Keindahan dan Kreativitas Motif Kain Tenun Dayak dalam Seni Jahitan dan Proyek DIY
Fungsi Kain Tenun Dayak
- Sebagai Perlengkapan Ritual
Kain tenun dayak ini biasanya berfungsi sebagai perlengkapan ritual yang dilakukan oleh masyarakat dayak. Di dalam pembuatannya harus ada persyaratan yang dipenuhi para penenun dalam membuat kain tenun dayak ini. - Lambang Kesakralan
Motif tenun tertentu pada kain tenun dayak memiliki lambang kesakralan ritual dan tokoh leluhur. - Menjadi Media untuk Berinteraksi dengan Roh Gaib
Kain tenun dayak dipercaya memiliki kekuatan yang dapat membawa kebaikan dan juga keburukan bagi masyarakat. Keburukan tersebut yaitu dapat digunakan sebagai media untuk berinteraksi dengan roh orang yang sudah mati. - Penggambaran Legenda dan Kekuatan Tokoh Leluhur
Motif kain tenun dayak biasanya banyak diambil dan terinspirasi dari tradisi bertutur seperti syair yanag sering dikenal dengan sebutan kana. - Pakaian Sehari-hari
Biasanya kain tenun dayak juga digunakan untuk pakaian yang dikenakan sehari hari.
- Kain Tenun Dayak Kebat
Kain ini merupakan khas dari suku dayak iban yang memiliki warna coklat dan untuk warna motif di dominasi oleh warna putih. Jenis tenunan dari motif ini termasuk yang paling sederhana.
Kain tenun kebat ini biasaya bermotif khas bunga, manusia dan naga. Dalam menyelesaikan kain kebet ini membutuhkan waktu satu bulan dalam menenun 2 lembar.
- Kain Tenun Dayak Sidan
Kain tenun dayak jenis sidan ini pengerjaannya lebih rumit dan sulit jika dibandingkan jenis dari kain tenun dayak kebet. Kain jenis ini tidak bermotif bunga dan orang saja. Untuk warnanya bisa dipesan sesuai dengan permintaan.
Biasanya para pengrajin kain tenun jenis ini menyelesaikan satu lembar kain tenun dayak sidan dalam waktu satu bulan dengan ukuran yaitu 2 x 0,5 meter.
Eksistensi Tenun
Kain Tenun memang sudah ada sejak zaman dulu kala, tapi saya tertarik untuk menilik bagaimana eksistensi kain Tenun Indonesia saat ini. Dari banyak berita dan informasi yang saya dapatkan bahwasanya, kain Tenun sudah merambah ke industri lokal dan mancanegara.
Banyak orang, bahkan dari kalangan terpandang, selebriti dan perancang busana terkenal yang sudah menggunakan bahkan memodifikasi kain Tenun menjadi busana yang elok serta ramah bagi seluruh pemakai dari umur atau budaya yang beragam.
Eksistensi Tenun pun saat ini beragam digunakan dan dikombinasikannya. Tak lagi, kain Tenun digunakan hanya untuk kain pelengkap dalam sebuah tradisi, namun penggunaannya sudah bisa dikombinasikan dan dimodifikasi sebagai hiasan busana tambahan.
Kain Tenun Indonesia pun bisa dipadupadankan pula dengan kain Tenun khas lain yang juga berasal dari daerah atau provinsi berbeda di Indonesia.
Sejarah Kain Tenun Dayak
Kain tenun dayak merupakan warisan dari leluhur nenk moyang yang diturunkan dari generasi ke generasi selanjutnya. Di setiap motif dari kain tenun dayak memiliki sejarahnya sendiri sendiri dan berbeda satu dengan lainnya.
Kain tenun dayak dibuat secara tradisional oleh masyarakat dayak, ada yang dikenakan, dijual dan dipajang di dalam rumahnya. Pada jaman dahulu motif dari kain tenun dayak ini yaitu motif manusia. Namun pada saat ini kebanyakan motif alam seperti tanaman dan hewan.
Motif alam menandakan kesejahteraan dan rezeki yang baik yang datang dari dewa untuk masyarakat dayak. Untuk membuat motif kain dayak tidak sembarangan, mereka harus mendapatkan mimpi terlebih dahulu. Mimpi bahwa mereka harus menenun motif seperti apa.
Jika tidak bermimpi terlebih dahulu tidak bisa bahkan kain yang ditenun bahkan tidak jadi. Selain itu, jika ada keluarga yang meninggal tidak boleh menenun, hal ini merupakan pantangan. Jika pantangan tersebut dilanggar, satu keluarga bisa jatuh sakit.
Untuk motif manusia pada kain tenun dayak masih dibuat atau diproduksi, namun sedikit dan hanya digunakan untuk acara adat. Pewarnaan dalam kain tenun dayak ini biasanya menggunakan warna yang lembut dan mereka menggunakan pewarna alami dari tanaman yang ada disekitarnya.
Namun, pada saat ini pewarnaan kain tenun dayak juga berubah dan menyesuaikan selera pasar yang banyak menyukai warna warna yang cerah. Untuk membuat kain tenun dayak diperlukan waktu sekitar 3 bulan, bahkan ada yang setahun.
Kain tenun dayak pada jaman modern ini masih ada dan tetap dilestarikan keberadaannya agar tidak punah. Karena kain tenun dayak merupakan salah satu kain tradisional dari Indonesia yang harus terus ada dari generasi ke generasi sebagai ciri khas dari bangsa Indonesia.
Tags: tenun motif