... Kain Tenun: Seni Rupa Terapan dalam Kerajinan Jarum dan DIY

Keindahan dan Keunikan Kain Tenun - Seni Rupa Terapan dalam Kerajinan Sulam dan DIY

Sejarah Seni Rupa Terapan

Di masa prasejarah, ketika nenek moyang bangsa Indonesia masih menggunakan alat-alat sederhana seperti kapak batu dan tulang untuk berburu, kita sudah melihat cikal bakal dari Seni Rupa Terapan. Mereka mungkin tidak menyadarinya, tetapi alat-alat tersebut memiliki bentuk dan fungsi yang khas, yang pada dasarnya adalah seni dalam kehidupan sehari-hari.

Perkembangan Seni Rupa Terapan semakin pesat seiring dengan ditemukannya teknik peleburan logam. Logam-logam mulia seperti emas dan perak tidak hanya digunakan untuk perhiasan, tetapi juga untuk membuat senjata tradisional yang indah dan berfungsi. Nenek moyang kita tidak hanya berfokus pada fungsionalitas senjata, tetapi juga pada estetika. Mereka menghias senjata mereka dengan ukiran yang memukau, menciptakan karya seni dalam bentuk benda fungsional.

Selain senjata, peralatan sehari-hari lainnya juga dibuat dengan teknik peleburan logam. Nekara, moko, bejana, dan berbagai barang keperluan rumah tangga lainnya menjadi bagian dari Seni Rupa Terapan kita. Mereka bukan hanya benda praktis, tetapi juga benda yang mengandung keindahan dan makna dalam budaya kita.

Sejarah Seni Rupa Terapan di Indonesia adalah bukti nyata betapa seni dapat meresap begitu dalam dalam kehidupan kita. Ia bukan hanya benda mati, tetapi bagian hidup dari warisan budaya kita yang terus berkembang. Seni ini adalah cara kita menghargai keindahan dalam hal-hal yang sederhana dan bagaimana kita menjaga koneksi dengan akar budaya kita yang kaya.

Fungsi Seni Kriya

Kriya menjadi salah satu seni yang diterapkan pada suatu benda atau produk yang fungsional. Berikut beberapa fungsi yang dimiliki oleh kriya:

1. Hiasan

Fungsi pertama dari cabang seni ini adalah sebagai hiasan. Beberapa produk buatan tangan manusia memang ditujukan untuk dijadikan sebagai dekorasi atau hiasan. Selain itu, cabang seni ini juga tergolong ke dalam fine art atau seni rupa murni.

Hal tersebut disebabkan oleh penerapan estetika atau keindahan yang digunakan pada kriya sebagai bentuk pemenuhan emosi. Contoh produk kriya yang ditujukan atau dijadikan sebagai hiasan adalah lukisan, patung, cinderamata, karya seni ukir, dan lain sebagainya.

2. Benda terapan

Kriya merupakan seni yang tidak hanya memperhatikan estetika saja, namun juga fungsional. Oleh sebab itu jenis seni ini juga mempunyai fungsi sebagai benda siap pakai. Dalam hal ini artinya produk dari karya seni ini berupa benda yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa contoh karya seni kriya yang difungsikan sebagai benda terapan diantaranya ialah:

  • Lemari hias
  • Tempat tidur kayu
  • Kursi kayu

3. Benda mainan

Fungsi karya seni yang satu ini hampir sama konsepnya dengan benda terapan. Dimana produk karya kriya dijadikan sebagai benda atau alat permainan. Pada umumnya alat permainan yang dibuat dengan kerajinan tangan mempunyai bentuk yang sederhana.

Beberapa contoh produk seni kriya yang digunakan sebagai alat permainan adalah:

  • Congklak
  • Boneka
  • Kipas tangan

4. Benda seni eksperimental

Seiring dengan berkembangnya zaman, kriya sering juga digunakan untuk media dari seni murni kontemporer. Tujuan utama menjadikannya sebagai karya seni kontemporer adalah untuk menciptakan seni yang eksperimental.

