... Tusuk Jahitan Tangan vs. Mesin Jahit: Mana yang Lebih Baik untuk DIY dan Kerajinan?

"Tusuk Jahitan Tangan - Alternatif Pengganti Mesin Jahit yang Efektif"

Kursus Menjahit

Mengenal Macam-macam Teknik Tusuk Atau Jahit Dasar Untuk Membuat Kerajinan
teknik tusuk jahitan tangan


macam macam tusuk - Dalam membuat kerajinan kain flanel tentunya tidak akan ja uh dari proses jahit-menjahit, walaupun mungkin ada kerajinan dari kain flannel yang tidak dijahit, tapi kebanyakan kerajinan yang saya buat hampir 90 persen nya dijahit tangan.


Nah dalam proses jahit-menjahit, jahitan tangan khusus nya, ada banyak teknik jahit tangan atau tusuk, tapi kali ini saya akan bahas teknik jahit tangan yang populer atau yang biasa digunakan.


1. Teknik jahit / tusuk Jelujur



Tusuk jelujur adalah teiknik menjahit dasar yang bangak digunakan dalam menjahit, biasanya digunakan untuk menyambung atau menyatukan dua permukaan kain supaya diam atau tudak bergerak, misalnya lipatan ujung celana.


2. Teknik jahit / tusuk Tikam Jejak



Tusuk tikam jejak, jika dilihat dari bentuknya tusuk tikam jejak mirip dengah hasil jahitan mesin jahit, caranya adalah dengan mengawali jahitan dengan menusuk jarum dari bagian dalam kearah luar kemudian ditusuk kembali kearah belakang, tepat di jejak atau bekas tusukan sebelumnya.

Tusuk Feston

Tusuk hias ini memungkinkan banyak variasi yang sangat dikenal antara lain:

  1. Tusuk Feston biasa atau tusuk selimut (blanket stitch)
  2. Tusuk Feston bersilang
  3. Tusuk Feston tertutup atau bentuknya segitiga
  4. Tusuk Feston berkelompok yang diikat
  5. Tusuk Feston kaki dua dan tusuk feston berganda
  6. Tusuk Feston berkelompok dengan antara
  7. Tusuk Feston naik turun
  8. Tusuk Feston dengan Sisipan. Dengan berbagai macam cara kita dapat menyisipi tusuk feston seperti dengan cara mengepang. Untuk ini kita dapat mempergunakan benang yang bermacam-macam tebalnya.
  9. Tusuk Feston dengan Buhulan. Dengan cara membuat sengkelit yang melingkari ibu jari, dengan mudah kita dapat membuat buhulan pada ujung kaki tusuk feston.
  10. Tusuk Feston yang dililit. Kalau kita melilit tusuk feston itu dari kiri ke arah kanan, akan memberi kesan lain daripada kalau kita melilit dari kanan ke kiri.
  11. Tusuk Feston sebagai Pengisi. Tusuk hias ini sebagian besar merupakan pengisi bidang yang letaknya bebas, dikerjakan setiap baris dengan cara dibolak-balik. Pada baris pertama setiap tusuk feston menyangkut sedikit kain dasar, pada baris-baris berikutnya hanya pada permulaan dan pada ujungnya atau akhir saja.

Tusuk Hias Rantai

Variasi tusuk hias rantai (chain stitch) antara lain:

  1. Tusuk Rantai. Tusuk rantai ini merupakan garis yang teratur dan rata, pengerjaannya harus agak longgar, lebih-lebih jika dikerjakan sebagai garis lengkung.
  2. Tusuk Rantai Berwarna.Dalam hal ini kita menggunakan dua warna benang yang kedua-duanya dimasukan ke dalam satu lubang jarum, dan dipergunakan saling berganti membuat tusuk rantai. Bila kita tidak berhati-hati dalam mengerjakannya, benang yang sedang tidak dikerjakan dapat lepas ke bagian belakang kain dasar.
  3. Tusuk Rantai Lebar atau Persegi. Tusuk hias ini akan tampak lebih bagus jika dihiasi lagi dengan tusuk hias lainnya.
  4. Tusuk Rantai dengan Sisipan Benang. Tusuk rantai ini dapat disisipi benang warna lain satu kali atau dua kali.
  5. Tusuk Rantai Berganda. Terlihat seperti tusuk tangkai tertutup, perbedaannya jarum yang ditusukkan ke dalam sengkelit sebanyak dua kali sedangkan pada tusuk tangkai biasa hanya satu kali.
  6. Tusuk Rantai Lepas. Tusuk hias ini dibuat sendiri-sendiri tidak sambung menyambung. Dapat dipergunakan sebagai tusuk hias pengisi bidang ragam hias.
  7. Tusuk Rantai dengan Tusuk Tikam Jejak. Mula-mula kita mengerjakan tusuk rantai, kemudian tusuk tikam jejak yang dikerjakan di tengah tusuk rantai tersebut. Disini kita dapat mempergunakan dua warna benang.
  8. Tusuk Rantai Berkepala. Apabila tusuk hias ini dibuat rapat akan menjadi garis yang lebar.
  9. Tusuk Rantai Kabel yang Dibuhul. Tusuk hias ini nampaknya sukar, akan tetapi sebenarnya lebih mudah pembuatannya dibandingkan dengan tusuk kabel biasa. Untuk tusuk rantai kabel yang dibuhul memerlukan benang yang sangat kuat pilinannya.
  10. Tusuk Rantai Kabel yang Berbiku-biku. Tusuk hias ini cara membuatnya sama dengan tusuk rantai kabel, hanya dibuat sedemikian rupa hingga menjadi berbiku-biku, tidak lurus. Sambungan antara dua tusuk hias ini harus bersudut.
  11. Tusuk Rantai Terbalik. Dalam hal ini kita harus membuat tusuk rantai yang kecil-kecil dengan mempergunakan benang yang tebal.
  12. Tusuk Rantai Terbuka. Tusuk hias ini banyak dipakai dan dapat dipergunakan menurut keperluaanya. Dapat dikombinsasikan dengan tusuk hias lainnya, untuk membuat pinggiran dan sebagai pengisi bidang yang merupakan pola ragam hias beranting.
  13. Tusuk Rantai Relief.Jika kita menggunakan benang yang kuat, tusuk rantai ini satu sama lain dihubungkan dengan buhulan yang terletak di atas bahan.
  14. Tusuk Rantai Bentuk Rasel. Jika kita membuat tusuk hias beberapa kali yang letaknya sangat berdekatan, maka terjadilah ban atau pita yang tampak dijalin/dianyam. Apabila tusuk hias ini dibuat satu sama lain dengan jarak yang jarang-jarang, maka jadilah bentuk daun dan bunga. Tusuk hias ini baik sekali dikerjakan untuk garis lengkung.
  15. Tusuk Rantai Kabel. Mengerjakannya dari atas kebawah atau dari kanan ke kiri sama halnya jika kita membuat tusuk rantai biasa.
  16. Tusuk Rantai Rusia. Dengan cara mengelompokan tiap-tiap tusuk rantai ini, kita dapat membuat pinggiran yang indah.
  17. Tusuk Rantai Cara Singal. Tentukan dahulu lebar tusuk rantai yang akan kita kerjakan ini dengan melekatkan pada batas lebarnya itu, benang berwarna yang berlainan. Kemudian kerjakanlah tusuk rantai di atas dua tepi benang berwarna sedemikian rupa hingga batas tusuk rantai merupakan benang pilin.

Tusuk Feston

Tusuk feston (blanket stitch) berfungsi untuk penyelesaian tiras seperti tiras lingkar kerung lengan atau pada pinggiran pakaian bayi. Tusuk feston juga dapat berfungsi sebagai hiasan bila benang yang digunakan adalah benang hias atau benang sulam dengan kombinasi warna yang serasi.

Membuat tusuk Feston

  1. Dari pinggiran yang bertiras, tusukkanlah jarum sampai tembus dan keluar dari kain.
  2. Kemudian tusukkan yang kedua, sebelum jarum keluar, benang yang ada di ujung jarum dilingkarkan lewat bawah jarum.
  3. Tariklah jarum bersama benangnya sampai kencang.
  4. Tusukan ketiga dikerjakan seperti tusukan kedua. Demikian seterusnya.
  5. Tusuk Feston bisa juga digunakan sebagai pengganti tusuk balut, terutama untuk kain yang tebal.

Kegunaan tusuk Feston untuk menjahit:

  • Tiras pinggir kerung lengan model kerut.
  • Tiras pinggir kain yang memakai renda atau lajur kerut.
  • Tiras pinggir kain yang sukar dijahit dengan mesin jahit.

Tags: jahit mesin tangan adalah sebagai

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia