Seni Membentuk - Teknik Kreatif untuk Mengolah Bahan Kerajinan
Teknik Pembuatan Kerajinan Bahan Keras
Teknik pembuatan kerajinan dari bahan keras adalah proses yang menarik dan penuh tantangan. Setiap teknik memiliki ciri khas tersendiri dan menghasilkan karya yang unik. Berikut ini adalah beberapa contoh teknik yang sering digunakan dalam pembuatan kerajinan bahan keras
Teknik Utama:
Teknik ini menggunakan alat pahat untuk mengurangi atau membuang bagian bahan keras hingga membentuk pola atau ukiran yang diinginkan. Teknik pahat dan ukir dapat diaplikasikan pada berbagai bahan keras seperti kayu, batu, dan logam. Hasilnya bisa berupa patung, hiasan dinding, furnitur, dan berbagai macam dekorasi lainnya.
Teknik ini menggunakan bahan yang lentur seperti rotan, bambu, atau plastik untuk dianyam menjadi berbagai bentuk. Teknik anyaman memiliki banyak variasi pola dan menghasilkan karya yang unik dan kokoh. Contoh kerajinan dengan teknik anyaman adalah tas, kursi, tikar, dan dekorasi rumah.
Teknik ini menggunakan alat potong dan penyambung untuk menyatukan potongan bahan keras menjadi bentuk baru. Teknik potong sambung dapat diaplikasikan pada berbagai bahan keras seperti kayu, logam, dan plastik. Hasilnya bisa berupa furnitur, peralatan rumah tangga, mainan anak, dan berbagai macam dekorasi lainnya.
Teknik Lain
Teknik ini menggunakan alat bubut untuk membentuk bahan keras yang berbentuk silinder, seperti kayu, bambu, dan plastik. Teknik bubut menghasilkan karya yang presisi dan halus. Contoh kerajinan dengan teknik bubut adalah vas bunga, mangkuk, dan mainan anak.
Teknik ini menggunakan lelehan logam lain untuk menyambungkan dua potongan logam. Teknik patri menghasilkan sambungan yang kuat dan tahan lama. Contoh kerajinan dengan teknik patri adalah perhiasan, peralatan dapur, dan dekorasi rumah.
Mengenal Teknik Sambung, Potong, & Lipat dalam Pembuatan Kerajinan
Terdapat tiga teknik dasar yang biasa digunakan dalam membuat kerajinan, yaitu sambung, potong, dan lipat.
tirto.id - Produk kerajinan tangan baik yang berupa benda pakai maupun benda hias dapat dibuat dengan berbagai teknik. Terdapat tiga teknik dasar yang biasa digunakan dalam membuat kerajinan, yaitu sambung, potong, dan lipat.
Ketiga teknik bisa digunakan secara bertahap atau secara bersamaan sesuai dengan kebutuhan atau jenis kerajinan tangan yang dibuat. Teknik-teknik tersebut juga bisa dilakukan dengan menggunakan bantuan alat-alat khusus.
Namun, sebelum mengenal lebih jauh mengenai teknik sambung, potong, dan lipat, ada baiknya mengenal tentang apa itu kerajinan tangan. Menurut rangkuman materi "Karya Seni Rupa dengan Teknik Potong, Lipat, dan Sambung" kerajinan tangan adalah karya seni yang dibuat dengan keterampilan tangan manusia.
Kerajinan tangan dibuat untuk menghasilkan produk hias yang indah ataupun produk guna yang fungsional. Selain memiliki nilai estetika, produk kerajinan tangan yang baik juga mempunyai nilai ekonomi karena bisa diperjual-belikan.
Nurfiani Sri Hattari dalam Prakarya dan Kewirausahaan (2020) menyebutkan ada sejumlah kemampuan yang harus dimiliki oleh pengrajin dalam membuat kerajinan, yaitu:
- gagasan yang unik,
- imajinasi yang tinggi,
- estetika dan seni,
- kemampuan untuk menciptakan kerajinan bernilai, mudah diterima, dan menarik daya beli masyarakat.
Perencanaan Proses Produksi Kerajinan dari Bahan Lunak
Untuk membuat produk kerajinan, diperlukan perencanaan yang matang, misalnya produk kerajinan pakaian. Dalam perancangan produk kerajinan pakaian, diperlukan berbagai interaksi ilmu pengetahuan, misalnya pengetahuan tentang kebiasaan masyarakat (antropologi dan sejarah), ukuran badan (antropometri), ukuran pakaian (standardisasi), bentuk dan perhiasan (pendidikan moral: etika, gaya hidup), pengetahuan bahan (fisik), teknik pembuatan (rekayasa), perhitungan biaya produksi (akuntansi), promosi (publikasi), pemasaran (marketing), kemasan (desain), dan ilmu yang lainnya.
Perencanaan produk kerajinan umumnya lebih menitikberatkan pada nilai-nilai estetika, keunikan (craftmanship), keterampilan, dan efislensi. Sementara dalam pemenuhan fungsinya, lebih menekankan pada pemenuhan fungsi pakai yang lebih bersifat fisik (fisiologis), misalnya: benda-benda pakai, perhiasan, furnitur, dan sandang.
Sistem produksi merupakan sistem integral yang mempunyai komponen struktural dan fungsional. Komponen struktural yang membentuk sistem produksi terdiri atas: bahan (material), mesin dan peralatan, tenaga kerja modal, energi, informasi, tanah dan Iain-lain. Komponen fungsional terdiri atas supervisi, perencanaan, pengendalian, koordinasi dan kepemimpinan, yang kesemuanya berkaitan dengan manajemen dan organisasi.
Suatu sistem produksi selalu berada dalam lingkungan sehingga aspek-aspek lingkungan seperti perkembangan teknologi, sosial dan ekonomi, serta kebijakan pemerintah sangat memengaruhi keberadaan sistem produksi itu.
Produk kerajinan umumnya diproduksi ulang atau diperbanyak dalam skala home industry. Oleh karena itu, dibutuhkan persyaratan-persyaratan tertentu yang harus dipenuhi dalam proses perancangannya.
Pengelolaan Sumber Daya Usaha
Dalam perencanaan proses produksi, diperlukan pengelolaan yang baik untuk mencapai tujuan perusahaan/industri. Sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan dapat dikatagorikan atas enam tipe sumber daya (6M), yaitu sebagai berikut.
Seni Rupa
Ada beberapa teknik pembuatan produk kerajinan dari bahan lunak. Teknik tersebut disesuaikan dengan bahan yang digunakan. Adapun teknik yang dapat digunakan untuk membuat karya kerajinan dari bahan lunak antara lain membentuk, menganyam, menenun, dan mengukir.
Teknik Membentuk
Teknik membentuk biasanya digunakan untuk membuat karya kerajinan dari tanah liat. Macam-macam teknik membentuk antara lain seperti berikut :
1) Teknik Coil (Lilit Pilin)
Cara pembentukan dengan tangan langsung sepertcoil, lempengan atau pijat jari merupakan teknik pembentukan tanah liat yang bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang diinginkan. Bentuknya tidak selalu simetris. Teknik ini sering dipakai oleh para seniman dan perajin keramik.
2) Teknik Putar
Teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan banyak bentuk yang simetris (bulat, silindris) dan bervariasi. Cara pembentukan dengan teknik putar ini sering dipakai oleh para perajin keramik. Perajin keramik tradisional biasanya menggunakan alat putar tangan (hand wheel) atau alat putar kaki (kick wheel). Para perajin bekerja di atas alat putar dan menghasilkan bentuk-bentuk yang sama seperti gentong dan guci.
Teknik Cetak
Ada dua teknik pembentukan karya kerajinan dari bahan lunak yaitu: sekali cetak (cire verdue), dan cetak berulang. Teknik sekali cetak ialah teknik cetak yang menghasilkan sekali cetakan dan tidak dapat diperbanyak. Teknik cetak berulang (bi valve), ialah teknik mencetak yang dapat memproduksi karya dengan jumlah yang banyak dengan bentuk dan ukuran yang sama. Bahan cetakan yang biasa dipakai adalah gips, seperti untuk cetakan berongga, cetakan padat, cetakaji'gger maupun cetakan untuk dekorasi tempel. Cara ini digunakan pada pabrik-pabrik keramik dengan produksi massal, seperti alat alat rumah tangga: piring, cangkir, mangkok, dan gelas.-
Teknik Menganyam
Teknik menganyam dapat digunakan untuk pembuatan karya kerajinan dari bahan lunak dengan karakteristik tertentu. Bahan baku yang digunakan untuk membuat karya kerajinan dengan teknik menganyam ini berasal dari berbagai tumbuhan yang diambil seratnya, seperti rotan, bambu, daun lontar, daun pandan, serat pohon, pohon pisang, enceng gondok. Contoh karya kerajinan dengan teknik menganyam: keranjang, tikar, topi, dan tas.
2. Teknik Potong
Teknik potong adalah teknik yang dilakukan untuk memisahkan bahan kerajinan tangan menjadi dua bagian atau lebih. Teknik potong juga berfungsi untuk membentuk produk kerajinan agar sesuai dengan yang diinginkan.
Sebagai contoh, ketika ingin membuat bingkai dari kayu, maka pengrajin harus memotong kayu menjadi empat bagian untuk membentuk bingkai.
Teknik potong biasanya dilakukan dengan alat atau benda tajam. Beberapa alat yang biasa digunakan untuk melakukan teknik potong antara lain gunting, cutter, pisau, gergaji, silet, dan sebagainya.
Selain itu, menurut Nandang Subarnas dalam Terampil Berkreasi (2006) mengrajin juga bisa memanfaatkan alat-alat bantu seperti penggaris busur derajat, atau jangka untuk membantu agar bahan bisa dipotong dalam ukuran yang tepat.
Tags: kerajinan bahan yang untuk teknik digunakan