Unsur Seni Rupa Terapan

Jika Grameds tertarik ingin membuat karya seni terapan maka perlu memperhatikan beberapa unsur yang ada didalamnya. Karena karya seni terapan terapan memiliki nilai fungsi yang tinggi maka unsur-unsurnya harus digunakan agar tujuan karya tersebut dapat tercapai. Berikut ini unsur-unsur yang perlu Grameds ketahui saat membuat karya seni terapan:

1. Arah

Arah adalah unsur seni rupa yang ditunjukan dengan lurus, belok, horizontal, vertical, condong, dan sebagainya. Karya yang memiliki arah condong dan belok-belok akan lebih terkesan dinamis, sedangkan gerak arah yang horizontal atau vertical akan terkesan lebih stabil.

2. Garis

Garis adalah unsur seni rupa yang sederhana dan mudah digunakan sebagai alat ekspresi dalam membuat karya seni. Garis juga menjadi unsur kuno yang masih dimanfaatkan untuk menciptakan karya seni terapan hingga sekarang. Ada tiga karakter garis, yakni garis bias yang terkesan emosional dan kaku, garis tipis yang terkesan lembut, dan garis tebal yang terkesan lebih tegas.

3. Ukuran

Ukuran jadi unsur yang penting dalam karya seni terapan yakni berupa besar kecil, panjang pendek, lebar sempit, sebagainya. Unsur ukuran inilah yang dapat menimbulkan kesan do dalam pemaknaan karya tersebut.

4. Bangunan Atau Shape

Unsur bangunan atau shape dapat menjadi bidang atau area dan pola yang terbentuk. Contohnya bentuk segitiga, kotak, kubis, lingkaran, dan sebagainya.

5. Warna

Unsur warna paling banyak dimanfaatkan saat menciptakan karya seni terapkan untuk mensekresikan dan menambah nilai dari karya tersebut. Selain itu warna juga membuat karya lebih bermakna.

6. Gelap Terang Atau Value

Unsur gelap terang atau value sebenarnya adalah tindak lanjut dari kreasi unsur warna pada karya seni. Unsur ini akan semakin memperkuat unsur yang lain pada karya seni, terutama warna untuk memberikan nilai yang lebih pada karya seni.

Pengertian Seni Rupa Terapan

Seni rupa terapan adalah salah satu jenis karya seni rupa yang diciptakan dengan tujuan utama memberi nilai fungsi atau nilai guna sebagai benda dibandingkan nilai estetisnya. Itulah sebabnya seni rupa yang memiliki nama lain applied art ini banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-hari karena tidak hanya memiliki fungsi estetis saja melainkan juga fungsi praktis. Jadi seni rupa ini bisa memenuhi kebutuhan dalam aktivitas keseharian kita.

Dari keutamaan fungsi praktisnya ini lah yang membedakan seni rupa terapan dengan seni rupa murni. Bahkan banyak yang menganggap bahwa lebih susah membuat terapannya dibandingkan yang murni yang lebih bebas tanpa harus mempertimbangkan fungsi dalam karya seni tersebut. Anggapan tersebut mungkin akan terdengar klise jika membicarakan seni karena untuk menilai karya seni bisa dilihat dari berbagai fungsinya. Bahkan bisa jadi membuat lukisan tertentu lebih sulit dibandingkan membuat bangunan rumah.

Berdasarkan dari makna katanya, terap berarti penerapan atau perwujudan dalam praktik yang sifatnya aplikatif. Sifat aplikatif pada karya seni adalah pengaplikasian bentuk-bentuk fungsional untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Contoh wujud fungsional tersebut antara lain pakaian, perabotan rumah tangga, perlengkapan makan, perlengkapan ibadah, sampai perlengkapan pertunjukan.

Dalam penciptaan karyanya, bisanya seni rupa terapan dimulai dengan proses perancangan atau desain. Itulah sebabnya istilah desain sebenarnya juga berkaitan dengan seni rupa terapan yang melingkupinya secara luas, termasuk di dalamnya pula kriya, arsitektur, dan sebagainya. Jadi dalam seni terapan juga memiliki berbagai macam jenis karya dengan nilai fungsinya.


Tags: yang tenun adalah

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia