Keajaiban Anyaman - Memanfaatkan Bagian-Bagian Eceng Gondok untuk Karya Seni Rajutan
Dua Sisi Eceng Gondok Untuk Ekosistem Perairan
Eceng gondok adalah tanaman air asal Brazil yang biasa hidup di perairan air tawar seperti danau, kolam, rawa dan sungai. Tumbuhan ini memiliki nama latin Eichorniacrassipes. Seperti halnya tanaman lain, anatomi tubuhnya terdiri dari akar serabut, batang, daun, buah, dan bunga. Batang eceng gondong panjangnya bisa mencapai lebih dari 50 cm. Daunnya tunggal berwarna hijau dan memiliki permukaan yang licin. Tanaman air yang mengapung ini dapat berkembang biak dengan sangat cepat dan dapat beradaptasi dengan baik pada kondisi lingkungan apapun bahkan yang tercemar limbah kima. Oleh karena itu, ia sering dianggap sebagai gulma. Gulma adalah berbagai jenis tumbuhan yang keberadaannya merugikan dan merusak ekosistem disekitarnya. Meskipun memiliki daya tahan yang kuat, tumbuhan satu ini tidak tahan pada wilayah perairan yang memiliki kadar garam tinggi. Kadar garam tinggi dapat menghambat pertumbuhan tanaman air ini.
Bahaya Eceng Gondok Untuk Ekosistem Sungai
Meskipun kaya akan manfaat, keberadaannya yang tak terkendali juga mengancam kelestarian ekosistem perairan karena pada dasarnya ia adalah tanaman invasif. Tanaman invasif ini membahayakan ekosistem karena keberadaannya dapat mengurangi jumlah spesies lain dan menurunkan keanekaragaman hayati.
Invasi eceng gondok pada ekosistem perairan terjadi karena ia membutuhkan suplai oksigen yang cukup besar dari perairan yang didiaminya untuk proses evapotranspirasi (proses penguapan oleh tumbuhan air). Tanaman ini menyerap banyak oksigen dan menurunkan kadar oksigen air yang dibutuhkan oleh ikan. Akibatnya banyak ikan yang mati karena kekurangan oksigen. Selain itu, ia juga dapat menghalangi masuknya cahaya matahari ke air yang mempersulit proses reproduksi ikan dan merusak habitat ikan. Tak hanya yang hidup yang menyebabkan masalah lingkungan, yang mati pun juga menyebabkan pendangkalan sungai. Hal ini dapat meningkatkan resiko banjir.
Memahami dampak positif dan negatif dari tumbuhan ini, tentunya kita harus bijak dalam memanfaatkan tanaman ini baik untuk mengatasi masalah pencemaran sungai, penyediaan sumber energi terbarukan, dan pemanfaatan dalam bidang pertanian. Menjaga jumlah populasi tumbuhan ini agar tidak merusak ekosistem juga harus dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan pemenuhan kebutuhan manusia. Keseimbangan andalah kunci dari konsumsi dan produksi berkelanjutan.
- Tag: citarum repair , eceng gondok , ekosistem sungai , pencemaran sungai , sungai
Contoh Kerajinan dari Eceng Gondok
| ">No | ">Hasil Kerajinan dari Eceng Gondok |
| ">1 | ">Kerajinan Sandal dari Eceng Gondok |
| ">2 | ">Kerajinan Taplak dari Eceng Gondok |
| ">3 | ">Kerajinan Tas dari Eceng Gondok |
| ">4 | ">Kerajinan Topi dari Eceng Gondok |
Eceng gondok merupakan salah satu bentuk hama yang ada pada perairan, tetapi meskipun eceng gondok ini termasuk kedalam hama, ternyata tumbuhan ini juga bisa dibuat menjadi berbagai macam kerajinan yang mempunyai nilai seni serta nilai jual yang cukup tinggi loh.
Berikut ini merupakan contoh kerajinan dari eceng gondok yang paling banyak ditemui, yuk simak penjelasan di bawah ini!
1. Kerajinan Sandal dari Eceng Gondok
Kerajinan dari eceng gondok yang pertama adalah sandal atau sepatu. Ya, siapa sangka ternyata tumbuhan yang dianggap hama oleh sebagian orang ini bisa disulap menjadi sandal.
Selain bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari sandal yang terbuat dari eceng gondok ini bisa kalian jual kembali loh, apalagi sandal ini juga tidak kalah dengan sandal yang dibuat dari bahan yang lainnya.
Manfaat Eceng Gondok
Meski dianggap sebagai tanaman pengganggu, pada kenyataannya enceng gondok dapat memberikan manfaat dan memiliki nilai ekonomis, yaitu:
1. Bioenergi
Pertumbuhan perkembangbiakan eceng gondok yang sangat cepat menjadikan ketersediaan tumbuhan ini cukup melimpah. Enceng gondok dapat diolah menjadi bioenergi dalam bentuk biogas, yakni tiap hektar enceng gondok dapat menghasilkan 70.000 m 3 biogas.
Beberapa peneliti menyatakan bahwa bioenergi hasil pengolahan eceng gondok memiliki unsur kimiawi yang sama dengan bahan bakar pada umumnya, bahkan hasilnya hampir menandingi metana murni.
baca juga: Alpukat - Taksonomi, Karakteristik, Asal, Kultivar & ManfaatPengolahan biogas umumnya terkendala kelembaban tumbuhan yang tinggi sehingga memerlukan tambahan biaya untuk proses pengeringan, oleh karena itu sebagian besar mengolahnya dengan cara konvensional. Para petani Bengal mengolah eceng gondok menjadi bioenergi ketika musim dingin dan abunya dapat gunakan sebagai pupuk.
Cara lain yang juga dilakukan adalah melalui teknik pengolahan air limbah. Bioenergi yang dihasilkan diubah menjadi etanol, biogas, hidrogen, nitrogen dan pupuk. Sementara air hasil pengolahan digunakan untuk irigasi persawahan.
2. Mengatasi Polusi Air
Enceng gongok merupakan tumbuhan air yang tahan terhadap polutan-polutan penyebab polusi air, seperti timbal, merkuri, stronsium-90 dan beberapa unsur kimia yang mengandung karsinogenik. Sifat anti kimia yang ada di akar eceng gondok ini dapat dimanfaatkan untuk membersihkan air dari berbagai macam polutan.
Oleh sebab itu, terciptalah sistem pengolahan air limbah menggunakan enceng gondok karena mampu menghisap 60 hingga 80 persen nitrogen dan 69 persen potassium dalam air yang tercemar.
3. Diolah Menjadi Makanan
Selain bermanfaat sebagai energi alternatif dan keseimbangan lingkungan, enceng gondok juga dapat dioleh menjadi makanan dan obat. Masyarakat Taiwan dan Vietnam mengonsumsi eceng gondok karena kaya akan karoten dalam bentuk salad.
Tags: kerajinan bahan yang untuk adalah digunakan gondok eceng