Keajaiban Anyaman - Memanfaatkan Bagian-Bagian Eceng Gondok untuk Karya Seni Rajutan
Contoh Kerajinan dari Eceng Gondok
| ">No | ">Hasil Kerajinan dari Eceng Gondok |
| ">1 | ">Kerajinan Sandal dari Eceng Gondok |
| ">2 | ">Kerajinan Taplak dari Eceng Gondok |
| ">3 | ">Kerajinan Tas dari Eceng Gondok |
| ">4 | ">Kerajinan Topi dari Eceng Gondok |
Eceng gondok merupakan salah satu bentuk hama yang ada pada perairan, tetapi meskipun eceng gondok ini termasuk kedalam hama, ternyata tumbuhan ini juga bisa dibuat menjadi berbagai macam kerajinan yang mempunyai nilai seni serta nilai jual yang cukup tinggi loh.
Berikut ini merupakan contoh kerajinan dari eceng gondok yang paling banyak ditemui, yuk simak penjelasan di bawah ini!
1. Kerajinan Sandal dari Eceng Gondok
Kerajinan dari eceng gondok yang pertama adalah sandal atau sepatu. Ya, siapa sangka ternyata tumbuhan yang dianggap hama oleh sebagian orang ini bisa disulap menjadi sandal.
Selain bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari sandal yang terbuat dari eceng gondok ini bisa kalian jual kembali loh, apalagi sandal ini juga tidak kalah dengan sandal yang dibuat dari bahan yang lainnya.
12. Pot Tanaman dan Kursi
Meletakkan tanaman di dalam rumah memang ide yang sangat kreatif. Selain mempercantik rumah tanaman juga membuat udara di dalam rumah menjadi lebih segar. Agar rumah terlihat lebih cozy dan juga ada aksen vintagenya bisa menganti pot tananam yang berwarna coklat.
Pot tanaman dari eceng gondok bisa dijadikan referensi agar ruangan terlihat semakin unik dan feel vintagenya lebih terasa. Tidak hanya pot tanamannya saja, coba padukan dengan kursi yang juga terbuat dari eceng gondok.
Pasti tampilan rumah akan terlihat jauh lebih cantik dan kesannya sangat menyatu dengan alam. Perpaduan ini sangat cocok digunakan pada ruangan yang minimalis agar tampilan ruangan terlihat lebih luas dan nyaman.
Dua Sisi Eceng Gondok Untuk Ekosistem Perairan
Eceng gondok adalah tanaman air asal Brazil yang biasa hidup di perairan air tawar seperti danau, kolam, rawa dan sungai. Tumbuhan ini memiliki nama latin Eichorniacrassipes. Seperti halnya tanaman lain, anatomi tubuhnya terdiri dari akar serabut, batang, daun, buah, dan bunga. Batang eceng gondong panjangnya bisa mencapai lebih dari 50 cm. Daunnya tunggal berwarna hijau dan memiliki permukaan yang licin. Tanaman air yang mengapung ini dapat berkembang biak dengan sangat cepat dan dapat beradaptasi dengan baik pada kondisi lingkungan apapun bahkan yang tercemar limbah kima. Oleh karena itu, ia sering dianggap sebagai gulma. Gulma adalah berbagai jenis tumbuhan yang keberadaannya merugikan dan merusak ekosistem disekitarnya. Meskipun memiliki daya tahan yang kuat, tumbuhan satu ini tidak tahan pada wilayah perairan yang memiliki kadar garam tinggi. Kadar garam tinggi dapat menghambat pertumbuhan tanaman air ini.
Tags: kerajinan bahan yang untuk adalah digunakan gondok eceng