... Panduan Lengkap: Kain Tenun Desa Sade Lombok untuk Kerajinan Jarum dan DIY

Seni Tenun di Desa Sade, Lombok - Mengungkap Keindahan dan Keunikan Kain Tradisional

Falsafah Pembuatan Kain Tenun Lombok, Tanda Perempuan Sasak Boleh Menikah

Foto: Qori Annisa Wicita

Lombok memiliki dua jenis kain tradisional, yakni kain tenun songket dan kain tenun ikat. Cara membedakannya adalah dari warna, motif, dan fungsinya. Kalau kain tenun songket Lombok umumnya penuh dengan warna (fullcolor), terbuat dari benang katun yang berasal dari kapas, serta kaya akan warna perak dan atau emas.

Sementara tenun ikat memiliki motif yang sederhana dengan kecenderungan bentuk motif berupa garis horizontal dan vertikal saja. Kesederhanaan itu juga menjalar dari kegunaannya yang lebih sering digunakan dalam keseharian masyarakat Suku Sasak, suku asli di Lombok.

Material Kain Tenun Lombok

Motif Subahnale, salah satu motif favorit kain tenun Lombok. (Foto: Tribun)

Kain tenun Lombok terbuat dari bahan-bahan alami, yaitu kapas pilihan yang dipintal menjadi gulungan benang sebagai bahan utamanya. Pintalan benang tersebut diwarnai menggunakan bahan pewarna yang berasal dari dedaunan, akar-akaran, biji-bijian, kulit pohon, dan juga yang lainnya yang sifatnya alami dan berasal dari alam.

Misalnya saja, warna merah diambil dari sari biji pinang, akar mengkudu, kulit kayu, dan lainnya. Biru dari tanaman Indigofera tinctoria atau tanaman tarum. Sementara warna biru keabu-abuan dihasilkan dari tanaman suji dan daun mangga. Demikian selanjutnya hingga mendapatkan ragam warna yang lebih beragam.

Mengenal Desa Sade, Desa Adat Suku Sasak: Keunikan, Harga Tiket, dan Aturan

Luas Desa Sade sekitar 5,5 hektar dan memiliki sekitar 150 rumah. Setiap rumah terdiri satu kepala keluarga. Semua penduduk Desa Sade adalah suku Sasak Lombok. Baca juga: Uniknya Rumah Adat di Desa Sade Lombok, Beratap Alang-alang dan Jerami Penduduk Desa Sade masih satu keturunan karena mereka melakukan perkawinan antar saudara.

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Parajin kain songket di Desa Sade, Lombok.

Mata pencaharian penduduk Desa Sade adalah petani. Mereka menanam padi di sawah tadah hujan sehingga tidak ada irigasi dengan masa panen setahun sekali. Di tengah menunggu masa panen, penduduk Desa Sade memiliki pekerjaan sampingan menenun untuk memenuhi kebutuhan pokok. Jarak tempuh Desa Sade dari Kota Mataram sekitar 43 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam. Perjalanan ke Desa Sade dari Mataram dapat melalui Jalan By Pass Bandara Internasional Lombok.

Sejarah Desa Sade

Desa Sade merupakan kampung asli bagi Suku Sasak yang masih memegang teguh adat istiadatnya. Perkampungan adat ini terletak di Desa Rembitan, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Keunikan dan daya tarik dari kampung ini sendiri sudah terkenal ke sejak tahun 1975. Hingga akhirnya pada tahun 1989 desa ini resmi menjadi desa wisata berdasarkan SK Gubernur NTB No.2 tahun 1989.

Desa ini sendiri memiliki luas sekitar tiga hektare yang diisi oleh 152 kepala keluarga atau sekitar 700 orang. Sebagian besar warganya berprofesi sebagai petani musiman dan juga penenun.

Selama berkunjung Anda dapat melihat berbagai aktivitas khas Suku Sasak serta mengenal budayanya. Mulai dari kesenian, rumah-rumah adat, hingga makanan khas Lombok yang halal asli bisa Anda rasakan sehingga liburan jadi lebih berkesan.

Alamat

Lokasi Desa Adat Sade terletak di Jl. Raya Sade, Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Anda bisa kunjungi tempat ini dengan mudah menggunakan layanan rental Innova bulanan di Lombok plus sopir terdekat.

Jam Buka

Kawasan wisata ini buka setiap hari dari pagi hingga sore malam hari. Namun waktu terbaik berkunjung biasanya dari pagi hingga sore dengan begitu Anda bisa belajar lebih banyak hal.

Hari Jam Buka
Senin – Minggu 08.00 WITA – 19.00 WITA

Tags: tenun lombok

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia