Keindahan dan Keunikan Kain Tenun - Seni Rupa Terapan dalam Kerajinan Sulam dan DIY
Contoh Seni Rupa Tradisional
Ada berbagai contoh seni rupa tradisional di sekitar kita bahkan salah satunya mungkin sering digunakan, berikut ini daftar contoh-contohnya.
1. Gerabah
Gerabah merupakan salah satu contoh seni rupa tradisional yang sangat berfungsi untuk peralatan rumah tangga. Cara membuat gerabah dari dulu hingga saat ini sama saja masih menggunakan tanah sebagai bahan dasarnya dan dibakar untuk memperkuatnya.
Ada beberapa daerah di Indonesia yang menciptakan peralatan rumah tangga dari tanah liat atau gerabah salah satunya Desa Kasongan Yogyakarta. Desa Kapal di Bali dan Desa Wisata Sitiwinangun juga banyak menciptakan gerabah.
2. Kain Batik
Terdapat 5.849 motif batik di Indonesia, setiap daerah memiliki ciri khas-nya masing-masing. Salah satu motif batik yang sangat menarik adalah kain batik jumputan, batik mega mendung, singa barong, dan masih banyak lagi.
Motif batik sering dituangkan pada kain dan dibuat menjadi kain penutup hingga pakaian. Meski sudah zaman modern, motif batik tetap sama hanya saja penggunaannya lebih luas. Seni rupa kain batik sering dibuat di Pekalongan, Cirebon, Yogyakarta, dll.
3. Kain Tenun Baduy
Contoh seni rupa tradisional lainnya adalah kain tenun Baduy. Kain tersebut khas masyarakat baduy luar yang dibuat langsung oleh tangan wanita Baduy. Saat ini, kain tenun dari Baduy sudah dikenal luas bahkan pernah diperkenalkan ke kancah internasional.
4. Kain Songket
Berikutnya adalah kain tenuh songket dari Sumatera. Kain tersebut merupakan contoh seni rupa tradisional dan termasuk ke dalam variasi seni rupa 2 dimensi. Pada awalnya, kain songket digunakan oleh para bangsawan karena dibuat dengan benang emas.
Di era modern, kain songket sudah bisa digunakan semua kalangan umumnya digunakan dalam berbagai acara formal.
5. Rumah Adat dari Setiap Daerah
Setiap daerah di Indonesia memiliki rumah tradisional, rumah-rumah tersebut merupakan seni rupa terapan tradisional. Beberapa rumah adat yang terkenal antara lain rumah Bolon, rumah Krong Bade, rumah Gadang, rumah Limas, dan lainnya.
Unsur Seni Rupa Terapan
Jika Grameds tertarik ingin membuat karya seni terapan maka perlu memperhatikan beberapa unsur yang ada didalamnya. Karena karya seni terapan terapan memiliki nilai fungsi yang tinggi maka unsur-unsurnya harus digunakan agar tujuan karya tersebut dapat tercapai. Berikut ini unsur-unsur yang perlu Grameds ketahui saat membuat karya seni terapan:
1. Arah
Arah adalah unsur seni rupa yang ditunjukan dengan lurus, belok, horizontal, vertical, condong, dan sebagainya. Karya yang memiliki arah condong dan belok-belok akan lebih terkesan dinamis, sedangkan gerak arah yang horizontal atau vertical akan terkesan lebih stabil.
2. Garis
Garis adalah unsur seni rupa yang sederhana dan mudah digunakan sebagai alat ekspresi dalam membuat karya seni. Garis juga menjadi unsur kuno yang masih dimanfaatkan untuk menciptakan karya seni terapan hingga sekarang. Ada tiga karakter garis, yakni garis bias yang terkesan emosional dan kaku, garis tipis yang terkesan lembut, dan garis tebal yang terkesan lebih tegas.
3. Ukuran
Ukuran jadi unsur yang penting dalam karya seni terapan yakni berupa besar kecil, panjang pendek, lebar sempit, sebagainya. Unsur ukuran inilah yang dapat menimbulkan kesan do dalam pemaknaan karya tersebut.
4. Bangunan Atau Shape
Unsur bangunan atau shape dapat menjadi bidang atau area dan pola yang terbentuk. Contohnya bentuk segitiga, kotak, kubis, lingkaran, dan sebagainya.
5. Warna
Unsur warna paling banyak dimanfaatkan saat menciptakan karya seni terapkan untuk mensekresikan dan menambah nilai dari karya tersebut. Selain itu warna juga membuat karya lebih bermakna.
6. Gelap Terang Atau Value
Unsur gelap terang atau value sebenarnya adalah tindak lanjut dari kreasi unsur warna pada karya seni. Unsur ini akan semakin memperkuat unsur yang lain pada karya seni, terutama warna untuk memberikan nilai yang lebih pada karya seni.
Pengertian Seni Rupa Terapan
Seni rupa terapan adalah salah satu jenis karya seni rupa yang diciptakan dengan tujuan utama memberi nilai fungsi atau nilai guna sebagai benda dibandingkan nilai estetisnya. Itulah sebabnya seni rupa yang memiliki nama lain applied art ini banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-hari karena tidak hanya memiliki fungsi estetis saja melainkan juga fungsi praktis. Jadi seni rupa ini bisa memenuhi kebutuhan dalam aktivitas keseharian kita.
Dari keutamaan fungsi praktisnya ini lah yang membedakan seni rupa terapan dengan seni rupa murni. Bahkan banyak yang menganggap bahwa lebih susah membuat terapannya dibandingkan yang murni yang lebih bebas tanpa harus mempertimbangkan fungsi dalam karya seni tersebut. Anggapan tersebut mungkin akan terdengar klise jika membicarakan seni karena untuk menilai karya seni bisa dilihat dari berbagai fungsinya. Bahkan bisa jadi membuat lukisan tertentu lebih sulit dibandingkan membuat bangunan rumah.
Berdasarkan dari makna katanya, terap berarti penerapan atau perwujudan dalam praktik yang sifatnya aplikatif. Sifat aplikatif pada karya seni adalah pengaplikasian bentuk-bentuk fungsional untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Contoh wujud fungsional tersebut antara lain pakaian, perabotan rumah tangga, perlengkapan makan, perlengkapan ibadah, sampai perlengkapan pertunjukan.
Dalam penciptaan karyanya, bisanya seni rupa terapan dimulai dengan proses perancangan atau desain. Itulah sebabnya istilah desain sebenarnya juga berkaitan dengan seni rupa terapan yang melingkupinya secara luas, termasuk di dalamnya pula kriya, arsitektur, dan sebagainya. Jadi dalam seni terapan juga memiliki berbagai macam jenis karya dengan nilai fungsinya.
Pengertian Seni Rupa Terapan
Mari Kita Pahami Seni Rupa Terapan dengan Lebih Dalam
Definisi Seni Rupa Terapan
Saat kita berbicara tentang Seni Rupa Terapan, kita berbicara tentang seni yang hidup di tengah-tengah kita, menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Tetapi, apa sebenarnya definisi dari Seni Rupa Terapan ini?
Secara sederhana, Seni Rupa Terapan adalah karya seni yang tidak hanya memikat mata, tetapi juga memiliki fungsi yang praktis dalam kehidupan kita. Ini adalah seni yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan fisik dan bahkan kebutuhan psikologis kita. Ini adalah seni yang “terapkan” dalam aktivitas harian kita.
Seni ini hadir dalam berbagai bentuk. Bisa berupa perhiasan, seperti kalung indah yang Anda kenakan, pakaian dengan motif batik yang unik, atau meja dan kursi yang nyaman di ruang makan Anda. Bahkan senjata tradisional dan alat transportasi yang khas bagi budaya kita adalah bagian dari Seni Rupa Terapan.
Ini berbeda dengan Seni Rupa Murni yang biasanya hanya menjadi hiasan atau pajangan. Seni Rupa Murni hadir dalam bentuk lukisan atau patung yang kita temui di galeri seni. Mereka memikat mata dan jiwa, tetapi mereka tidak memiliki fungsi praktis seperti yang dimiliki oleh Seni Rupa Terapan.
Perbandingan dengan Seni Rupa Murni
Perbedaan mendasar antara Seni Rupa Terapan dan Seni Rupa Murni adalah dalam fungsinya. Seni Rupa Terapan hadir untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia, mulai dari yang paling dasar hingga yang lebih estetis. Seni ini tidak hanya menghiasi, tetapi juga berbicara tentang budaya, sejarah, dan kearifan lokal.
Di sisi lain, Seni Rupa Murni hadir untuk menggugah perasaan, memicu pikiran, dan menghadirkan pandangan baru. Mereka adalah ungkapan bebas dari kreasi seniman yang tidak terbatas oleh batasan fungsi praktis.
Pengertian Seni Kriya
Seni kriya adalah salah satu cabang karya seni yang diciptakan dengan menggunakan keterampilan tangan. Karya seni ini tidak hanya memperhatikan nilai keindahan atau estetika saja, namun juga memperhatikan aspek fungsional.
Jenis karya seni yang satu ini termasuk ke dalam seni rupa terapan yang berkembang di Nusantara. Kehadiran cabang seni ini sudah ada sejak jaman nenek moyang dan kini banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh kriya yang dapat dijumpai pada saat ini adalah kursi kayu, perhiasan, topeng, pakaian, dan lain sebagainya. Adapun pengertian seni kriya yang diungkapkan oleh beberapa ahli, yakni:
1. Gustami
Menurut Gustami kriya merupakan sebuah karya yang memiliki karakteristik tertentu dan mengandung berbagai elemen, seperti simbolik, fungsional, filosofis, dan estetik. Munculnya karya seni ini tergolong ke dalam kelompok seni yang adiluhung.
2. Timbul Haryono
Seni kriya menurut Timbul Haryono adalah jenis seni yang menegaskan pada keahlian atau keterampilan tangan pada proses pembuatannya. Dengan kata lain, bahwa kriya merupakan kegiatan untuk menghasilkan sebuah benda fungsional yang memuat nilai seni.
3. I Made Bandem
I Made Bandem mengungkapkan bahwa pengertian seni kriya berasal dari kata “kriya” yang diartikan menjadi keterampilan tangan atau pekerjaan.
Tags: yang tenun adalah