajinan tangan dari eceng gondok dijual?
Tentu saja, kerajinan tangan dari eceng gondok dapat dijual sebagai produk kerajinan atau souvenir yang unik dan ramah lingkungan.
3. Apakah daun eceng gondok mudah diwarnai?
Iya, daun eceng gondok dapat diwarnai dengan cat atau pewarna khusus untuk memberikan variasi warna pada kerajinan tangan.
4. Apakah perawatan khusus diperlukan untuk menjaga kerajinan tangan dari eceng gondok tetap awet?
Iya, kerajinan tangan dari eceng gondok perlu dilindungi dengan lapisan pelindung seperti cat atau varnis agar tidak mudah rusak dan tahan lama.
5. Bagaimana cara membudidayakan eceng gondok?
Eceng gondok dapat ditanam dengan cara menanam stek batang atau dengan menggunakan biji. Pastikan tanah tempat penanaman memiliki kelembapan yang cukup dan terkena sinar matahari secukupnya.
Ancaman atau Peluang Eceng gondok
Seorang warga menjemur batang tanaman eceng gondok (eichhornia crassipes) yang dikumpulkan dari Danau Rawa Pening, Jawa Tengah. Foto: Aji Styawan/Antara Foto
Isu penyebaran tanaman invasif, khususnya eceng gondok, menjadi perdebatan hangat di kalangan para pakar lingkungan. Tanaman air ini, meskipun dianggap sebagai hama oleh sebagian pihak, ternyata memiliki potensi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan dalam konteks keberlanjutan lingkungan.
Eceng gondok, yang tumbuh subur di perairan tawar tropis, seringkali dianggap sebagai ancaman bagi ekosistem asli karena kemampuannya menutupi permukaan air, menghambat pertumbuhan tanaman air lainnya, serta mempengaruhi kualitas air. Namun, di sisi lain, tanaman ini menawarkan serangkaian peluang yang dapat dimanfaatkan untuk keberlanjutan lingkungan.
Organisasi lingkungan terkemuka, GreenEarth, mencatat bahwa eceng gondok bisa digunakan sebagai bahan baku bioetanol, pakan ternak, kompos, hingga produk kerajinan tangan. Dengan memanfaatkan eceng gondok sebagai sumber daya, bukan hanya mencegah penyebarannya tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pengalaman dari negara-negara tetangga, seperti Filipina dan Thailand, menunjukkan bahwa dengan dukungan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, eceng gondok dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Misalnya, di Filipina, eceng gondok diolah menjadi tas dan aksesori yang diekspor ke berbagai negara.
Sebagai langkah awal, pemerintah bisa berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan peneliti untuk melakukan riset mendalam mengenai potensi dan dampak ekonomi dari pemanfaatan eceng gondok. Selanjutnya, kebijakan yang mendukung industri berbasis eceng gondok perlu disusun agar peluang ini bisa dimaksimalkan.
Tantangan terbesar dalam mengembangkan industri berbasis eceng gondok adalah bagaimana mengubah paradigma masyarakat yang selama ini melihat tanaman ini hanya sebagai hama. Edukasi publik, melalui kampanye dan pelatihan, dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi besar yang dimiliki oleh eceng gondok.
Harapan Menjadi Sentra Kerajinan Eceng Gondok
Firman berharap, jika semakin banyak warga yang mengolah kerajinan enceng gondok, desa mereka akan menjadi sentra kerajinan enceng gondok. Dia percaya, keunikan ini bisa menarik wisatawan. Selain menambahkan pemasukan untuk warga, mereka juga menularkan ilmu bagi orang-orang yang datang ke desa mereka.
Di samping menambah nilai bengok, usaha upcycle lewat bengok craft juga mengusung zero waste. Firman mengatakan, mereka sebisa mungkin meminimalisir sampah.
“Jadi sisa kerajinan, apabila kita bikin sandal atau bikin tas, kita bisa olah kembali menjadi sesuatu produk yang baru,” timpalnya.
Bengok Craft mendistribusikan kreasi eceng gondok melalui media sosial. Mereka menjangkau kota-kota yang memang menaruh apresiasi tinggi terhadap kreasi-kreasi upcycle lewat daring seperti Instagram dan Website. Menurut Firman, jika hanya memasarkan di area lokal saja, usahanya kurang bisa berkembang.
“Kita mencoba untuk menjangkau pasaran di kota-kota besar, yaitu di daerah Bali – Jakarta. Memang kita bukan seperti pabrikan atau yang produksi massal. Kita tetep kreasi terbatas. Kita perbanyak inovasi dengan kreasi-kreasi yang baru,” ucapnya.
Saat ini, macam-macam produk olahan eceng gondok yang mereka jual adalah dekorasi ruangan (tempat menyimpan barang), tas, sendal, phone case, dan mangkuk.
Penulis: Agnes Marpaung.
Tags: kerajinan dari yang tangan adalah gondok eceng