... Meronce: Teknik Menarik dalam Kerajinan DIY dengan Bahan Benang dan Jarum

Meronce - Seni Membuat Kerajinan dengan Teknik Jarum yang Memukau

Media dari Seni Meronce

Dalam pembelajaran seni meronce sendiri, terdapat beberapa media yang dapat digunakan untuk mengembangkan kreativitas yang kamu miliki, sebagai berikut.

  • Seni meronce menggunakan bahan dari alam yang pada umumnya dapat diperoleh melalui sekitar lingkungan kita secara langsung. Contoh dari bahan alam yang dapat digunakan sendiri adalah bunga, jamur, buah, daun, kayu, ranting, kulit kerang, dan berbagai macam biji-bijian.
  • Seni meronce menggunakan bahan buatan yang merupakan bahan yang didapatkan dari hasil produksi maupun buatan manusia, yang pada umumnya berbentuk bahan jadi. Contoh dari bahan buatan yang dapat digunakan adalah manik-manik, monte, pita, kertas warna, sedotan minuman bahan dasar plastik, rantai berbahan plastik, plastik dan masih banyak lagi.
  • Seni meronce menggunakan bahan bekas. Contoh dari bahan bekas yang dapat digunakan adalah serutan kayu, gelas berbahan plastik, sedotan bekas, dan masih banyak lagi

Pengertian Meronce

Arti dari istilah kata meronce sendiri seperti yang sudah dijelaskan di awal adalah sebuah seni merangkai suatu objek benda dengan membuatnya menjadi satu kesatuan yang menarik dengan adanya bantuan dari tali maupun benang.

Seni meronce sendiri sudah dikenal sejak lama, dimana pada zaman prasejarah para perempuannya sudah mulai menggunakan berbagai perhiasan atau aksesoris berbahan batu dengan menggunakan teknik ronce baik untuk kecantikan maupun sebagai penanda dari status sosialnya.

Pengkreasian meronce sendiri dapat dilakukan untuk membuat berbagai produk, seperti halnya kalung, gelang, tasbih, dan berbagai hiasan lainnya. Seni ini juga pada umumnya digunakan untuk kepentingan komersial, karena hasil karyanya dapat diperjualbelikan untuk mendapatkan keuntungan.

Namun, bagi anak-anak khususnya di usia dini, seni meronce dapat memberikan berbagai manfaat. Salah satu manfaat utama dari melakukan kegiatan ini adalah untuk membantu merangsang perkembangan saraf motorik halus yang dimiliki anak.

Hal ini dikarenakan, dengan memasukkan benang atau tali ke dalam lubang benda secara satu persatu untuk membuat kesatuan, dapat membantu merangsang saraf motorik halus dari anak, melatih kesabaran yang dimiliki serta mengasah fokus dan konsentrasi yang dimiliki.

Terdapat pula cara lain yang dapat Grameds ajarkan kepada anak untuk merangsang saraf motorik halus pada anak yang dapat ditemukan melalui buku Playbook: Melatih Motorik Anak.

Teknik Pembuatan Kerajinan Tekstil

Dalam Pembuatan seni kerajinan tekstil teerdapat beberapa teknik yang digunakan adapun teknik yang digunakan dalam kerajinan tekstil diantanya ialah sebagai berikut :

Teknik tenun yaitu teknik dalam pembuatan kain yang dibuat dengan prinsip yang sederhana yaitu dengan menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. Dengan kata lain bersilangnya antara benang lungsi dan pakan secara bergantian. Teknik pembuatan kain yang masih tergolong kerajinan karena mengandalkan keterampilan tangan yaitu teknik tenun. Kain tenun di Indonesia dikerjakan dengan dua jenis teknik, yaitu tenun gendong (benang lungsi yang akan ditenun diikat mengelilingi hingga punggung penenun) yang dipakai di seluruh Indonesia, dan teknik tenun yang menggunakan bingkai kayu sebagai alat bantu tenun.

Pada teknik tenun dua jenis, dengan benang lungsin putus yang akan menghasilkan kain panjang ataupun selendang dan dengan benang lungsin tidak terputus untuk menghasilkan sarung (berbentuk tabung). Proses teknik tenun ialah sebagai berikut.

  1. Menyiapkan benang lungsin yang panjangnya sama dengan panjang kain yang kita inginkan.
  2. Memasang benang lungsin pada cucukan.
  3. Menyiapkan benang pakan.
  4. Penenunan dilakukan dengan memasukan benang pakan ke antara benang-benang lungsin.
Alat Tenun

Alat tenun ialah alat atau mesin untuk menenun benang menjadi tekstil (kain). Menurut ukurannya, alat tenun tradisional dan alat tenun bukan mesin yang berukuran kecil dipakai untuk menenun sambil duduk, sementara alat tenun berukuran besar digunakan untuk menenun sambil berdiri. Berikut ini yaitu alat tenun tradisional yang ada di beberapa daerah di Indonesia.

Alat Tenun Gendong. Bagian alat yang disebut epor diletakkan di belakang pinggul seperti menggendong ketika menenun dan menggunakan tangan pada saat prosesnya. Hasil dari proses ini dapat menghasilkan kain tenun hingga mencapai ukuran 50–90 cm.

Alat yang Diperlukan

Beberapa alat yang diperlukan untuk membuat kerajinan dari sabun termasuk panci tahan panas untuk melelehkan sabun, termometer untuk mengukur suhu sabun, cetakan, pisau atau pemotong sabun, sendok atau pengaduk, dan alat untuk mengukur bahan seperti timbangan atau gelas pengukur.

Bahan utama yang diperlukan adalah sabun, yang dapat berupa sabun dasar yang sudah jadi atau sabun buatan kreator sendiri menggunakan proses saponifikasi.

Selain itu, kreator juga membutuhkan bahan-bahan tambahan seperti minyak wangi atau essential oil, pewarna, bahan eksfoliasi seperti oatmeal atau biji-bijian, dan hiasan tambahan seperti bunga kering, daun, atau glitter untuk memberikan sentuhan akhir pada kerajinan sabun.

Dalam membuat kerajinan tangan dari sabun, selalu pastikan untuk mengikuti instruksi yang tepat saat menggunakan alat dan bahan.

Hal yang perlu diperhatikan juga yakni kebersihan dan keamanan saat bekerja dengan sabun cair yang panas. Jaga agar area kerja tetap rapi dan bersih, serta menggunakan sarung tangan saat diperlukan untuk melindungi tangan.


Tags: kerajinan bahan yang membuat untuk adalah teknik digunakan meronce

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia