... Kain Tenun Ambon: Panduan Lengkap dan Inspirasi DIY untuk Kerajinan Sulaman

"Kain Tenun Ambon - Keindahan Budaya yang Tak Tergantikan"

Eksistensi dan potensi kain nusantara di masa kini

Sepanjang riwayatnya selama beberapa tahun ke belakang, eksistensi kain nusantara sebenarnya tak perlu dipertanyakan lagi, terlebih jika menilik pencapaiannya di taraf internasional.

Tidak lagi identik dengan kesan ‘kuno’, kain nusantara nyatanya menjadi salah satu bentuk warisan leluhur yang hingga saat ini dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman, lewat pemanfaatannya dalam bidang gaya hidup dan fesyen yang tidak hanya dibutuhkan oleh masyakarat Indonesia, melainkan juga masyarakat dunia.

Klaim tersebut tentu tidak berlebihan jika melihat berbagai pembuktian yang dimiliki, salah satunya ketika jenama fesyen kenamaan dunia asal Prancis yaitu Dior, secara nyata meneken kontrak dengan kelompok penenun sekaligus pemerintah provinsi Bali, untuk menggunakan kain Endek Bali sebagai salah satu komponen dalam koleksi busana edisi Spring/Summer 2021.

Pencapaian tersebut tentu hanya satu dari sekian banyak bentuk pengakuan internasional yang diberikan kepada Indonesia, terhadap pesona dari keindahan ragam kain nusantara yang tak terelakkan.

Melihat potensi tersebut, tak heran jika pemerintah melalui berbagai pihak gencar melakukan ragam upaya agar selain batik dan kain Endek Bali, jenis kain lainnya juga bisa mendapat keistimewaan serupa di industri ekonomi kreatif terutama industri fesyen dunia.

Adapun harapan akan potensi tersebut dijelaskan oleh Gati Wibawaningsih, selaku Analis Kebijakan Utama Ditjen IKMA Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dalam diskusi Melestarikan Kain Nusantara, Menjaga Peradaban Budaya Indonesia pada acara Festival Negeri Kolaborasi (FNK) yang diadakan secara daring oleh GNFI, Kamis (16/9/2021).

References

Carter, William K dan Milton F. Usry, 2009. Akuntansi Biaya, Penerjemah : Krista, Buku I, Edisi Ketiga belas, Penerbit-Salemba Empat, Jakarta.

Cecily A. Raiborn dan Michael R. Kinney. 2011. Akuntansi Biaya: Dasar dan Perkembangan. Buku 1. Edisi 7. Salemba Empat. Jakarta.

Fitrah, Rezandra. 2014. Analisis Penentuan Harga Jual Produk Dengan Menggunakan Metode Cost Plus Pricing Dengan Pendekatan Variabel Costing Pada Starmug’s Coffee Surabaya. Thesis. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIASIA) Surabaya.

Halim, Abdul dan Bambang Supomo. 2008. Akuntansi Manajemen. Yogyakarta : BPFE.

Hansen, Don R. dan Maryanne M. Mowen 2015. Managerial Accounting, Buku 1, Edisi 8. Jakarta: PT. Salemba Empat.

Horngren, Charles T,et all. 2008. Akuntansi Biaya. Edisi 12. Erlangga. Jakarta.

Mulyadi. 2010. Akuntansi Biaya. Edisi Kelima. UPP AMP YKPN. Yogyakarta.

Nurhayati, Juli dan Asti Marsela. 2016. Analisis Penentuan harga jual Perkemasan Produk dengan metode Cost Plus Pricing Dalam menentukan laba yang dihasilkan pada Usaha Susu Kedelai Eggy Fajri. Jurnal Akuntanika. Vol 1 No 2.

Rudianto. 2013. Akuntansi Manajemen : Informasi Untuk Pengambilan Keputusan Strategis. Penerbit Erlangga. Jakarta.

Siregar, Baldric, Bambang Suripto, Dody Hapsoro, Eko Widodo Lo, Erlina Herowati, Lita Kusumasari, Nurofik. 2013. Akuntansi Biaya. Salemba Empat. Jakarta.

Motif dan Filosofi Tenun Ikat Tanimbar

Motif dan warna kain tenun ikat tanimbar ini cukup bervariasi. Kain ini didominasi garis-garis dengan ruang kosong dan diselingi corak-corak sederhana yang terinspirasi dari keindahan alam daerah Tanimbar. Mulai dari motif-motif hewan, tumbuhan hingga manusia. Kain tenun khas Maluku ini tak hanya indah tetapi juga menyimpan filosofi dan makna kehidupan masyarakat setempat.

Para pengrajin kain tenun di Kabupaten Tanimbar terus berinovasi menciptakan corak dan motif-motif unik pada lembaran kainnya. Hingga saat ini tenun ikat Tanimbar membunyai kurang lebih 47 variasi motif.

Berikut beberapa motif kain tenun ikat tanimbar serta makna yang terkandung didalammnya:

1. Motif bunga anggrek merupakan motif utama pada kain tenun ikat Tanimbar yang melambangkan kecantikan, keagungan, dan keuletan.

2. Motif Sair, yaitu berupa bentuk bendera yang berarti sebuah kemenangan. Motif ini melambangkan semangat masyarakat tanimbar dalam menjalani kehidupan, menjaga identitas serta membela dan melindungi wanita.

3. Motif tunis, bentuknya seperti anak panak tunggal dan kembar. Maknanya adalah masyarakat Tanimbar harus senantiasa berhati-hati dan selalu sigap mengadapi ancaman. Motif tunis juga melambangkan kekuatan dan kesiapan mental kaum wanita tanimbar untuk menghadapi tantangan dan rintangan hidup.

Tak hanya potensi, menjaga tradisi dan identitas budaya juga penting

Tentu, dengan ragam kekayaan warisan leluhur yang dimiliki dari setiap helai kain yang ada, pengaruh positif yang diharapkan dapat tercapai bukan hanya dari segi ekonomi kreatif saja, melainkan juga pelestarian akan identitas budaya Indonesia itu sendiri.

Beruntung, ragam kain yang dimiliki Indonesia nyatanya selalu memiliki filosofi yang terkandung dan sarat akan makna serta nilai-nilai dari keberagaman budaya yang ada di seluruh penjuru tanah air. Dengan catatan, filosofi dan nilai yang dimaksud sejatinya harus dipahami dengan baik pula oleh berbagai pihak.

Menanggapi hal tersebut, salah satu pegiat kain tenun yang ada di tanah air yaitu Chandra Kirana Prijosusilo, Ketua Yayasan Sekar Kawung, menjelaskan dengan antusias filosofi dari salah satu helai kain yang melengkapi penampilannya dalam kesempatan diskusi bersama FNK.

Sebagai permulaan, Ibu Kirana--sapaannya--mengungkap bahwa warna pada kain yang ia gunakan diperoleh dengan memanfaatkan salah satu keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia. Ia bahkan menyampaikan kekagumannya akan tradisi dan kebudayaan Indonesia yang secara sangat jenius dapat memanfaatkan berbagai macam tanaman dalam proses pembuatan kain nusantara.

“…(kain) yang saya pakai ini warna abunya dari serat kepompong kupu gajah, yang dibuat dengan teknik pahikung di Sumba Timur,” ungkapnya.

Lebih jelas, dirinya mengungkap bahwa kupu gajah merupakan indikator dalam menentukan kesehatan sebuah wilayah hutan. Dalam arti kata jika sebuah hutan di Indonesia khususnya wilayah Sumba Timur memiliki kualitas lingkungan yang bagus, maka akan ditemukan banyak kupu gajah yang dapat dikumpulkan untuk selanjutnya ditenun menjadi sebuah kain.

Mengenal Kain Tenun Tanimbar, Kain Khas Maluku yang Bernilai Tinggi

Berkat keanekaragaman budaya yang dimiliki Indonesia, tiap daerah pun memiliki produk tekstil yang mencerminkan filosofi kehidupan masyarakat setempat. Tidak ketinggalan dengan kain khas Maluku, yaitu kain tenun Tanimbar.

Kain khas Maluku ini bukan hanya indah karena kombinasi warna-warnanya.

Motif-motif yang ada di dalamnya menceritakan filosofi kehidupan masyarakat setempat sehingga ia menawarkan pesona tersendiri.

Jika Moms ingin tahu lebih dalam mengenai kain tenun tanimbar, boleh untuk menyimak ulasan lengkapnya berikut ini!


Tags: tenun ambon

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia