... Kain Tenun Ambon: Panduan Lengkap dan Inspirasi DIY untuk Kerajinan Sulaman

"Kain Tenun Ambon - Keindahan Budaya yang Tak Tergantikan"

Sejarah dan perkembangan kerajinan tenun di Indonesia

diskominfo.kaltimprov.go.id Kain Tenun Ulap Doyo dari Kalimantan Timur

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Kain Tenun bermotif Songke menjadi daya tarik menggaet wisatawan Nusa tara dan mancanegara untuk belajar menenun, identitas, nilai, makna dibalik motif-motif, Senin, (15/8/2022). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

Jenis kain tenun Asal daerah
Kain tenun Sambas Kalimantan Barat
Kain tenun Donggala Sulawesi Tengah
Kain tenun Gringsing Bali
Kain Hinggi Nusa Tenggara Timur
Kain tenun Toraja Sulawesi Selatan
Kain tenun songket Sukarara Nusa Tenggara Barat
Kain songket Palembang Sumatera Selatan
Kain tapis Lampung
Kain tenun Ulos Sumatera Utara
Kain songket Minangkabau Sumatera Barat
Kain tenun Troso Jepara Jawa Tengah
Kain tentun Doyo Kalimantan Timur

Suka baca tulisan-tulisan seperti ini? Bantu kami meningkatkan kualitas dengan mengisi survei Manfaat Kolom Skola

Peran pemerintah dalam melestarikan potensi ragam kain nusantara

Menjawab salah satu kendala yang disampaikan mengenai keterbatasan kapas yang dibutuhkan sebagai komponen utama dari kain yang dibuat dengan metode tenun, pemerintah melalui Kemenperin rupanya sudah memiliki rencana program khusus sebagai jawabannya.

Adapun rencana yang dimaksud adalah meningkatkan produktivitas kapas daerah dengan melakukan penanaman tumbuhan kapas melalui kerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan).

Sedangkan dari sisi pemerintahan yang lain, yakni Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek), upaya yang dilakukan terlaksana dalam bentuk penetapan sebanyak 34 jenis kain tenun dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang dimiliki Indonesia.

Dari 34 daftar kain hasil tenun yang dimaksud, beberapa di antaranya adalah Tenun Siak (Riau), Tenun Ikat Sumba (Nusa Tenggara Timur), Tenun Ikat Dayak/Sintang (Kalimantan Barat), Tenun Sukomandi (Sulawesi Barat), Tenun Ikat Inuh (Lampung), Tenun Donggala (Sulawesi Tengah), dan masih banyak lagi.

Namun dari deretan 34 kain tenun yang ada, baru 15 jenis kain yang sudah bisa dan sedang dalam tahap pendorongan oleh pemerintah untuk masuk ke dalam jajaran warisan budaya dunia asal Indonesia yang kedepannya diharapkan akan diakui oleh UNESCO.

Pentingnya Melestarikan Kain Nusantara Sebagai Identitas Budaya Indonesia

Apa yang pertama kali terlintas di pikiran Anda jika mendengar istilah kain tradisional atau kain nusantara? Bayangan yang pertama kali muncul umumnya adalah kain batik.

Nyatanya, masih ada ragam jenis kain lain yang dimiliki bangsa ini dan tak kalah memiliki filosofi serta makna mendalam akan kebudayaan tanah air, di antaranya kain ulos, lurik, songket, dan masih banyak lagi.

Sebagai salah salah satu warisan leluhur yang sangat dihormati, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bahkan menyatakan bahwa kekayaan ragam kain nusantara yang dimiliki Indonesia mampu membawa optimisme bagi banyak sektor, khususnya bagi subsektor fesyen dalam ekonomi kreatif.

Melihat potensi tersebut, sudah sejauh mana dan seperti apa sebenarnya upaya dalam melestarikan kain nusantara demi menjaga peradaban budaya di Indonesia sendiri?

Motif dan Filosofi Tenun Ikat Tanimbar

Motif dan warna kain tenun ikat tanimbar ini cukup bervariasi. Kain ini didominasi garis-garis dengan ruang kosong dan diselingi corak-corak sederhana yang terinspirasi dari keindahan alam daerah Tanimbar. Mulai dari motif-motif hewan, tumbuhan hingga manusia. Kain tenun khas Maluku ini tak hanya indah tetapi juga menyimpan filosofi dan makna kehidupan masyarakat setempat.

Para pengrajin kain tenun di Kabupaten Tanimbar terus berinovasi menciptakan corak dan motif-motif unik pada lembaran kainnya. Hingga saat ini tenun ikat Tanimbar membunyai kurang lebih 47 variasi motif.

Berikut beberapa motif kain tenun ikat tanimbar serta makna yang terkandung didalammnya:

1. Motif bunga anggrek merupakan motif utama pada kain tenun ikat Tanimbar yang melambangkan kecantikan, keagungan, dan keuletan.

2. Motif Sair, yaitu berupa bentuk bendera yang berarti sebuah kemenangan. Motif ini melambangkan semangat masyarakat tanimbar dalam menjalani kehidupan, menjaga identitas serta membela dan melindungi wanita.

3. Motif tunis, bentuknya seperti anak panak tunggal dan kembar. Maknanya adalah masyarakat Tanimbar harus senantiasa berhati-hati dan selalu sigap mengadapi ancaman. Motif tunis juga melambangkan kekuatan dan kesiapan mental kaum wanita tanimbar untuk menghadapi tantangan dan rintangan hidup.


Tags: tenun ambon

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia