Membahas Keindahan dan Makna Motif Hias Kain Tenun dalam Kerajinan Jarum dan DIY
Mengenal Kain Tenun sebagai Kain NTT
Foto: tenun NTT (indonesia.go.id)
Selain itu, tenun bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur dipandang sebagai harta berharga milik keluarga yang bernilai tinggi.
Harganya menjadi sangat tinggi karena tingkat kesulitan dalam proses pembuatan. Selain itu, model motif tenun yang dihasilkan penenun juga berbeda-beda.
Tak heran, proses menenun itu menghasilkan harga kain yang cukup mahal. Harga kain NTT bahkan bisa dijual hingga ratusan juta Rupiah.
Bahkan saking berharganya hasil karya tersebut, kain bekas pakai tersebut juga masih memiliki harga jual yang tinggi.
Dahulu kala, kain tenun dibuat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, yakni sebagai busana biasa.
Namun kemudian, cara memakai kain NTT ini berkembang untuk kebutuhan adat, seperti upacara, tarian, perkawinan, dan pesta.
Hingga kini, kain tenun juga biasa digunakan sebagai selendang, sarung, selimut, hingga pakaian.
Sejak itulah diperkirakan masyarakat setempat sudah mengenal seni dan budaya, seperti misalnya kegiatan menenun.
Fungsi Tenun Sumba
Secara tradisional, fungsi tenun Sumba mempunyai manfaat sebagai berikut :
- Pakaian upacara adat. Laki-laki memakai kain tenun berbentuk persegi panjang di sekitar pinggang sampai setinggi lutut. Sedangkan perempuan memakai sarung berbentuk selongsong yang disebut lau.
- Sebagai alat pertukaran mahar dalam upacara perkawinan. Pihak calon pengantin laki-laki biasanya mempersembahkan emas, perak, dan kuda. Selanjutnya, pihak pengantin perempuan akan membalas dengan memberi kain tenun dan manik-manik. Pertukaran hadiah ini berfungsi untuk membangun hubungan antara dua keluarga.
- Membungkus mayat pada uparara pemakaman. Pada umumnya, banyak pihak yang akan menyumbang kain tenun kepada keluarga yang berduka. Semua kain tenun akan ikut dalam penguburan mayat. Dalam kasus ini, ada kepercayaan bahwa kain tenun akan menjadi bekal pada kehidupan berikutnya di dunia lain. Dunia lain tergambar dengan simbol udang. Udang merupakan hewan yang secara berkala melepaskan kulit kerasnya, kemudian mengganti dengan kulit baru yang lebih lembut. Hal ini menggambarkan konsep bahwa hidup dan mati selalu datang silih berganti untuk memungkinkan adanya kehidupan baru yang berjalan.
Tags: tenun motif