... 10 Motif Tenun Siak Terinspirasi untuk Proyek Kerajinan DIY Anda

Keindahan dan Makna Motif Tenun Siak dalam Seni Menjahit dan Kerajinan Sendiri

Mengandung Nilai-Nilai Luhur

Masyarakat Riau percaya terdapat nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam motif tenun Siak ini. Nilai tersebut mengacu pada sifat-sifat dari setiap benda atau mahluk yang dijadikan corak di kain tenun Siak tersebut.

Dari nilai-nilai setiap sifat tadi, dipadukan dengan nilai-nilai kepercayaan dan budaya tempatan, kemudian dikaitkan dengan nilai luhur agama Islam.

Contoh dari nilai-nilai luhur di kain tenun Siak ini yaitu nilai-nilai ketakwaan yang tertuang pada motif bintang-bintang. Lalu nilai kerukunan tertuang pada motif Balam Dua Setengget, Akar berpilin dan Kembang Setaman.

Kemudian, nilai kasih sayang tertuju pada motif seluruh corak bunga-bungaan atau flora seperti Bunga Kundur, Bunga Melati, Kembang Setaman, dan lain sebagainya.

Terakhir, nilai kesuburan yang menggambarkan corak Kaluk Paku dan juga Awan Larat.

Corak dari Alam

Tenun Siak diadaptasi atau bersumber dari alam, seperti flora, fauna, dan juga benda-benda angkasa. Corak itulah yang menjadi pola utama, lalu dibuat dalam bentuk-bentuk tertentu.

Misalnya, Bunga Kundur, Bunga Hutan, maupun dalam bentuk yang sudah diabstrakkan atau diubah sehingga tak lagi berbentuk wujud aslinya.

Bentuk-bentuk yang sudah diabstrakkan tersebut, contohnya seperti Itik Pulang Petang, Semut Beriring, dan Lebah Bergantung.

Dari keseluruhan corak yang ada, lazimnya masyarakat Riau cenderung menggunakan corak flora atau tumbuhan. Hal ini dikarenakan corak tersebut biasa digunakan oleh orang Melayu yang mayoritas beragama Islam.

Selain itu, penggunaan corak flora ini menghindari dari maksud yang terkait dengan hal-hal yang berbau "berhala".

  • Mengenal Dongkrek, Kesenian Tradisional dari Madiun yang Hampir Punah
  • Mengenal Tari Tanduak, Tarian Tradisional Warisan Kerajaan Jambu Lipo di Sumatra Barat
  • Tradisi Nirok Nanggok, Cara Masyarakat Belitung Mencari Ikan di Sungai Ketika Musim Kemarau Tiba
  • Tinggal Dekat dengan Perbatasan Malaysia, Begini Kehidupan Masyarakat Suku Dayak Iban
  • Kejagung Buka Suara soal Peluang Panggil Sandra Dewi di Kasus Korupsi Harvey Moeis
  • VIDEO: Timnas U 23 Kalahkan Korsel, STY Ternyata Jadi Ancaman Besar & Dianggap Punya Mata-Mata?

Mefa Indriati
Universitas Pendidikan Indonesia
Indonesia

Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia

Turmudi Turmudi
Universitas Pendidikan Indonesia
Indonesia

Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia

Jarnawi Afgani Dahlan
Universitas Pendidikan Indonesia
Indonesia

Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia

  • FOCUS AND SCOPE
  • EDITORIAL TEAM
  • REVIEWER
  • PEER REVIEW PROCESS
  • PUBLICATION ETHICS
  • AUTHOR GUIDELINES
  • ONLINE SUBMISSION
  • COPYRIGHT NOTICE
  • THE AUTHOR LETTER OF STATEMENT
  • JOURNAL HISTORY
  • AUTHOR FEES
  • PLAGIARISM
  • PERMISSIONS COPYRIGHT
  • OPEN ACCES POLICY

Frieze Pattern on Siak Weaving Motifs and Their Implementation in Mathematics Learning

Mefa Indriati, Turmudi Turmudi, Jarnawi Afgani Dahlan
Sari
Teks Lengkap:
Referensi

Akkapurlaura. A. (2015) Pengembangan Motif Rantai, Tampuk Manggis, Pucuk Rebung, Siku Awan, dan Lebah Bergayut pada kain Songket Melayu Riau. Seminar Nasional Cendekiawan. Universitas Trisakti. Jakarta. https://doi.org/10.25105/semnas.v0i0.121

Andriani, L, & Muchyidin, A. (2020). Frieze Group Pattern on Buyung Kuningan Dance Movement. Journal of Mathematics Education and Science (JES-MAT), 6(2), 81-100. https://doi.org/10.25134/jes-mat.v6i2.2997

Astriandini, M.G., & Kristanto, Y.D. (2021). Kajian Etnomatematika Pola Batik Keraton Surakarta Melalui Analisis Simetri. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 10(1), 13-24. DOI: https://doi.org/10.31980/mosharafa.v10i1.831

Barton, W. (1996). Ethnomathematics: Exploring Cultural Diversity in Mathematics. New Zealand University of Auckland.

Bunari., Fikri,A., Pernantah, P.S, & Fiqri,Y.A. (2021). Perkembangan Pembuatan Tenun Melayu Siak: Suatu Tinjauan Historis. Diakronika 21(1). 1-10. https://doi.org/10.24036/diakronika/vol21-iss1/170.

Effendy,T. (2013). Lambang dan Falsafah dalam Seni Bina Melayu. Pekanbaru: Yayasan Tennas Effendy.

Fajriyah, E. (2018). Peran Etnomatematika Terkait Konsep Matematika dalam Mendukung Literasi. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 1(1), 114-119.

Cooper, C.D.H. (2013). Techniques of Algebra. Australia: Macquarie University.

Gallian, & Joseph, A. (2010). Contemporary Abstract Algebra. USA: Sevent Edition, Brooks/Cole Cengage Learning, Belmont, CA 94002-3098

Gual, Y.A. (2021). Pergeseran Penggunaan Tenun Ikat pada Masyarakat Desa Tanah Putih. Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1), 85–110.

Guslinda, & Kurniawan, O. (2016). Perubahan Bentuk, Fungsi dan Makna Tenun Songket Siak pada Masyarakat Melayu Riau. Jurnal Primary Program Studi PGSD Universitas Riau, 5(1), 2303-1514. http://dx.doi.org/10.33578/jpfkip.v5i1.3676


Tags: tenun motif

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia