... 7 Hasil Kerajinan DIY yang Dapat Dijadikan Properti Seni di Dunia Jahit Menjahit

Karya Seni DIY - Eksplorasi Keindahan Hasil Kerajinan Jarum

Fungsi Seni Kriya

Seni kria diminati dengan tujuan yang berbeda-beda. Hal tersebut disebabkan kebutuhan setiap orang berbeda-beda pula Karena itu seniman-seniman kria sering membuat bermacam-macam jenis produk seni kria.

Secara garis besar fungsi seni kriya terbagi atas 3 golongan, yaitu:

Di lingkungan kita sehari-hari, sering kita temukan produk seni kriya yang berfungsi sebagai mainan. Hasil karya seni ini biasanya dibuat untuk konsumsi anak-anak. Pada umumnya hasil karya seni kriya yang berfungsi untuk mainan dibuat secara sederhana dengan harga yang relatif murah. Contoh hasil karya seni kriya yang berfungsi sebagai mainan antara lain, boneka, mobil-mobilan, pistol-pistolan, lego, papan dakon atau congklak, dan lain-lain.

Hasil karya seni kriya yang berfungsi sebagai dekorasi atau hiasan biasanya lebih mementingkan unsur keindahan dari pada fungsinya. Karena itu bentuk-bentuknya mengalami modifikasi. Bahkan tidak jarang benda jenis ini tidak dapat memenuhi fungsinya yang semestinya. Banyak produk seni kria yang berfungsi sebagai benda pajangan. Benda-benda seni kriya untuk dekorasi biasanya digunakan sebagai penghias dekorasi ruangan, seperti ruang kantor atau rumah.

Contoh hasil karya seni kriya yang digunakan sebagai dekorasi antara lain, wayang, payung hias, guci, relief, vas dengan bunganya, hiasan ukir kayu, dan lain-lain.

Pengertian seni rupa tiga dimensi

Seni rupa tiga dimensi (3D) adalah seni rupa yang diciptakan oleh manusia, yang memilki volume dan ada di dalam sebuah ruang sehingga dapat dilihat dari berbagai sisi. Sebagaimana namanya, Istilah tiga dimensi berarti memiliki tinggi, lebar, dan panjang. Adapun unsur-unsur yang terdapat di dalam seni rupa tiga dimensi yaitu mempunyai panjang, lebar, dan tinggi, menempati ruang, dan bisa dilihat dari berbagai sudut pandang. Karya seni rupa tiga dimensi dibedakan menjadi karya yang memiliki fungsi pakai (seni rupa terapan/applied art) dan karya seni rupa yang hanya memiliki fungsi ekspresi saja (seni rupa murni/pure art). Baca juga: 9 Contoh Karya Seni Rupa sebagai Kebutuhan akan Benda Pakai

Bahan lunak adalah material bertekstur empuk yang mudah dibentuk untuk membuat suatu karya seni. Adapun yang termasuk bahan lunak yaitu kertas, karton, styrofoam, bubur kertas, origami, dan lain-lain.

Bahan liat yaitu bahan yang memiliki tekstur liat namun sifatnya mudah diolah. Contoh bahan liat yang digunakan dalam membuat karya tiga dimensi adalah tanah liat, gips, lilin, plastisin, clay, sabun batangan, dan lain-lain.

Bahan keras adalah suatu bahan dengan dasar yang bersifat keras, pejal, kuat, padat, dan sulit dibentuk. Adapun bahan keras yang digunakan dalam membuat seni rupa tiga dimensi adalah kayu, batu, logam, dan sebagainya.

Teknik membuat seni rupa tiga dimensi

Karya seni rupa tiga dimensi dapat dibuat dengan menggunakan berbagai teknik sesuai dengan bahan atau medianya.

Teknik aplikasi

Teknik aplikasi merupakan sebuah teknik yang diterapkan dalam seni menjahit dengan cara menempelkan bermacam-macam ornamen atau kain yang disebut patch dengan berbagai motif ke pakaian atau atas yang sudah jadi, dengan tujuan untuk mempercantiknya.

Teknik mozaik

Teknik mozaik adalah menciptakan karya dengan menyusun kepingan-kepingan kecil berwarna dari kaca, batu, atau bahan lain yang bisa digunakan untuk menjadi mozaik. Seni ini merupakan sebuah teknik dalam seni dekorasi dan aspek dari dekorasi interior.

Teknik menganyam

Teknik menganyam adalah seni kerajinan dengan cara silang menyilang, melipat-lipat, mengkepang, dan sebagainya, sehingga membentuk suatu hasil karya anyaman.

Apa itu Teknik Anyam?

Teknik anyam merupakan sebuah teknik dimana kita menyilangkan dan saling menumpuk sebuah kain, serat tumbuhan, dan yang lainnya menjadi satu kesatuan. Teknik anyam bisa digunakan untuk menciptakan berbagai kerajinan tangan. Biasanya untuk anyaman kain sendiri digunakan untuk kerajinan tangan seperti tatakan panci, keset, dan perabot rumah lainnya.

Terdapat 3 jenis teknik anyam umum untuk bahan kain yaitu anyaman dasar, anyaman turunan, dan anyaman campuran. Teknik anyaman dasar merupakan jenis yang paling umum untuk anyaman kain dan bisa Knittopreneurs pelajari. Teknik yang termasuk anyaman dasar tersebut adalah:

Anyaman Polos

Merupakan anyaman yang paling umum, dapat digunakan untuk berbagai jenis bahan utama bahkan kain sekalipun. Teknik ini menggunakan cara menyilangkan benang pakan dan lusi saling menyilang naik dan turun. Untuk menciptakan motif yang unik kamu bisa pakai 2 jenis kain dengan warna yang berbeda. Salah satu kain yang dibuat dengan teknik ini adalah kain Blacu dan Taffeta.

Anyaman Keper

Merupakan anyaman dasar kedua yang cukup banyak digunakan dalam pembuatan kain. Teknik kain ini menghasilkan motif garis horizontal 45 derajat sehingga memberikan ciri khas pada kainnya dan menghasilkan kain dengan 2 sisi berbeda. Salah satu kain yang dibuat dengan cara anyaman keper ini adalah kain Twill dan Drill.

Anyaman Satin

Merupakan anyaman dasar yang biasa digunakan dalam pembuatan kain dengan konstruksi padat. Titik persilangan antara benang lusi dan pakan tidak terlalu dekat seperti anyaman polos dan keper. Biasanya dalam dunia tekstil kata satin sendiri merujuk pada bahan kain yang memiliki kilau seperti sutra maupun alami maupun sintetis.


Tags: kerajinan yang digunakan yaitu sebagai hasil berikut

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia