... Teknik Sulam Terkenal di Indonesia: Pada Abad Keberapa Mereka Muncul?

Teknik Sulam yang Terkenal di Indonesia - Karya Seni Jarum yang Memikat dari Abad Mana?

Sejarah Pantomim Muncul di Indonesia

Tokoh perintis pantomim di Indonesia bernama Moortri Poernomo, seorang tokoh teater terkenal asal Yogyakarta.

Moortri berkontribusi dalam mengajarkan konsep dasar dan gerakan-gerakan pantomim di Akademi Seni Drama dan Film Indonesia (ASDRAFI) Yogyakarta.

Tokoh lainnya yang juga dianggap sebagai perintis pantomim di Indonesia adalah Merit Hendra, Azwar AN, dan Wisnu Wardhana.

Pada tahun 1981, murid Moortri yang bernama Deddy Ratmoyo menggelar pertunjukan pantomim bernama Tukang Loak. Dilanjutkan oleh Jemek Supardi yang menggelar pentas pantomim berjudul Jemek Numpang Perahu Nuh pada 1982 di Senisono Art Gallery.

Perkembangan seni pantomim juga sampai ke Ibu Kota. Pada 1987 berdiri kelompok teater pantomim di Jakarta bernama Sena Didi Mime. Kelompok tersebut didirikan oleh Sena A. Utoyo dan Didi Petet ketika mereka masih menjadi mahasiswa di Institut Kesenian Jakarta.

Seiring berjalannya waktu, pementasan pantomim semakin populer di Indonesia. Tak hanya dipentaskan, pantomim juga diajarkan di sekolah-sekolah dalam materi seni pertunjukan.

Sejarah Sulaman Emas dan Putih

Opus Teutonicum atau whitework Jerman

Selama periode Prapaskah sebelum Paskah, kain dan hiasan altar yang biasanya dihias dengan mewah dikemas dan diganti dengan kain putih. Namun hanya karena itu kain putih bukan berarti tidak dihiasi: mulai dari abad ke-12, kain altar whitework bertahan menggunakan beragam jahitan termasuk tusuk tikam jejak, sulam rantai, tusuk silang lengan panjang, tusuk lubang kancing, tusuk bata, dan berbagai teknik kerawang. Selaras dengan tema Prapaskah, jahitan-jahitan tersebut menggambarkan kematian dan kebangkitan Kristus.

Opus Anglicanum

Abad Pertengahan membawa beberapa teknik kerajinan emas, termasuk or nué (teknik couching dengan shading yang sangat halus) digunakan dari abad ke-15 dan seterusnya. Namun yang palng umum adalah yang disebut dengan Opus Anglicanum. Istilah tersebut diciptakan pada abad ke-13 untuk teknik yang sudah ada jauh sebelumnya – teknik yang sama sudah kita lihat untuk sulaman Maaseik abad ke-8/9. Sulaman Inggris terkenal karena jubah gerejawi mereka dengan emas dan sutra, sehingga apa pun yang ada dalam teknik itu disebut “karya Inggris”.
Dalam konteks sekular, tas dan kantong kecil yang menunjukkan kekasih atau adegan dari novel-novel abad pertengahan juga bertahan di Opus Anglicanum.

Bagian berwarna dari sulaman tersebut dibuat dengan tusuk belah, dengan dilapisi emas.

Pelajari tentang sulaman dengan bergabung di kursus menjahit di dekat Anda. Bahkan di Sumatra Utara, Anda bisa menemukan kelas menjahit Medan atau Tangerang Selatan.


Tags: sulam teknik pada indonesia

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia