... 5 Tips Keselamatan Kerja Saat Membuat Kerajinan Tanah Liat

Keselamatan Kerja dalam Produksi Kerajinan Tanah Liаt

Seni Rupa

Secara umum, pembentukan benda keramik dengan teknik cetak dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: membentuk dengan teknik cetak tekan dan membentuk dengan teknik cetak tuang. Membentuk benda keramik dengan kedua teknik cetak tersebut dilakukan dengan proses pembuatan model, pembuatan cetakan dan pencetakan benda keramik baik dengan tanah liat plastis maupun tanah liat tuang (slip).
Pembuatan benda keramik dengan teknik cetak merupakan salah satu teknik yang memiliki keunggulan dalam proses produksi yaitu: bentuk dan ukuran benda keramik sama, dapat diproduksi dalam jumlah banyak/massal, dan waktu yang relatif lebih cepat. Saat ini banyak pengrajin keramik di Indonesia yang memproduksi peralatan rumah tangga, barang interior, saniter, alat teknik dan elektronik banyak menggunakan teknik cetak, baik cetak tekan maupun cetak tuang yang lebih rumit dan canggih. Teknik ini juga makin berkembang di perajin keramik dengan bentuk-bentuk yang unik yang akan menarik konsumen.

Gips sebagai bahan utama dalam pembuatan cetakan harus benar-benardipilih dengan baik dalam arti gips tersebut memenuhi persyaratan untuk dibuat cetakan. Persyaratan itu di antaranya adalah butiran gips halus, apabila dicampur air, cepat hangat dan mengeras serta memiliki daya serap tinggi (porous) terhadap slip tanah liat. Hal ini dimaksudkan agar slip tanah liat yang dituang di dalam cetakan gips akan mudah diserap dan menempel pada cetakan gips secara merata dan membentuk dinding benda keramik. Dengan demikian, tanah liat akan menyusut dan terlepas dari dinding cetakan gips sehingga mempermudah melepas benda dari cetakan gips. Perbedaan kualitas gips dapat dilihat dari: kekerasan bahan gips, perbandingannya dengan air, dan lamanya reaksi dengan air.

Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat adonan gips adalah ketepatan campuran air dan gips. Apabila dalam campuran adonan gips terlalu banyak air, hasil cetakan gips menjadi lama mengeras dan lunak. Sebaliknya, kalau terlalu sedikit air, hasil cetakan gips menjadi lebih cepat mengeras.

Jenis serta fungsi alat-alat pendukung produksi kerajinan tanah liat

Jenis dan fungsi peralatan untuk membentuk karya keramik dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian kelompok, yaitu alat bantu, alat pokok dan perlengkapan yang dimana setiap perlengkapan tersebut digunakan untuk melancarkan proses pembentukan keramik dengan berbagai teknik seperti:

  • teknik pijit (pinching),
  • teknik pilin (coiling),
  • teknik lempeng (slab building),
  • teknik putar (throwing), dan
  • teknik cetak (mold).

A. Alat bantu kerajinan tanah liat.

  • butsir kawat (wire modelling tools),
  • butsir kayu (wood modelling tools),
  • kawat pemotong (wire cutter),
  • pisau pemotong (felting knife),
  • potter rib/throwing ribs/rubber palletes.steel pelletes,
  • spons (sponges),
  • jarum (needles), dan
  • kuas kecil,

Fungsinya digunakan untuk merapikan, menghaluskan, mengerok, membentuk detail, dan membuat tekstur benda kerja. Ukuran panjang 22 cm, bahan kawat stainlees steel, yang diikat pada tangaki kayu.

Berfungsi untuk menghaluskan, memebentuk detail, merapikan, membuat dekorasi, merapikan dan menghaluskan benda kerja. Ukuran panjang 22 cm lebar 3 cm, terbuat dari bahan kayu sawo.

Berfungsi untuk memotong ujung bibir, dasar benda kerja, dan memotong tanah liat plastis. ukuran panjang kawat 40 cm dengan panjang tangkai 6 cm terbuat dari bahan kawat stainlees steel.

Berfungsi untuk memotong, mengiris lempengan tanah liat dengan ukuran panjang 17 cm dan mata pisau 8,5 cm.

5. Potter rib/throwing ribs/rubber palletes.steel pelletes.

Berfungsi untuk menghaluskan dan membentuk permukaan luar benda kerja, berukuran 10x6 cm dengan tebal 1,4 cm dan berbahan kayu plat stainlees, dan karet.

Berfungsi untuk menyerap kandungan air, menghaluskan benda kerja, dan membersihkan handtool, cetakan gibs pada waktu pencucian. Berukuran diameter 8 cm dengan tebal 6 cm dan berbahan busa.

Berfungsi untuk memotong bibir, menusuk gelembung udara dan menggores permukaan benda kerja. berukuran panjang total 14 cm dan mata jarum 4 cm.

Berfungsi untuk mengolesi lumpur tanah pada bagian benda kerja yang akan disambung, mengolesi larutan pemisah pada model dan cetakan gips.

C. Perlengkapan kerajinan tanah liat.

Perlengkapan dalam proses produksi kerajinan tanah liat terdiri dari beberapa jenis, yaitu:
  • timbangan,
  • ember,
  • baskom,
  • alas pembentukan,
  • whirler/banding wheel,
  • papan cetakan,
  • linolium atau lembaran seng,
  • sekop,
  • gelas ukuran, dan
  • kertas amplas waterproof.
1. Timbangan, berfungsi untuk menimbang bahan tanah liat plastis dan gips yang dibutuhkan. 2. Ember, berfungsi sebagia tempat air pada waktu proses pembentukan benda kerja. 3. Baskom, berfungsi untuk tempat pembentukan adonan (massa) gips.

4. Alat pembentukan, berfungsi untuk alas pembentukan benda keramik, benda model, pada proses waktu pembetukan benda.

5. Wirler/banding wheel, berfungsi untuk alas pada waktu proses pembuatan benda keramik dan model.

6. Papan cetakan, berfungsi sebagai pembuat batas cetakan gips yang berbentuk kotak.

7. linolium atau lembaran seng, berfungsi untuk membuat batas cetakan gips yang berbentuk lingkaran (silidris).

8. Sekop, berfungsi untuk mengambil material gips yang terbuat dari bahan metal atau plastik.

9. Gelas ukuran, berfungsi untuk mengukur banyaknya air yang digunakan dalam proses pembuatan massa gips.

Demikian penjelasan singakat tentang jenis dan fungsi alat pendukung produksi kerajinan dari tanah liat tersebut diatas, semoga bermanfaat dan baca juga artikel terkait lainnya yang membahas tentang Teknik Produksi Kerajinan Bahan Lunak dari Tanah Liat. Terimakasih.
Sumber: Kemendikbud_RI-2017.


Tags: kerajinan produk pada

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia