... Pengertian Kemasan untuk Benda Kerajinan: Cara Penting dalam Dunia Sulam dan DIY

Pengertian Kemasan untuk Benda Kerajinan - Seni Mempresentasikan Karya Tangan dengan Indah

Fungsi Kemasan

Pengemasan memainkan peran penting sejak produk dikembangkan hingga produk dikonsumsi sepenuhnya. Fungsi kemasan ini antara lain:

  1. Wadah produk: Sebagian besar produk perlu disimpan baik selama transportasi, penyimpanan, atau konsumsi. Pengemasan memastikan produk tetap tersedia saat dibutuhkan.
  2. Melindungi produk: Kemasan melindungi produk dan menjaga kualitas, fitur, dan kegunaan dari kerusakan atau kontaminasi selama transportasi, penyimpanan, dan konsumsi.
  3. Membantu penanganan dan penggunaan produk: Pengemasan yang tepat membantu penanganan produk dan memudahkan pengangkutan, pengiriman, dan bahkan penggunaan produk.
  4. Membedakan produk dan membuatnya menonjol: Kemasan memudahkan pelanggan untuk mengidentifikasi dan membedakannya dari produk lain. Selain itu, paket yang menarik memiliki properti untuk menonjol dan menarik pelanggan ke arah itu.
  5. Merupakan bagian dari strategi pemasaran produk: Paket yang menarik dan/atau informatif membuat produk menonjol dan memiliki daya tarik promosi. Pengemasan juga bertindak sebagai titik kontak terakhir yang membantu dalam promosi dan penjualan produk.
  6. Memberikan kenyamanan pelanggan: Kemasan juga merupakan alat kenyamanan yang memudahkan pelanggan untuk membawa, mengangkut, dan menggunakan produk.
  7. Bertindak sebagai media komunikasi: Pengemasan bersama dengan pelabelan membantu mengkomunikasikan identitas merek, pesan merk , dan informasi produk dan perusahaan kepada pelanggan.
  8. Menambah nilai estetika: Kemasan dapat membuat produk yang sederhana terlihat menarik atau produk yang unik terlihat biasa saja. Ini adalah titik sentuh estetika penting yang dapat membuat atau menghancurkan penjualan.

Tujuan Kemasan Produk

Menurut Louw & Kimber (2007, dalam Firmansyah, 2019, hlm. 181) kemasan produk dan pelabelan kemasan mempunyai beberapa tujuan sebagai berikut.

  1. Physical Production.
    Melindungi objek dari suhu, getaran, guncangan, tekanan dan sebagainya.
  2. Barrier Protection.
    Melindungi dari hambatan oksigen uap air, debu, dan sebagainya.
  3. Containment or Agglomeration.
    Benda-benda kecil biasanya dikelompokkan bersama dalam satu paket untuk efisiensi transportasi dan penanganan.
  4. Information Transmission.
    Informasi tentang cara menggunakan transportasi, daur ulang, atau membuang paket produk yang sering terdapat pada kemasan atau label.
  5. Reducing Theft.
    Kemasan yang tidak dapat ditutup kembali atau akan rusak secara fisik (menunjukkan tanda-tanda pembukaan) sangat membantu dalam pencegahan pencurian. Paket juga termasuk memberikan kesempatan sebagai perangkat anti pencurian.
  6. Convenience.
    Fitur yang menambah kenyamanan dalam distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan, kembali penutup, penggunaan dan digunakan kembali.
  7. Marketing.
    Kemasan dan label dapat digunakan oleh pemasar untuk mendorong calon pembeli untuk membeli produk.

Selanjutnya, menurut Firmansyah (2019, hlm. 177) ada beberapa alasan dilakukannya pengemasan sebuah produk. Beberapa tujuan kemasan produk tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Kemasan untuk keamanan produk yang dipasarkan.
    Kemasan dapat melindungi produk dalam perjalanannya dari produsen ke konsumen. Produk-produk yang dikemas biasanya lebih bersih, menarik dan tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh cuaca.
  2. Kemasan untuk membedakan dengan produk pesaing.
    Melalui kemasan, identifikasi produk menjadi lebih efektif dan dengan sendirinya mencegah pertukaran oleh produk pesaing dan membedakan produknya.
  3. Kemasan untuk meningkatkan penjualan.
    Kemasan harus dibuat menarik dan unik, dengan demikian diharapkan dapat memikat perhatian konsumen, sehingga penjualan meningkat.

Jenis Kemasan

Biasanya, kemasan dapat dikategorikan menjadi tiga jenis tergantung pada penggunaan dan tujuannya. Jenis-jenis kemasan adalah:

Kemasan Primer

Kemasan primer, juga disebut sebagai kemasan konsumen, berhubungan langsung dengan produk dan dimaksudkan agar pelanggan dapat mengidentifikasi, memperoleh pengetahuan produk, dan membantu konsumsi produk.

Ini adalah kemasan dasar yang menekankan kegunaan dan penampilan.

Kemasan primer adalah lapisan utama dari sebuah produk seperti kantong plastik, dan kotak kardus yang berisi produk jadi.

Kemasan ini berguna untuk melindungi dan menjaga produk jadi dari kontaminasi dan gangguan, sambil memasukkan elemen estetika yang membuat produk menonjol.

Selain membantu identifikasi, diferensiasi, dan konsumsi, kemasan primer juga berfungsi sebagai alat promosi untuk menarik lebih banyak pelanggan di titik penjualan dengan membuat produk terlihat lebih menarik.

Beberapa contoh kemasan primer adalah:

  • Kantong dilaminasi untuk buah-buahan kering
  • Wadah plastik untuk buah-buahan
  • Kaleng kaleng untuk minuman ringan
  • Tabung dilaminasi untuk produk kecantikan
  • Kaleng komposit untuk keripik

Seringkali, meniadakan kemasan utama suatu produk mempengaruhi kualitas atau atribut produk.

Kemasan Sekunder

Kemasan sekunder membentuk lapisan kemasan kedua yang biasanya tidak dilihat oleh pelanggan.

Kegunaan utamanya adalah untuk mengelompokkan dan menyatukan unit individu produk untuk mengirimkan produk dalam jumlah besar ke titik penjualan.

Kemasan ini menyusun unit produk yang lebih kecil ke dalam satu paket dan membantu dalam manajemen inventaris (pengelompokan dan identifikasi) sebelum produk dipamerkan kepada pelanggan.

B. Uraian Materi

1. Tahapan produksi kerajinan

Tahapan produksi secara umum terbagi atas pengolahan bahan atau pembahanan, pembeentukan, perakitan dan finishing. Teknik yang dilakukan pada 4 tahap tersebut berbeda-beda bergantung dari material yang digunakan dan rancangan produk yang akan dibuat.

a. Tahapan pembahanan

Tahap pembahanan adalah mempersiapkan bahan baku agar siap di produksi. Setiap tahap produksi berbeda-beda seesuai dengan material yang digunakan dan rancangan produk yang akan dibuat. Bahan – bahan yang dapat dijadikan karya kerajinan antara lain:

Selain mudah ditemukan, alasan utama mengapa tanah liat menjadi bahan favorit bagi banyak perajin adalah karena mudah dibentuk. Dengan teknik yang benar, Anda akan mendapatkan kerajinan yang tahan lama dan berkualitas baik dengan bahan dasar tanah liat.

Contoh kerajinan yang menggunakan bahan dasar tanah liat yaitu gerabah dan keramik. Kedua barang ini sangat bermanfaat dalam rumah tangga. Contohnya adalah teko, pot dan vas bunga, serta tempat penyimpanan lainnya.

Kayu dan bambu adalah dua material utama yang paling banyak digunakan sebagai bahan utama kerajinan. Contohnya adalah perabot, hiasan lampu, patung, dll. Jenis kayu yang dipakai adalah kayu jati, mahoni, pinus, dll. Semakin bagus dan kokoh konstruksinya, harganya akan lebih mahal.

Dalam membuat kerajinan berbahan dasar kayu, ada beberapa peralatan khas yang akan sangat membantu Anda. Alat ukir, cat kayu, vernis, lem kayu, serta amplas.

Cat kayu dan vernis pada dasarnya digunakan untuk melapisi kayu agar terlihat menarik, atraktif, sekaligus terhindar dari rayap maupun serangga yang berpotensi membuatnya lapuk.

Perbedaan utama antara cat kayu dan cat biasa adalah cat kayu dirancang khusus agar tahan air dengan daya rekat yang lebih kuat. Sedangkan pemakaian vernis berguna untuk mempertahankan warna dan tekstur asli kayu namun membuatnya menjadi lebih mengilap dan bercahaya


Tags: kerajinan cara untuk adalah pengertian

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia