... Pengertian Hiasan Tenun Serat: Panduan DIY dan Inspirasi Kreatif untuk Kerajinan Rajut

Pengertian Hiasan Tenun Serat - Menggali Kecantikan dalam Seni Jahit dan DIY

E. Apa Fungsi Ragam Hias pada Bahan Tekstil?

Penerapan ragam hias pada bahan tekstil dilakukan dengan teknik yang berbeda-beda, misalnya batik, sulam, bordir, songket, sablon, tenun ikat, dan lukis. Salah satu penerapan ragam hias adalah teknik lukis yang diterapkan pada tas kain. Tas kain atau totebag terbuat dari bahan kain yang menyerap cat. Menggunakan pewarna misalnya cat tekstil atau cat sablon dengan alat kuas.

Berikut ini contoh penerapan ragam hias pada tas kain atau totebag, dengan teknik lukis. Perhatikan gambar dan langkah-langkahnya berikut ini,

Lebih jelasnya silahkan simak video penerapan ragam hias pada bahan tekstil berikut ini.


Demikian ulasan tentang "Penerapan Ragam Hias Pada Bahan Tekstil" yang dapat kami sampaikan. Baca juga artikel materi pelajaran Seni Budaya menarik lainnya hanya di situs SeniBudayaku.com.

Sejarah Alat Tenun

Sejarah alat tenun dimulai sejak zaman prasejarah ketika manusia mulai menciptakan kain. Pada masa lalu, alat tenun terbuat dari kayu atau tanduk binatang. Alat tenun tertua yang ditemukan berasal dari Mesir Kuno dan diperkirakan berasal dari sekitar 5000 tahun yang lalu. Biasanya alat tenun ini terbuat dari kayu dan disebut “pes”. Alat tenun pes memiliki desain sederhana dan digunakan untuk membuat kain linen.

Pada zaman Mesir Kuno, proses menenun menjadi sangat penting karena kain yang dihasilkan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk untuk membalut mayat. Dalam masa itu, kain dianggap sebagai barang yang sangat berharga dan hanya bisa dimiliki oleh orang-orang kaya.

Pada abad ke-18, mesin tenun mekanis ditemukan dan menjadi sangat populer di seluruh dunia. Mesin tenun mekanis memungkinkan produksi kain yang lebih cepat dan lebih efisien, yang membuat harga kain menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat. Seiring berjalannya waktu, mesin tenun semakin canggih dan mampu menghasilkan kain dengan kualitas yang lebih baik.

Jenis-Jenis Kain Tenun

Ada banyak jenis kain tenun yang dapat dihasilkan dengan menggunakan alat tenun. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Batik: Kain batik merupakan jenis kain tenun yang sangat populer di Indonesia. Proses pembuatannya melibatkan teknik mengecat kain dengan pewarna alami dan menenun dengan pola tertentu.
  2. Songket: Kain songket merupakan jenis kain tenun yang berasal dari Sumatera dan Malaysia. Kain ini dihiasi dengan benang emas atau perak yang ditenun di dalamnya.
  3. Tenun ikat: Kain tenun ikat merupakan jenis kain tenun yang proses pembuatannya melibatkan pengikatan benang dengan pola tertentu sebelum benang tersebut ditenun menjadi kain.
  4. Tenun ulos: Kain tenun ulos merupakan jenis kain tenun tradisional dari Sumatera Utara. Kain ini memiliki banyak varian pola dan dianggap sebagai kain sakral yang memiliki nilai budaya yang tinggi.
  5. Kain sarung: Kain sarung adalah jenis kain tenun yang digunakan sebagai penutup badan atau kain pelilit pada bagian bawah tubuh. Kain sarung memiliki banyak varian pola dan warna yang bervariasi di seluruh Indonesia.
  6. Kain lurik: Kain lurik adalah jenis kain tenun asli Indonesia yang memiliki pola garis-garis diagonal. Kain ini biasanya digunakan sebagai bahan busana atau bahan untuk membuat tas dan dompet.
  7. Kain endek: Kain endek adalah jenis kain tenun asli Bali yang memiliki pola khas daerah Bali. Kain ini biasanya digunakan sebagai bahan untuk pakaian tradisional Bali seperti kebaya dan sarung.

Itu hanyalah beberapa contoh jenis kain tenun yang dapat dihasilkan dengan menggunakan alat tenun. Di seluruh dunia, ada banyak jenis kain tenun tradisional yang memiliki keunikan dan keindahan tersendiri.

Fungsi dan Prinsip Kerajinan Tekstil

Kerajinan sejatinya adalah bagian dari seni, tepatnya seni terapan. Artinya, kerajinan adalah proses produksi yang melibatkan keterampilan manual dalam membuat benda-benda kebutuhan hidup yang dirancang untuk tujuan fungsional (kegunaan) serta memiliki nilai keindahan.

Fungsi Kerajinan Tekstil

Oleh karena itu, Produk kerajinan tentunya memiliki fungsi dan tujuan. Selain untuk menghias dan kegunaan praktis, produk kerajinan tekstil juga dibuat untuk berbagai fungsi lainnya. Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 38) fungsi dari produk kerajinan tekstil adalah sebagai berikut.

  1. Fungsi penghias, kerajinan yang dibuat semata-mata sebagai hiasan pada suatu benda atau sebagai pajangan suatu ruang dan tidak memiliki makna tertentu selain menghias. Contohnya hiasan dinding.
  2. Fungsi benda pakai, kerajinan yang dibuat berdasarkan tujuan untuk digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari. Contohnya busana, tas, dan asesoris.
  3. Fungsi kelengkapan ritual, kerajinan yang mengandung simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan spiritual. Contohnya ulos. Kain tenun tersebut yang dikenakan saat upacara pernikahan, pemakaman, dan pesta adat lainnya.
  4. Fungsi simbolik, kerajinan tekstil tradisional selain sebagai hiasan juga berfungsi melambangkan hal tertentu yang berhubungan dengan nilai spiritual. Contohnya tapestri, tenun, dan batik yang dibuat dengan motif simbolik.

Selain itu, kerajinan tekstil yang bertujuan sebagai fungsi hias dan fungsi pakai sama-sama memiliki nilai ekonomis. Kerajinan juga dapat menambah nilai jual suatu produk. Kemudian, kerajinan tekstil sebagai fungsi hias dibuat dengan tujuan sebagai berikut.

Prinsip Kerajinan Tekstil

Lantas bagaimana caranya agar kerajinan yang kita buat memiliki berbagai fungsi dan tujuan dari kerajinan tekstil. Apa saja yang menjadi tumpuan atau patokan agar kerajinan tekstil yang kita buat memiliki kualitas yang baik? Prinsip kerajinan tekstil adalah jawabannya.


Tags: tenun pengertian hiasan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia