... Desain Unik dan Artistik: Download Gratis Motif Tenun NTT Vector untuk Projek DIY dan Kerajinan Tangan Anda!

Keindahan Motif Tenun NTT dalam Seni Rajut dan DIY

Motif Kain Tenun Kurangu

Motif Kurangu atau dalam Bahasa NTT punya arti motif udang. Motif batik khas NTT dengan bentuk udang ini sepertinya adalah yang paling populer yang bisa anda temukan bila berkunjung ke NTT. Hal ini karena memang salah satu makanan favorit raja raja Sumba terdahulu adalah udang.

Sehingga diambil dari filosofi inilah kain tenun Kurangu ini dibuat. Namun dibalik pemilihan udang sebagai motif kain tenun, ada makna lain yang menarik. Masyarakat NTT percaya bahwa udang yang punya kulit luar yang keras dan akan mengganti kulit pada periode tertentu, adalah cerminan fase kehidupan manusia.

Manusia yang tumbuh dalam kehidupan ini akan selalu mengalami perubahan dan peningkatan dalam hidupnya. Sehingga lambing sebagai udang ini bisa diartikan bahwa dibalik suatu kematian aka nada kehidupan lainnya yang menunggu. Makna filosofis ini kemudian digunakan sebagai motif kain tenun.

Motif Kain Tenun Sumba, NTT

Bagi masyarakat Sumba, kain tenun memiliki multi fungsi. Kain tenun dapat berfungsi sebagai alat tukar, hadiah, mas kawin, harta benda, membungkus bayi yang baru lahir maupun membungkus jenazah.

Marie Jeanne Adams penulis buku ‘Decorative Arts of Sumba’ mengemukakan, bahwa secara umum, motif dan ragam hias kain tenun Sumba cenderung berukuran besar-besar. Meskipun begitu, terdapat perbedaan motif yang cukup signifikan pada kain tenun Sumba Barat dan Sumba Timur.

Kain tenun Sumba Timur mencerminkan kemeriahan, kaya dan beragam dengan ornamen dekoratif margasatwa yang tampak realistis. Sedangkan kain tenun Sumba Barat mencerminkan kesederhanaan yang dihiasi dengan garis-garis halus indigo. Permukaannya polos tanpa ornamen, hanya di bagian bawah dan atas terdapat hiasan simetris atau figur hewan.

Di Sumba Timur, sentra kain tenun diantaranya terdapat di Waingapu, Kanatang, Kambera, Rindi. Sementara di Sumba Barat, sentra tenun antara lain terdapat di Kodi, Waikabubak, Wanokaka dan Lamboya.

Berikut beberapa motif kain tenun dari Sumba:

Motif Kaliuda

Motif Andungu

Motif Kurangu

Motif Mamuli

Jenis dan Motif Kain NTT

Foto: kain tenun NTT (tripsumba.com)

Menurut proses produksi, jenis dan motif kain NTT ini terbagi menjadi beberapa jenis. Yaitu, tenun ikat, tenun buna, dan tenun lotis atau sotis atau songket.

1. Tenun Ikat

Seperti namanya, tenun ikat memiliki proses pembentukan motif dengan cara pengikatan benang. Di NTT, benang lungsi lah yang akan diikat dan akan menghasilkan motif yang unik.

Dalam pembuatan kain tenun ikat, maka benang akan digabungkan secara memanjang dan melintang.

2. Tenun Buna

Alhasil, teknik ini menghasilkan motif dengan berbagai warna yang begitu memikat mata.

3. Tenun Lotis

Ini adalah kain khas NTT yang sering disebut dengan kain songket dan memiliki proses pembuatan yang mirip dengan tenun buna.

Warnanya identik dengan warna dasar gelap seperti hitam, cokelat, biru tua, dan merah hati.

Perajin tenun biasa menggunakan pewarna alami seperti tauk, mengkudu, kunyit, dan tanaman lainnya.

Yakni, bisa mempercepat proses pengerjaan, tahan luntur dan sinar, tahan gosok, serta warnanya juga lebih beragam.

Selain itu, di masyarakat NTT, motif tenun dapat mencirikan dari mana si pemakai berasal. Sebab, dalam motif tenun tergambar ciri khas suatu suku atau pulau yang ia diami.

Motif di kain tenun merupakan wujud dari kehidupan masyarakat dan bentuk ikatan emosional yang erat dengan masyarakat tersebut.

Masyarakat NTT begitu bangga dan senang menggunakan tenunan asal sukunya, dan sebaliknya mereka akan canggung dan malu jika menggunakan tenunan dari suku lain.

Tiap kerajaan, kelompok suku, wilayah dan pulau juga menciptakan sejumlah pola atau motif hiasan yang khas pada tenunannya.

Kemudian, diturunkan dengan cara mengajarkan kepada anak cucu mereka supaya kelestarian seni tenun terus terjaga.


Tags: tenun motif vector

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia