... Teknik Menenun: Panduan Lengkap untuk Pemula dalam Seni Merajut

Teknik Menenun - Seni dan Keterampilan dalam Kerajinan Tangan

Perbedaan gaya

Sumber daya tanaman seperti rumput dan kulit kayu berbeda di seluruh negeri, sehingga menenun berbeda secara gaya dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Tetapi para penenun membawa bakat dan gaya khas mereka sendiri untuk pekerjaan mereka.

Salah satu caranya adalah dengan menggunakan pigmen lokal dari bunga, kulit kayu, sapu atau akar.

“Seorang seniman yang sengaja menggunakan pigmen untuk mewarnai serat tenunan sangat penting bagi orang itu, untuk area itu,” kata Cherie Johnson.

Biasanya seseorang dengan mata terlatih dapat memilih daerah dan kadang-kadang bahkan artis berdasarkan pigmen, gaya, jahitan dan bahan.

Terkadang, Anda dapat mengidentifikasi artis dengan melihat dasar tenun.

Artis Nephi Denham adalah Pemilik Tradisional Girramay dari daerah Cardwell di Queensland Utara. Pamannya mengajarinya menenun.

“Banyak seniman kami termasuk saya sendiri, kami memulai [menenun] secara berbeda,” kata Denham.

“Begitulah cara Anda bisa tahu dari dasarnya apakah itu tenun tangan kiri atau kanan. Jadi Anda benar-benar bisa tahu siapa yang membuat apa.”

Visibilitas utama

Tenun dipamerkan dan dijual di galeri besar dan kecil di seluruh Australia sebagai karya yang ditugaskan di ruang pribadi dan publik dan bahkan di landasan pacu mode.

Adalah penting bahwa galeri menampilkan keragaman budaya dan lingkungan Bangsa Pertama.

“Arus utama dengan menenun sebenarnya adalah wawasan visual ke masa lalu, yang sekarang sekarang, dan kita semua penenun melanjutkan untuk generasi mendatang kita,” kata Cassie Leatham.

“Jadi ketika orang pergi ke galeri, orang perlu menyadari bahwa tenun kami ada di seluruh Australia, dan setiap orang memiliki cerita budaya yang signifikan dengan tenun atau serat. Tidak semuanya sama.”

READ MORE

How to become a First Nations advocate

Do you know what Aboriginal land you're on today?

Teknik Kepar

Teknik tenun selanjutnya adalah teknik tenun kepar. Teknik tenun kepar dilakukan dengan cara menyilangkan benang pakan dibawah beenang lungsi, dengan titik pertemuan antara kedua benang berjalan miring pada tenunannya.

Jika menenun menggunakan teknik kepar ini menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) maka gunakan ATBM yang mempunyai 3 gun atau kamran. Tenun kepar dilakukan dengan prinsip menyilangkan benang pakan dibawah benang lungsi secara silih berganti. Teknik tenun kepar dapat dikembangkan menjadi berbagai motif.

Ciri – ciri teknik silang kepar :

  • Benang lungsi yang menyilang diatas benang pakan lebih banyak dibandingkan benang lungsi yang menyilang dibawah benang pakan.
  • Kain kepar kurang kuat jika dibandingkan dengan teknik tenun polos karena teknik kepar mempunyai lebih sedikit sehingga benang-benang nya menjadi lebih longgar.
  • Kain kepar lebih lembut karena anyaman pada teknik kepar mempunyai karekteristik benang yang panjang sehingga lebih mudah untuk bergerak.
  • Kain kepar mempunyai 2 permukaan yaitu permukaan depan adalah efek benang lungsi, sementara bagian belakang adalah efek benang pakan.

teknik tenun silang kepar

Macam – Macam anyaman kepar

  • Kepar pakan yaitu kepar yang memiliki efek pakan yang lebih panjang dari pada efek benang lungsi.
  • Kepar rangkap yaitu kepar yang efek lungsi nya sama dengan efek pakan.
  • Kepar lungsi yaitu kepar yang efek lungsinya lebih panjang dari pada efek pakan. Kepar ini lebih tahan gosokan dan lebih awet jika dibandingkan dengan kepar jenis lain.
  • Kepar 450 yaitu kepar yang mempunyai garis membentuk sudaut 450 derajat terhadap pakannya. Garis kepar adalah garis yang terbentuk karena penyilangan lungsi pada lungsi berikutnya bergeser 1 pakan. Besarnya sudut dipengaruhi oleh letak lungsi dan letak pakan.
  • Kepar kanan yaitu kepar yang garisnya miring kekiri dari bawah.
  • Kepar runcing yaitu kombinasi dari kepar kanan dan kepar kiri, garis kepar bertemu di ujung kain.
  • Kepar tulang ikan mirip dengan kepar runcing yang merupakan kombinasi kepar kanan dan kiri tetapi garis kepar tidak bertemu di ujung.
Teknik Polos / Sederhana

Teknik tenun pertama yang akan kami ulas adalah teknik tenun polos atau yang juga dikenal dengan sebutan plain weave. Tenunan polos merupakan teknik tenun yang paling sederhana dan mudah. Proses menenun dilakukan dengan menyilangkan sebuah benang lungsi dan pakan naik turun secara bergantian.

Ciri – ciri dan karakteristik teknik tenun polos :

  • Mempunyai rapot yang paling kecil diantara semua jenis kain tenun.
  • Proses pengerjaan bennang yang paling sederhana yaitu dengan konsep 1 benang pakan naik, dan 1 benang pakan turun.
  • Pengulangan benang kearah horizontal (lebar kain) diulangi 2 kali sesudah 2 helai pakan, sedangkan pengulangan kearah vertikal (panjang kain) diulangi sesudah 2 helai lungsi.
  • Jumlah silangan yang terdapat pada teknik tenun polos paling banyak jika dibandingkan dengan teknik lainnya.
  • Teknik tenun polos menghasilkan kain tenun yang paling kuat diantara teknik lainnya karena letak benang yang lebih kokoh dan tidak mudah berubah tempat.
  • Tenun polos lebih populer karena tenun polos dapat dikombinasikan dengan teknik tenun lainnya.
  • Range tenun polos lebih lebar jika dibandingkan dengan teknik tenun lainnya.
  • Teknik tenun polos bisa diaplikasikan pada kain yang jarang dan tipis.
  • Gun yang digunakan pada teknik tenun polos minimal menggunakan 2 gun.
  • Benang pakan yang digunakan pada teknik tenun polos biasanya lebih kasar dari pada benang lungsi.

Teknik Tenun polos


Tags: adalah teknik

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia