Keindahan dan Keunikan Kain Tenun - Seni Rupa Terapan dalam Kerajinan Sulam dan DIY
Daerah-Daerah Pengrajin Seni Rupa Terapan di Indonesia
Pada hakikatnya seni rupa terbagi menjadi dua, yaitu murni dan terapan. Karya seni rupa murni adalah karya seni rupa yang diciptakan untuk memenuhi kepuasan batin senimannya dan tidak memiliki tujuan praktis.
Karya seni terapan adalah karya seni yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari manusia. Namun dengan keanekaragaman suku dan budayanya banyak melahirkan bermacam-macam carak karya yang berupa seni murni ataupun seni pakai. Adapun daerah-daerah di wilayah Nusantara yang
menghasilkan karya seni rupa terapan, antara lain :
- Kerajinan Batik terdapat di daerah perajin Solo, Yogya, Pekalongan, Madura.
- Kerajinan Keramik terdapat di daerah perajin Kasongan, Yogyakarta. Anyaman terdapat di daerah perajin hampir di seluruh Nusantara.
- Kerajinan Tenun ikat terdapat di daerah perajin Sumba, Sumbawa, Flores, Jepara
- Kerajinan Ukir kayu terdapat di daerah perajin Jepara, Bali, Asmat (Papua)
- Kerajinan Perak terdapat di daerah perajin Kota Gede, Yogyakarta.
- Kerajinan Kuningan terdapat di daerah perajin Juwana, Jawa Tengah.
- Kerajinan Ukir batu terdapat di daerah perajin Muntilan, Magelang, dan Bali.
- Kerajinan Kulit terdapat di daerah perajin Cibaduyut, Tunggulangin, Surabaya.
Teknik, Unsur, Jenis, Gambar dan 10 Contoh Karya Seni Rupa 3 Dimensi
Terdapat banyak sekali karya seni rupa 3 dimensi di sekitar kita. Setiap benda yang dipajang di ruangan tertutup maupun terbuka merupakan sebuah karya seni rupa.
Kebanyakan orang tentu lebih mengenal seni sekedar dari jenisnya, seperti lukisan, patung pahat, seni grafis, cetak, dan masih banyak lagi lainnya. Namun hanya sebagian orang secara luas saja yang memahami kategori karya seni, salah satunya seperti seni rupa 3 dimensi.
Ciri-Ciri Seni Rupa Tradisional
Seni dan wujudnya sangat banyak, untuk memudahkan kamu dalam mengenai seni rupa tradisional pahami lewat ciri-cirinya. Berikut ini ciri seni rupa tradisional secara umum.
- Impulsif, sifat dari seni rupa tradisional ini cenderung spontanitas
- Lebih mengutamakan nilai guna daripada nilai estetika, contohnya seperti kain batik yang berfungsi untuk pakaian atau kain penutup
- Distingtif yang mana antara budaya satu dengan versi lainnya berbeda-beda
- Tidak peduli siapa penciptanya karena dalam pembuatan-nya berkaitan dengan filosofi aktivitas serta aktivitas religius
- Terikat dengan norma daerah asal karya seni berasal
- Karya seni ini tidak berkaitan dengan aliran akademis maupun ruang lingkup seni murni
Fungsi Seni Rupa Terapan
Karya Seni rupa sebagai salah satu unsur budaya tentu memiliki fungsi dalam kehidupan manusia, baik itu untuk kebutuhan lahir atau batin seseorang. Dalam praktiknya, karya seni rupa akan terus lestari jika fungsi-fungsinya masih melekat dalam pemaknaan seseorang.
Di Balik Pena: dr. Andreas Kurniawan Berbagi Tutorial Melalui Duka dan Mencuci Piring
Bahkan satu karya seni rupa bisa memiliki lebih dari satu fungsi dalam penciptaannya. Berikut ini fungsi karya seni rupa terapan yang perlu Grameds ketahui agar bisa menikmati dan memaknai karya seni rupa dengan maksimal:
1. Fungsi Individual
Setiap manusia memiliki unsur psikis dan fisik masing-masing, yang dapat merasakan fungsi karya seni secara individual atau pribadi. Fungsi individual dalam unsur fisik dapat berupa pemenuhan kebutuhan seperti pakaian, peralatan makan, rumah, transportasi, dan sebagainya. Sedangkan fungsi individual dalam unsur psikis atau emosional dapat berupa kenyamanan dan kesenangan saat menggunakan benda seni tersebut.
2. Fungsi Sosial
Karya seni terapan memiliki fungsi sosial yang dapat dinikmati dan bermanfaat bagi banyak orang atau lingkungan tertentu. Dalam praktiknya, fungsi sosial karya seni dapat terwujud dalam beberapa bentuk seperti berikut ini:
Teknik-Teknik Seni Rupa 3 Dimensi
Dalam pembuatan sebuah karya seni masing-masing daerah di Indonesia memiliki bahan dan media yang berbeda-beda, tergantung dengan lingkungan daerahnya.
Berikut ini adalah teknik-teknik yang biasa dipakai dalam proses pembuatan karya seni rupa 3 dimensi:
1. Teknik Aplikasi
Sebuah karya hias dalam seni menjahit dengan cara menempelkan bermacam-macam guntingan-guntingan kain yang berbentuk hiasan seperti binatang, bunga maupun bentuk lainnya pada sebuah kain lain sebagai hiasan.
2. Teknik Mozaik
Teknik membuat karya seni dengan cara menempel benda 3 dimensi yang diatur dan ditata dengan sedemikian rupa sehingga menghasilkan lukisan.
3. Teknik Merakit
Teknik membuat sebuah karya seni dengan cara menyambung beberapa potongan bahan. Cara ini disebut dengan merakit dan hasil karyanya disebut rakitan. Cara menggabungkan bahan tersebut dapat dengan cara dipatri, disekrup, mengelas atau dengan cara lainnya.
Lihat juga: Pengertian, Macam-Macam, Contoh Karya Seni Rupa Murni Nusantara dan Mancanegara yang Fenomenal
4. Teknik Pahat
Teknik membentuk suatu karya seni dengan membuang bahan yang tidak dibutuhkan. Cara membuatnya dapat memakai alat pahat, kikir dan martil. Biasanya bahan atau media yang dipakai adalah bahan keras seperti batu, gips, kayu dan bahan lainnya.
5. Teknik Menuang atau Cor
Tags: yang tenun adalah