... 10 Motif Tenun Siak Terinspirasi untuk Proyek Kerajinan DIY Anda

Keindahan dan Makna Motif Tenun Siak dalam Seni Menjahit dan Kerajinan Sendiri

Mengenal motif wastra dan maknanya

Untuk lebih mengenal berbagai wastra nusantara, berikut disajikan beberapa gambar motif beserta filosofinya.

1. Songket Palembang (Sumatra Selatan)

Motif songket palembang | Foto: Songket Palembang

Songket asli Palembang dibuat dengan metode mengaitkan dan mengambil sejumput kain tenun, kemudian menyelipkan benang berlapis emas atau benang sutera. Hal ini terkait dengan sejarah kejayaan kerajaan Sriwijaya. Saat itu, masyarakat membuat kain songket yang asli dengan benang emas murni empat belas karat.

Ketika dasar kain suteranya lapuk karna usia. Benang emas ini akan ditarik dan ditenun kembali pada sutera yang baru. Dengan kualitas tersebut, tenun songket asli terkenal dengan sebutan songket jantung atau songket cabutan, karena terbuat dari benang emas cap jantung atau cabutan dari benang emas lama.

Jenis songket Palembang juga dibedakan dari segi desain, Songket Lepus adalah songket dengan desain benang emas penuh, sedang Songket Tawur adalah songket dengan desain emas tersebar.

Motifnya pun mengandung makna yang berbeda-beda. Misalnya motif bunga seperti mawar yang mempunyai arti sebagai penawar malapetaka, motif melati melambangkan kesucian dan sopan santun, dan bunga tanjung berarti keramah-tamahan sebagai nyonya rumah sebagai lambang ucapan selamat datang.

Proses pembuatannya terbilang cukup rumit, para pengrajin bisa menghabiskan berbulan-bulan untuk membuat satu kain songket. Tak heran jika nilai jualnya cukup tinggi.

2. Tenun Siak (Riau)

Motif Tenun Siak | Foto: Agenda Indonesia

Mengandung Nilai-Nilai Luhur

Masyarakat Riau percaya terdapat nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam motif tenun Siak ini. Nilai tersebut mengacu pada sifat-sifat dari setiap benda atau mahluk yang dijadikan corak di kain tenun Siak tersebut.

Dari nilai-nilai setiap sifat tadi, dipadukan dengan nilai-nilai kepercayaan dan budaya tempatan, kemudian dikaitkan dengan nilai luhur agama Islam.

Contoh dari nilai-nilai luhur di kain tenun Siak ini yaitu nilai-nilai ketakwaan yang tertuang pada motif bintang-bintang. Lalu nilai kerukunan tertuang pada motif Balam Dua Setengget, Akar berpilin dan Kembang Setaman.

Kemudian, nilai kasih sayang tertuju pada motif seluruh corak bunga-bungaan atau flora seperti Bunga Kundur, Bunga Melati, Kembang Setaman, dan lain sebagainya.

Terakhir, nilai kesuburan yang menggambarkan corak Kaluk Paku dan juga Awan Larat.

Jatuh cinta kepada wastra Indonesia

Dian Oerip mengenakan wastra | Foto: Jogja Tribun

Keindahannya membuat banyak hati dari berbagai bangsa di dunia jatuh cinta, bahkan mengoleksinya. Tak heran jika keberadaannya sering menjadi sorotan media dan kajian para cendekia dari berbagai bidang keilmuan.

Dian melestarikan Wastra Indonesia lewat bisnis sebagai bentuk kecintaannya terhadap kain-kain tradisional yang ditemuinya. Hal serupa juga dapat kita lakukan, mulai dari hal kecil seperti memakai wastra dalam keseharian, berwisata wastra ke lokasi-lokasi penenun di daerah, mengunggah proses kreatif dan motif kain wastra di media sosial dan sebagainya.

Dengan memahami proses dan filosofi dibalik motif kain tradisional, kita dapat merasakan pengalaman jatuh cinta saat mengenakan kain-kain adat nusantara. Hal ini tentunya penting untuk menjaga dan melestarikan kekayaan kain tradisional dan wastra nusantara.*

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Mefa Indriati
Universitas Pendidikan Indonesia
Indonesia

Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia

Turmudi Turmudi
Universitas Pendidikan Indonesia
Indonesia

Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia

Jarnawi Afgani Dahlan
Universitas Pendidikan Indonesia
Indonesia

Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia

  • FOCUS AND SCOPE
  • EDITORIAL TEAM
  • REVIEWER
  • PEER REVIEW PROCESS
  • PUBLICATION ETHICS
  • AUTHOR GUIDELINES
  • ONLINE SUBMISSION
  • COPYRIGHT NOTICE
  • THE AUTHOR LETTER OF STATEMENT
  • JOURNAL HISTORY
  • AUTHOR FEES
  • PLAGIARISM
  • PERMISSIONS COPYRIGHT
  • OPEN ACCES POLICY

Tags: tenun motif

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia