"Kain Tenun Ambon - Keindahan Budaya yang Tak Tergantikan"
Makna Kain Tenun Tanimbar sebagai Kain Khas Maluku
Tenun tanimbar berasal dari Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara Barat.
Jika Moms sekilas melihatnya, motif kain khas Maluku ini tampak sederhana.
Akan tetapi, di baliknya penuh dengan makna kehidupan.
Bahkan karena begitu sederhananya, keindahan kain tenun tanimbar kadang sulit dimengerti.
Untuk memahami keindahannya, Moms harus paham terlebih dulu motif-motifnya.
Selain itu, meski setiap daerah di Tanimbar memiliki tenun dengan ciri khasnya masing-masing, tetapi motif tenun tanimbar pada umumnya memiliki filosofi yang sama di baliknya.
Sumber inspirasi motif tenun tanimbar bisa datang dari lingkungan sekitar, seperti dari detail-detail terkecil dalam kehidupan.
Sebab, mereka yakin para leluhur mencoba melihat keindahan dari alam, sekecil apa pun bentuknya.
Mulai dari jentik nyamuk, ulat, hingga hati jagung.
Salah satu daerah penghasil tenun di Kepulauan Tanimbar adalah Yamdena.
Di sana, Moms bisa melihat terdapat empat jenis kain, yakni Tais Matan, Tais Anday, Tais Maran, dan Ule Rati.
Berikut ini penjelasan dari masing-masing motif kain tenun tanimbar:
- Tais Matan identik dengan motif utama di ujung kain. Sementara, sisanya didominasi oleh garis.
- Tais Anday memiliki bagian ujung yang dihiasi garis hitam-putih dan motif utama di tengah.
- Tais Maran menampilkan garis di bagian tengah dan motif utama di ujung.
- Ule Rati hadir dengan motif berbentuk ulat yang tersebar di seluruh kain.
Selain itu empat jenis kain tersebut, ada juga beberapa motif lainnya.
Seperti misalnya motif Lelemuke atau bunga anggrek merupakan salah satu motif utamanya.
Bagi masyarakat Tanimbar, bunga anggrek adalah perlambang kecantikan, keagungan, dan keuletan.
Peran pemerintah dalam melestarikan potensi ragam kain nusantara
Menjawab salah satu kendala yang disampaikan mengenai keterbatasan kapas yang dibutuhkan sebagai komponen utama dari kain yang dibuat dengan metode tenun, pemerintah melalui Kemenperin rupanya sudah memiliki rencana program khusus sebagai jawabannya.
Adapun rencana yang dimaksud adalah meningkatkan produktivitas kapas daerah dengan melakukan penanaman tumbuhan kapas melalui kerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan).
Sedangkan dari sisi pemerintahan yang lain, yakni Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek), upaya yang dilakukan terlaksana dalam bentuk penetapan sebanyak 34 jenis kain tenun dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang dimiliki Indonesia.
Dari 34 daftar kain hasil tenun yang dimaksud, beberapa di antaranya adalah Tenun Siak (Riau), Tenun Ikat Sumba (Nusa Tenggara Timur), Tenun Ikat Dayak/Sintang (Kalimantan Barat), Tenun Sukomandi (Sulawesi Barat), Tenun Ikat Inuh (Lampung), Tenun Donggala (Sulawesi Tengah), dan masih banyak lagi.
Namun dari deretan 34 kain tenun yang ada, baru 15 jenis kain yang sudah bisa dan sedang dalam tahap pendorongan oleh pemerintah untuk masuk ke dalam jajaran warisan budaya dunia asal Indonesia yang kedepannya diharapkan akan diakui oleh UNESCO.
Tags: tenun ambon