... Kain Tenun Ambon: Panduan Lengkap dan Inspirasi DIY untuk Kerajinan Sulaman

"Kain Tenun Ambon - Keindahan Budaya yang Tak Tergantikan"

References

Carter, William K dan Milton F. Usry, 2009. Akuntansi Biaya, Penerjemah : Krista, Buku I, Edisi Ketiga belas, Penerbit-Salemba Empat, Jakarta.

Cecily A. Raiborn dan Michael R. Kinney. 2011. Akuntansi Biaya: Dasar dan Perkembangan. Buku 1. Edisi 7. Salemba Empat. Jakarta.

Fitrah, Rezandra. 2014. Analisis Penentuan Harga Jual Produk Dengan Menggunakan Metode Cost Plus Pricing Dengan Pendekatan Variabel Costing Pada Starmug’s Coffee Surabaya. Thesis. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIASIA) Surabaya.

Halim, Abdul dan Bambang Supomo. 2008. Akuntansi Manajemen. Yogyakarta : BPFE.

Hansen, Don R. dan Maryanne M. Mowen 2015. Managerial Accounting, Buku 1, Edisi 8. Jakarta: PT. Salemba Empat.

Horngren, Charles T,et all. 2008. Akuntansi Biaya. Edisi 12. Erlangga. Jakarta.

Mulyadi. 2010. Akuntansi Biaya. Edisi Kelima. UPP AMP YKPN. Yogyakarta.

Nurhayati, Juli dan Asti Marsela. 2016. Analisis Penentuan harga jual Perkemasan Produk dengan metode Cost Plus Pricing Dalam menentukan laba yang dihasilkan pada Usaha Susu Kedelai Eggy Fajri. Jurnal Akuntanika. Vol 1 No 2.

Rudianto. 2013. Akuntansi Manajemen : Informasi Untuk Pengambilan Keputusan Strategis. Penerbit Erlangga. Jakarta.

Siregar, Baldric, Bambang Suripto, Dody Hapsoro, Eko Widodo Lo, Erlina Herowati, Lita Kusumasari, Nurofik. 2013. Akuntansi Biaya. Salemba Empat. Jakarta.

Peran pemerintah dalam melestarikan potensi ragam kain nusantara

Menjawab salah satu kendala yang disampaikan mengenai keterbatasan kapas yang dibutuhkan sebagai komponen utama dari kain yang dibuat dengan metode tenun, pemerintah melalui Kemenperin rupanya sudah memiliki rencana program khusus sebagai jawabannya.

Adapun rencana yang dimaksud adalah meningkatkan produktivitas kapas daerah dengan melakukan penanaman tumbuhan kapas melalui kerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan).

Sedangkan dari sisi pemerintahan yang lain, yakni Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek), upaya yang dilakukan terlaksana dalam bentuk penetapan sebanyak 34 jenis kain tenun dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang dimiliki Indonesia.

Dari 34 daftar kain hasil tenun yang dimaksud, beberapa di antaranya adalah Tenun Siak (Riau), Tenun Ikat Sumba (Nusa Tenggara Timur), Tenun Ikat Dayak/Sintang (Kalimantan Barat), Tenun Sukomandi (Sulawesi Barat), Tenun Ikat Inuh (Lampung), Tenun Donggala (Sulawesi Tengah), dan masih banyak lagi.

Namun dari deretan 34 kain tenun yang ada, baru 15 jenis kain yang sudah bisa dan sedang dalam tahap pendorongan oleh pemerintah untuk masuk ke dalam jajaran warisan budaya dunia asal Indonesia yang kedepannya diharapkan akan diakui oleh UNESCO.


Tags: tenun ambon

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia