... 10 Motif Sulaman Bordir Terpopuler untuk Proyek DIY Anda

Seni Sulaman dan Bordir - Elemen Memesona dari Motif Sulaman

Teknik sulaman [ sunting | sunting sumber ]

Adapun kapalo samek adalah teknik sulaman yang terbentuk dari bulatan-bulatan kecil pada kain. Proses pembuatannya yakni benang dililitkan pada jarum baru ditusukan pada kain sehingga benang lilitan itu timbul pada kain. Biasanya, bagian pinggir bunga dijahitkan benang emas, agar bentuk bunganya lebih nyata. [5]

Berhubung proses pembuatan sulaman baik suji caia maupun kapalo samek berlangsung dalam waktu lama, selama rentang waktu pengerjaankain bahan tetap dibiarkan pada pamedangan. Oleh sebab itu, agar kain bahan tidak kena debu atau kotoran lain, maka ditutup dengan plastik. Plastik hanya dibuka ketika menyulam dan itu hanya pooa bagian yang sedang dikerjakan, sedangkan yang lainnya tetap tertutup plastik. [5]

Belajar Tentang Bordir (Embroidery)

Bordir atau sulaman adalah hiasan yang dibuat di atas kain atau bahan-bahan lain dengan jarum jahit dan benang. Selain benang, hiasan untuk sulaman atau bordir dapat menggunakan bahan-bahan seperti logam, beads, manik-manik, bulu burung, dan payet.

Bordir berasal dari bahasa Belanda “Borduur” atau “menyulam” yaitu salah satu jenis sulaman yang dikerjakan dengan mesin jahit/mesin bordir.

Tusuk dasar yang dipakai membordir adalah tusuk/setik biasa dan tusuk loncat. Tusuk biasa adalah tusuk tikam jejak atau tusuk mesin jahit sedangkan tusuk loncat adalah pengembangan dari tusuk biasa dengan cara membuat loncatan-loncatan yang teratur dengan lebar loncatan sesuai dengan yang kita kehendaki atau sesuai dengan motif dan jenis sulaman yang hendak kita kerjakan.

Jenis-jenis sulaman bordir adalah perpaduan antara tusuk yang satu dengan yang lain. Dengan memvariasikan berbagai macam tusuk dan kreativitas dalam mengembangkan motif akan tercipta suatu teknik bordir yang beragam.

Beberapa teknik dasar atau tusuk sulaman paling awal adalah tusuk rantai (chain stitch), tusuk selimut (blanket stitch), tusuk lurus/jelujur (running stitch), tusuk satin, tusuk silang (cross stitch). Tusuk-tusuk tersebut sampai saat ini masih menjadi teknik dasar bordir tangan.

Selain disulam dengan tangan, ada juga dengan mesin jahit dan Mesin Bordir komputer. Bordir dengan mesin akan mendapatkan hasil yang relatif lebih banyak dengan waktu yang lebih singkat jika dibandingkan dengan sulaman tangan.

Kain dan benang yang dipakai untuk seni bordir berbeda-beda menurut tempat dan negara. Sejak ribuan tahun yang lalu, kain atau bedang dari wol, linen, dan sutra sudah dipakai untuk membuat sulaman. Selain benang dari wol, linen, dan sutra, sulaman modern menggunakan benang sulam dari katun atau rayon.

Pengertian Bordir

Sudahkah mengetahui tentang apa itu bordir? Bordir, disebut juga sulaman merupakan hiasan/dekorasi yang pembuatannya dilakukan di kain atau bahan lainnya menggunakan jarum jahit serta benang. Hiasan bordir juga bisa memakai benda lain sesuai kreatifitas.

Misalnya mutiara, bulu burung, payet, manik-manik, logam, dan sebagainya. Dalam membordir, ada berbagai jenis tusukan paling umum yaitu rantai, kelim, jelujur, serta silang. Bukan saja dijahit menggunakan tangan, kini bordiran juga bisa dilakukan dengan bantuan mesin bordir.

Dalam seni bordir, penggunaan kain serta benangnya menyesuaikan adat dari tempat pembuatannya. Sejak ribuan tahun silam, kain dan benang dari sutra, linen, serta wol dibuat untuk menyulam.

Teknik ini banyak digunakan oleh jasa konveksi untuk memproduksi pakaian dalam jumlah besar. Berkat perkembangan sumber daya, sulaman modern kini memakai benang rayon atau katun. Alat-alat pembuatannya antara lain:

1. Mesin Jahit dan Pemidangan

Di bagian tengahnya terdapat lubang, tujuannya menjaga sehingga kain tetap kencang dan rata, tentunya agar tidak kerut ketika di bordir. Fungsi lainnya yakni menggerakkan kain dengan memegang tepian pembidangannya.

2. Gunting

Tak lupa perlu menyiapkan gunting untuk aktivitas membordir. Terdapat dua jenis gunting yang bisa dipakai, yaitu gunting biasa untuk kain, serat gunting bordir. Gunting khusus bordir berukuran kecil, biasanya dipakai untuk melubangi motif kecil, membersihkan tiras benang, dan sebagainya.

3. Jarum Mesin dan Plat Bordir

Alat selanjutnya yang diperlukan adalah jarum mesin dengan ukuran kecil, misalnya 9 atau 11. Sebab, benang bordir cukup halus sehingga perlu hati-hati dalam menggunakannya. Selanjutnya dibutuhkan plat bordir.

Ini merupakan alat bantu untuk membordir, dipakai apabila mesin jahitnya tidak dilengkapi pengaturan untuk menaikkan dan menurunkan gigi mesin. Alat ini dapat mempermudah pembordiran, sehingga gigi penggerak bisa digunakan dengan arah yang pas.

Sejarah [ sunting | sunting sumber ]

Pada awalnya, selendang bersulam Koto Gadang hanya dipakai oleh orang Koto Gadang dan tabu apabila dipakai oleh orang di luar Koto Gadang. Bahkan, keterampilan menyulam tidak diajarkan kepada orang yang bukan asli Koto Gadang. Sulaman Koto Gadang mulai terkenal sejak berdirinya Kerajinan Amai Setia pada 1911. Didirikan oleh Roehana Koeddoes, sekolah tersebut mengajarkan berrnacam-macam keterampilan rumah tangga untuk perempuan, termasuk menyulam, baik untuk perempuan Koto Gadang maupun dari luar Koto Gadang. Lama kelamaan, selendang bersulam Koto Gadang dikenal oleh orang dan bahkan banyak pesanan akan selendang tersebut. Salah seorang rekan Roehana yang seorang saudagar, Hadisah memasarkan hasil sulaman Koto Gadang ke istri pejabat-pejabat Belanda untuk dipakai atau dikirimkan ke kolega mereka di luar Minangkabau, yakni Eropa. [13] [2] Sementara itu, rekan Roehana yang lain, Rukbeny memperkenalkan selendang bersulam Koto Gadang ke luar daerah Sumatera Barat. [14]

Sejak Kerajinan Amai Setia berdiri, kegiatan menyulam menjadi pekeijaan yang digemari perempuan Koto Gadang. Selain dapat menghasilkan uang, pekerjaan menyulam bagi perempuan dianggap sebagai pekerjaan yang mulia. [13] Perempuan dapat bekerja di dalam rumah sambil mengurus keluarga. Saat ini, sulaman Koto Gadang menjadi produk yang diincar perempuan Paris dan Belanda. Meski tak seperti abad ke-19, perempuan Koto Gadang masih menghasilkan kain bersulam aneka motif dan cara pengerjaan. [2]

Penyebutan sulaman kadang disamakan dengan bordir karena memiliki persamaan. Perbedaannya terletak pada hasil dan cara pengerjaannya. Menurut Ernatip, peneliti Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Padang, penyebutan bordir di Minangkabau identik dengan sebuah kain yang memiliki hiasan yang dibuat oleh teknologi mesin, sedangkan apabila hiasan dikerjakan dengan keterampilan tangan rnaka lebih dikenal dengan sebutan sulaman. [13] Baik sulaman maupun bordir masih tetap eksis dalam masyarakat Minangkabau sebagai salah satu warisan masa lampau. [7]


Tags: sulam motif bordir

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia