Keajaiban Anyaman - Memanfaatkan Bagian-Bagian Eceng Gondok untuk Karya Seni Rajutan
Cara Membuat Kerajinan dari Eceng Gondok
Pada penjelasan diatas, kita sudah mengetahui bukan apa saja contoh kerajinan yang bisa dibuat dari bahan eceng gondok ini, dimana sebenarnya masih banyak lagi contoh kerajinan yang bisa dibuat seperti furnitur rumah.
Tentunya apabila kita membahas contoh alangkah lebih baiknya kita juga mengetahui bukan cara pembuatan kerajinan dari eceng gondok tersebut.
Lalu bagaimana cara membuat kerajinannya? Maka dari itu, untuk menjawab rasa penasaran kalian, maka kami berikan penjelasan mengenai cara pengolahan eceng gondok sehingga bisa menjadi bentuk kerajinan berikut ini!
Pengumpulan bahan
Tentunya tahap pertama yang harus dilewati adalah mengumpulkan bahan dasarnya terlebih dahulu, yakni pengumpulan eceng gondok. Kalian bisa mencari saja eceng gondok ini pada aliran sungai atau bisa juga dengan mencari pengepul tanaman eceng gondok.
Membersihkan bahan dasar eceng gondok
Apabila kalian sudah menemukan eceng gondok yang akan digunakan, maka selanjutnya adalah cuci bersih terlebih dahulu bahan dasar tersebut. Adapun tujuannya adalah agar bau yang ada pada eceng gondok beserta kotorannya menghilang.
Selanjutnya pisahkan bahan dasar eceng gondok dengan tangkainya
Tahap ini juga merupakan bentuk penyortiran, yakni memilih mana saja bahan eceng gondok yang kayak pakai. Kemudian untuk memisahkan eceng gondok dengan yangkaiz maka kalian bisa hanya dengan menggunakan pisau atau gunting.
Yakni dengan cara memotongnya, karena apabila kalian memisahkan dengan menggunakan tangan maka eceng gondok akan sulit dipisahkan.
Proses pengeringan di bawah sinar matahari
Apabila kalian sudah menyortir dan memotong eceng gondok pada tangkainya, maka kalian bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya yakni pengeringan, dimana oeisss ini bisa dilakukan secara langsung di bawah sinar matahari.
Bahaya Eceng Gondok Untuk Ekosistem Sungai
Meskipun kaya akan manfaat, keberadaannya yang tak terkendali juga mengancam kelestarian ekosistem perairan karena pada dasarnya ia adalah tanaman invasif. Tanaman invasif ini membahayakan ekosistem karena keberadaannya dapat mengurangi jumlah spesies lain dan menurunkan keanekaragaman hayati.
Invasi eceng gondok pada ekosistem perairan terjadi karena ia membutuhkan suplai oksigen yang cukup besar dari perairan yang didiaminya untuk proses evapotranspirasi (proses penguapan oleh tumbuhan air). Tanaman ini menyerap banyak oksigen dan menurunkan kadar oksigen air yang dibutuhkan oleh ikan. Akibatnya banyak ikan yang mati karena kekurangan oksigen. Selain itu, ia juga dapat menghalangi masuknya cahaya matahari ke air yang mempersulit proses reproduksi ikan dan merusak habitat ikan. Tak hanya yang hidup yang menyebabkan masalah lingkungan, yang mati pun juga menyebabkan pendangkalan sungai. Hal ini dapat meningkatkan resiko banjir.
Memahami dampak positif dan negatif dari tumbuhan ini, tentunya kita harus bijak dalam memanfaatkan tanaman ini baik untuk mengatasi masalah pencemaran sungai, penyediaan sumber energi terbarukan, dan pemanfaatan dalam bidang pertanian. Menjaga jumlah populasi tumbuhan ini agar tidak merusak ekosistem juga harus dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan pemenuhan kebutuhan manusia. Keseimbangan andalah kunci dari konsumsi dan produksi berkelanjutan.
- Tag: citarum repair , eceng gondok , ekosistem sungai , pencemaran sungai , sungai
Habitat Eceng Gondok
Eceng gondok biasa tumbuh di kolam dangkal, rawa, lahan basah, aliran air yang lambat, danau, penampungan air dan sungai yang arus airnya relatif tenang. Tumbuhan air ini dapat berkembangbiak dengan sangat cepat sehingga sering dianggap sebagai gulma yang bisa merusak tatanan lingkungan perairan.
Eceng gondok adalah tumbuhan yang sangat kuat dan mampu beradaptasi di hampir semua lingkungan. Tumbuhan ini mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi air yang ekstrem. Mulai dari ketinggian air, kecepatan arus air, jumlah nutrisi di air, pH dan temperatur. Bahkan enceng gondok juga dapat bertahan dari berbagai jenis racun serta zat kimia berbahaya yang terkandung dalam air (pencemaran air).
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pertumbuhan eceng gondok sangatlah cepat. Menurut penelitian FAO, hal ini terjadi karena habitatnya yang berada di lingkungan berair. Biasanya air mengandung nutrien yang tinggi, seperti nitrogen, fosfat dan potasium.
Meskipun begitu, bukan berarti enceng gondok tidak memiliki kelemahan. Ada beberapa faktor yang dapat menghambat pertumbuhan eceng gondok. Contohnya seperti kandungan garam di dalam air yang akanmenghambat pertumbuhan enceng gondok.
Kondisi tersebut terjadi di perairan di pantai Afrika Barat. Di sana eceng gondok akan bertambah pesat selama musim hujan. Namun memasuki musim kemarau, enceng gondok akan berkurang secara drastis ketika kandungan garam atau salinitas air meningkat.
Tags: kerajinan bahan yang untuk adalah digunakan gondok eceng