Kekurangan Bahan Plastisin dalam Pembuatan Kerajinan DIY - Tantangan dan Solusinya
Plastisin adalah bahan pemodelan yang terbuat dari garam kalsium, asam alifatik serta petroleum jelly. Tidak seperti keramik, plastisin tidak akan mengeras ketika didiamkan, sehingga plastisin dapat dimainkan berkali-kali dan dibentuk sesuka hati.
Biasanya, plastisin digunakan sebagai mainan anak. Akan tetapi, plastisin tidak hanya berfungsi sebagai mainan saja. Sebab, sifat dari plastisin yang non drying, plastisin juga seri digunakan untuk membuat film stop motion, contohnya seperti Shaun the Sheep dan Wallace and Gromit yang dibuat oleh Nick Park.
Tidak hanya sebagai mainan saja, plastisin juga berfungsi sebagai media pembelajaran yang menyenangkan bagi anak. Selain itu, bermain plastisin ternyata juga memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak. Berikut penjelasannya.
1. Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus
Ketika anak membuat berbagai bentuk dari plastisin yang ia mainkan, maka anak tersebut sedang melatih kekuatan otot kecil di tangan anak. Selain itu, ia juga melatih koordinasi tangan serta mata. Hal ini mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak dan sangat penting bagi tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bagi para orang tua memberikan plastisin yang aman untuk anak.
2. Memberi Efek Menenangkan pada Anak
Ketika akan membentuk plastisin, maka anak akan meremas serta memencet plastisin. Proses pembuatan berbagai bentuk dengan plastisin tersebut, dapat memberikan efek tenang bagi anak. Selain itu, bermain plastisin juga dapat menyalurkan emosi sang anak.
Cara Membuat Plastisin dengan Bahan Aman
Bermain plastisin dapat meningkatkan daya imajinasi anak, mengasah kemampuan analisisnya hingga melatih problem solving sejak dini. Khusus pada anak-anak di bawah usia 6 tahun atau bukan usia sekolah. Tekstur dari plastisin unik dan memiliki warna khas yang beragam, membuat anak-anak penasaran dan memasukan plastisin ke dalam mulut.
Sayangnya, plastisin yang biasa dijual bebas bukanlah plastisin yang terbuat dari bahan food grade dan dapat membahayakan pencernaan atau dapat menyebabkan anak keracunan. Untuk menghindari hal tersebut, Grameds bisa membuat sendiri plastisin dengan bahan-bahan yang aman apabila termakan.
1. Membuat Plastisin dari Tepung
Cara membuat plastisin dengan mudah dan aman apabila termakan oleh anak-anak yang pertama adalah dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di rumah dan sangat mudah didapatkan, seperti tepung.
Karena Grameds ingin membuat plastisin yang aman apabila tidak sengaja termakan, maka Grameds juga perlu memperhatikan jenis pewarna makanan yang digunakan. Alangkah baiknya, gunakan pewarna makanan dan tidak menggunakannya dalam jumlah banyak.
Tidak kalah penting, apabila Grameds memiliki buah hati yang alergi terhadap bahan-bahan tertentu, maka sebaiknya pilih bahan pengganti yang lebih aman. Contohnya bisa menggunakan rempah seperti kunyit untuk memberikan warna kuning, beet untuk warna merah dan lain sebagainya.
Bahan-bahan yang dibutuhkan:
- Tepung terigu 2 gelas
- Garam dapur halus 4 sendok teh
- Air 1 gelas
- Minyak goreng 2 sendok makan
- Pewarna makanan (pastikan bahan atau komposisinya lebih dahulu)
- Alat yang dibutuhkan:
- 2 buah mangkuk atau baskom untuk mengaduk seluruh bahan
- 1 mangkuk untuk mengaduk bahan-bahan dasar sebelum dicampur
- 1 mangkuk untuk memberikan warna, agar tidak bercampur
- Pengaduk atau sendok
- Gelas
Membuat Kerajinan dari Plastisin yang Mudah
Membuat kerajinan dari plastisin cukup mudah, lho! Moms bahkan tidak membutuhkan tutorial khusus untuk membuat kerajinan tangan yang satu ini.
Hal yang perlu Moms lakukan adalah berimajinasi dan mulai membentuk plastisin sesuai dengan yang ada di dalam kepala.
Membuat model dari plastisin juga tak perlu sempurna dan bisa dilakukan sesuka hati.
Jika tidak punya ide, Moms bisa mengunjungi barbarareid.ca dan melihat tutorialnya tentang bagaimana ia membuat ilustrasinya.
Ada berbagai video untuk membuat kerajinan dari plastisin yang bisa Moms tonton bersama Si Kecil untuk membantu mencari ide dan mengembangkan imajinasi.
Moms juga bisa mengembangkan ide dan imajinasi untuk membuat kerajinan plastisin yang mudah lewat beberapa ide berikut.
1. Ukiran, Pembuatan Topeng, Animasi
Seperti diketahui, plastisin adalah tanah liat plastik yang menjadi media seni yang bisa digunakan untuk membuat ukruan pembuatan topeng, pembuatan cetakan, efek khusus, dan animasi tanah liat.
Tanah liat ini tidak kering yang berarti dapat dimodifikasi atau digunakan kembali. Roma Plastolina adalah pilihan populer bagi pematung profesional di seluruh dunia.
Tanah liat Roma Plastilina hadir dalam beberapa tingkat kekerasan di hampir semua aplikasi.
Barang-barang seperti plastisin menarik bagi animator karena bahannya mudah digunakan sehingga cukup fleksibel untuk membuat karakter.
Tanah liat ini juga cukup fleksibel sehingga memungkinkan permukaan bergerak ke berbagai arah. Saat dibentuk pun ia tidak meleleh di bawah pencahayaan studio yang panas karena cukup padat.
30+ Kerajinan dari Plastisin yang Mudah dan Sederhana Dibuat
Kerajinan dari Plastisin – Semua orang pasti sudah pernah mendengar plastisin. Bahan lunak yang satu ini memang sangat sering digunakan untuk membuat berbagai macam produk kerajinan. Pengrajin dapat mengolah plastisin menjadi berbagai bentuk lucu hingga memiliki nilai jual yang tinggi.
Kerajinan dari plastisin juga sangat disukai anak-anak. Sebenarnya, plastisin merupakan bahan pengganti tanah liat yang ditemukan oleh seorang guru seni bernama William Harbutt.
Kala itu, Harbutt berinovasi dan mencari alternatif untuk menunjang kreatifitas muridnya. Plastisin sangat mudah dibentuk karena bahannya yang lunak dan elastis.
Selain itu, plastisin juga didesain sedemikian rupa agar tidak cepat mengeras. Tak hanya pengrajin profesional, plastisin juga dapat dimainkan oleh anak-anak. Plastisin mampu melatih motorik dan kekuatan jari-jari anak.
Sifat lunak dari plastisin juga mampu membuat anak berpikir untuk menciptakan berbagai bentuk yang sesuai dengan imajinasinya. Bila ditekuni dengan sungguh-sungguh, kerajinan dari bahan plastisin ini dapat dijadikan sebagai ladang usaha.
Pasalnya, harga jualnya terbilang cukup tinggi. Ingin tahu apa saja bentuk kerajinan dari plastisin yang paling disukai anak-anak? Simak penjelasannya dibawah ini:
Tahap pertama dalam proses produksi kerajinan tangan adalah menyiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan.
Bahan yang dibutuhkan akan berbeda-beda tergantung pada jenis kerajinan tangan yang akan dibuat. Alat yang dibutuhkan juga akan berbeda-beda, tetapi beberapa alat yang umum digunakan adalah:
6. Pembuatan pola
Jika membuat pola dengan tangan, maka dapat menggunakan kertas atau kain sebagai medianya. Jika membuat pola dengan komputer, maka dapat menggunakan software desain grafis.
7. Pembentukan
Tahap selanjutnya adalah pembentukan. Pembentukan adalah proses mengubah bahan lunak menjadi bentuk yang diinginkan. Cara pembentukan akan berbeda-beda tergantung pada jenis bahan yang digunakan.
Misalnya, tanah liat dapat dibentuk dengan tangan, kulit dapat dibentuk dengan gunting, dan adonan tepung dapat dibentuk dengan rolling pin.
8. Pengeringan
9. Peng finishingan
Tahap terakhir adalah peng finishingan. Peng finishingan adalah proses memberikan sentuhan akhir pada kerajinan tangan agar terlihat lebih menarik. Cara peng finishingan akan berbeda-beda tergantung pada jenis bahan yang digunakan.
Misalnya, tanah liat dapat diwarnai dengan cat, kulit dapat dilapisi vernis, dan adonan tepung dapat dihias dengan permen.
Proses produksi kerajinan tangan dari bahan lunak dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Selain dapat menghasilkan produk yang indah, kegiatan ini juga dapat meningkatkan kreativitas dan keterampilan.
Sumber: KEMDIKBUD-RI.2017
Tags: kerajinan dari bahan produk adalah