Keajaiban Anyaman - Memanfaatkan Bagian-Bagian Eceng Gondok untuk Karya Seni Rajutan
Dua Sisi Eceng Gondok Untuk Ekosistem Perairan
Eceng gondok adalah tanaman air asal Brazil yang biasa hidup di perairan air tawar seperti danau, kolam, rawa dan sungai. Tumbuhan ini memiliki nama latin Eichorniacrassipes. Seperti halnya tanaman lain, anatomi tubuhnya terdiri dari akar serabut, batang, daun, buah, dan bunga. Batang eceng gondong panjangnya bisa mencapai lebih dari 50 cm. Daunnya tunggal berwarna hijau dan memiliki permukaan yang licin. Tanaman air yang mengapung ini dapat berkembang biak dengan sangat cepat dan dapat beradaptasi dengan baik pada kondisi lingkungan apapun bahkan yang tercemar limbah kima. Oleh karena itu, ia sering dianggap sebagai gulma. Gulma adalah berbagai jenis tumbuhan yang keberadaannya merugikan dan merusak ekosistem disekitarnya. Meskipun memiliki daya tahan yang kuat, tumbuhan satu ini tidak tahan pada wilayah perairan yang memiliki kadar garam tinggi. Kadar garam tinggi dapat menghambat pertumbuhan tanaman air ini.
Kelebihan Kerajinan dari Eceng Gondok
Kerajinan yang terbuat dari bahan dasar eceng gondok termasuk kedalam jenis kerajinan yang bisa mendatangkan keuntungan, bukan hanya itu saja loh.
Melainkan ada beberapa kelebihan lainnya yang bisa kita dapatkan dari kerajinan yang dibuat dari bahan eceng gondok ini, penasaran apa saja? Yuk simak kelebihan tersebut dibawah ini!
- Kerajinan dari eceng gondok merupakan kerajinan yang bisa memberikan kesan alami loh dirumah kita, dimana kerajinan ini bisa membantu rumah tampak lebih asri dan tentunya sangat nyaman.
- Kerajinan yang dibuat dari bahan dasar eceng gondok ini mempunyai sifat yang elastis atau lentur, sehingga kalian tidak perlu khawatir apabila ingin mengkombinasikan kerajinan dari eceng gondok dengan benda yang dibuat dari bahan yang lainnya.
- Kerajinan dari eceng gondok merupakan kerajinan yang sebagiannya besar dibuat dengan menggunakan teknik anyam, sehingga tidak heran apabila hasil yang didapatkan juga sangat tapi dan sangat indah.
- Furniture yang dibuat dari bahan dasar eceng gondok ini bisa bertahan lama loh, bahkan bisa mencapai hingga 8 tahun, maka dari itu tidak heran apabila furniture yang dibuat dari bahan eceng gondok ini banyak diminati, tapi tetap harus membutuhkan perawatan khusus ya.
Habitat Eceng Gondok
Eceng gondok biasa tumbuh di kolam dangkal, rawa, lahan basah, aliran air yang lambat, danau, penampungan air dan sungai yang arus airnya relatif tenang. Tumbuhan air ini dapat berkembangbiak dengan sangat cepat sehingga sering dianggap sebagai gulma yang bisa merusak tatanan lingkungan perairan.
Eceng gondok adalah tumbuhan yang sangat kuat dan mampu beradaptasi di hampir semua lingkungan. Tumbuhan ini mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi air yang ekstrem. Mulai dari ketinggian air, kecepatan arus air, jumlah nutrisi di air, pH dan temperatur. Bahkan enceng gondok juga dapat bertahan dari berbagai jenis racun serta zat kimia berbahaya yang terkandung dalam air (pencemaran air).
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pertumbuhan eceng gondok sangatlah cepat. Menurut penelitian FAO, hal ini terjadi karena habitatnya yang berada di lingkungan berair. Biasanya air mengandung nutrien yang tinggi, seperti nitrogen, fosfat dan potasium.
Meskipun begitu, bukan berarti enceng gondok tidak memiliki kelemahan. Ada beberapa faktor yang dapat menghambat pertumbuhan eceng gondok. Contohnya seperti kandungan garam di dalam air yang akanmenghambat pertumbuhan enceng gondok.
Kondisi tersebut terjadi di perairan di pantai Afrika Barat. Di sana eceng gondok akan bertambah pesat selama musim hujan. Namun memasuki musim kemarau, enceng gondok akan berkurang secara drastis ketika kandungan garam atau salinitas air meningkat.
Tips dalam Mengolah Eceng Gondok
1. Pilihlah eceng gondok yang masih segar dan hijau untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
2. Bersihkan eceng gondok sebelum diolah
Sebelum mulai mengolah eceng gondok, pastikan untuk membersihkannya terlebih dahulu. Buang daun yang sudah kering atau rusak, serta lakukan pencucian dengan air mengalir untuk menghilangkan kotoran dan hama yang menempel.
3. Gunakan teknik anyaman yang kreatif
Untuk menciptakan kerajinan tangan yang menarik, gunakan teknik anyaman yang kreatif. Coba variasikan pola anyaman, bentuk kerajinan, dan warna yang digunakan untuk mendapatkan hasil yang unik.
4. Berikan lapisan pelindung
5. Jaga kebersihan dan kelestarian lingkungan
Saat mengolah eceng gondok, pastikan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar. Buang limbah dengan benar dan hindari penyebaran tumbuhan ini ke perairan lain yang dapat menyebabkan ekosistem yang tidak seimbang.
Manfaat Eceng Gondok
Meski dianggap sebagai gulma, eceng gondok memiliki berbagai manfaat untuk lingkungan dan manusia jika jumlahnya terkendali. Untuk lingkungan, ia mampu mengurangi pencemaran air dan dimanfaatkan menjadi pakan ternak, pupuk kompos, dan bioenergi.
Eceng gondok adalah tanaman air yang banyak menyerap timbal untuk kebutuhan nutrisi pertumbuhan. Oleh karena itu, tanaman ini acap kali ditemukan pada sungai yang tingkat pencemarannya tinggi. Tanaman ini juga menjadi indikator suatu sungai tercemar atau tidak. Tanaman ini cukup efektif untuk mengurangi pencemaran air karena ia menyerap banyak fosfor dan dan nitrogen dari air yang tercemar limbah bahan beracun.
Tumbuhan ini memiliki kandungan nutrisi yang tinggi sehingga cocok untuk pakan ternak dan pupuk. Tanaman ini digunakan sebagai pakan ternak karena kandungan mineral dan air yang tinggi. Untuk memperkaya nutrisi, ia dapat dicampur dengan dedak untuk menambah kandungan karbohidrat. Selain pakan ternak, tanaman ini bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Ia memiliki kandungan fosfor, nitrogen, dan kalium yang tinggi. Untuk bisa digunakan sebagai pupuk, eceng gondok harus diolah menjadi kompos terlebih dahulu.
Eceng gondok juga bermanfaat sebagai sumber energi alami. Tanaman ini bisa diolah menjadi bioenergi, bahan bakar yang terbuat dari pengolahan tanaman (biomassa). Hasil olahan bioenergy dari eceng gondok menghasilkan biogas yang dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar pada skala rumah tangga. Selain itu juga dapat diubah menjadi biogas karena tanaman ini memiliki kandungan hemiselulosa dan selulosa yang cukup besar yaitu 43% dan 17%. Proses hidrolisis dari dua kandungan tersebut menghasilkan gas metana dan karbon dioksida. Karena pembuatan juga melalui proses fermentasi, kandungan air tinggi yang mencapai 95% dan struktur jaringan yang berongga turut menghasilkan gas.
Tags: kerajinan bahan yang untuk adalah digunakan gondok eceng