... Teknik Dasar Pembuatan Kerajinan Tapestri: Panduan DIY untuk Pemula

"Rahasia Sukses Membuat Kerajinan Tapestri - Teknik Dasarnya"

Alat dan Bahan Untuk Tapestri

Bahan yang digunakan untuk tapestri meliputi benang katun atau nilon tipis sebagai lungsi. Sedangkan jenis benang tebal untuk pakan. Bisa juga menggunakan serat lain seperti rotan, sabut kelapa, kertas, atau kain

Sumber: https://hamzah.id/

Untuk membuatnya, dibutuhkan beberapa peralatan, diantaranya yaitu:

1. Bahan yang lebih tebal

Untuk membuat karya tapestri kamu akan membutuhkan kain yang berkarakter tebal seperti kanvas atau linen. Pastikan sela anyamannya cukup besar untuk membuat gambar atau pola yang diinginkan. Lebih baik gunakan kain berwarna cerah atau netral agar mudah saat memilih benang.

2. Jarum tapestri

Jarum khusus tapestri umumnya lebih panjang dari jarum jahit biasa sehingga mampu menjangkau ke sisi terdalam benang.

3. Kayu spanram (bentangan)

Spanram umumnya dibuat dari kayu yang salah satu pasang sisinya diberi paku berukuran 1 cm untuk mengaitkan benang.

4. Stik es krim

Mungkin kamu bertanya-tanya apa fungsi stik es krim? Nah, sebenarnya stik es krim dipakai untuk menggulung benang pakaan yang hendak ditenun.

5. Batang kayu sumpit

Sesuai namanya, bentuk batang kayu ini memang sangat miirip sumpit. Dimana salah satu ujungnya agak tumpul sebagai pengikat benang pakaan untuk mempermudah saat memasukkan benang.

6. Gunting dan sisir

Fungsi gunting tak lain adalah untuk memotong sisa benang wol dan sisa bahan yang tidak terpakai. Sedangkan sisir bisa digunakan untuk merapikan dan merapatkan anyaman benang.

Apa Itu Tapestri?

Tapestri adalah sebuah teknik untuk menghasilkan sebuah karya tekstil dengan cara menenun benang. Kain yang dihasilkan akan dibuat secara silang antara benang lungsi dan benang pakan yang letaknya tegak lurus satu sama lain. Kata Tapestri sendiri diambil dari bahasa Perancis tapiesserie yang berarti penutup lantai sesuai dengan kegunaannya pada zaman dahulu.

Salah satu catatan tertua tentang tapestri adalah dalam bentuk fragmen kain dari Mesir Kuno, sekitar tahun 1500 SM. Teknik ini melibatkan tenun manual untuk menciptakan gambar dan pola pada kain.

Lalu, tapestri menjadi populer di Yunani dan Roma Kuno, di mana mereka digunakan tidak hanya sebagai hiasan dinding, tetapi juga sebagai selimut, tirai, dan bahkan pakaian.

Kemudian, pada abad pertengahan, terutama di Eropa Barat, tapestri berkembang menjadi bentuk seni yang rumit dan terperinci. Kota-kota seperti Arras di Prancis dan Bruges di Belgia menjadi pusat produksinya yang terkenal.

Puncak popularitas dan kecanggihan ‘ tapiesserie’ ada di zaman renaissance. Karya seni ini sering digunakan untuk menceritakan kisah-kisah dari Alkitab, mitologi, sejarah, atau adegan perburuan. Workshop terkenal di Belgia dan Prancis menghasilkan kain tenun yang sangat terperinci dan artistik.

Jenis dan Karakteristik Kerajinan Tekstil

Jenis rancangan suatu kerajinan tekstil dapat diwujudkan dalam berbagai kesatuan bahan dan teknik. Oleh karena iur, sebelum menentukan sebuah kerajinan kita harus mengetahui jenis dan karakteristik dari kerajinan tekstil.

Rancangan dalam pembuatan kerajinan tekstil juga perlu diperhatikan yaitu berupa cara menentukan:

  1. susunan dari garis,
  2. bentuk,
  3. warna, dan
  4. tekstur.

Dalam mendapatkan suatu produk kerajinan tekstil yang baik memerlukan sebuah perencanaan yang di dalamnya terdapat:

  1. kesatuan antara bahan yang digunakan dengan fungsi serta jenis benda yang dibuat,
  2. kerumitan dalam pengerjaannya yaitu perpaduan yang seimbang, berlawanan, atau saling bertentangan yang menghasilkan nilai estetis pada benda tersebut.

Selanjutnya terdapat dua macam teknik dalam pembuatan kerajinan tekstil, yaitu struktural dan dekoratif, yakni sebagai berikut.

  1. Structural Technique
    Structural adalah susunan dari garis, bentuk, warna, dan tekstur dari suatu kerajinan tekstil yang dibentuk dari bahan yang dijalin sesuai teknik pembuatannya. Misalnya tas yang dibuat dengan teknik rajut.
  2. Decorative Technique
    Decorative (garnitur) adalah sentuhan/perlakuan yang diberikan pada permukaan busana yang memberikan efek visual dan memperindah penampilan. Misalnya tas kain katun yang dijahit, lalu diberi hiasan dengan sulam pita.

Proses Produksi Kerajinan Tekstil

Setiap jenis kerajinan tekstil memiliki bahan, alat, dan cara membuat atau produksi yang berbeda. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa proses produksi kerajinan tekstil mulai dari kerajinan tekstil tapestri, batik, sulam, dan jahit aplikasi.

Kerajinan Tekstil Tapestri

Tapestri atau tenun banyak di temukan di Indonesia sebagai salah satu kearifan budaya kerajinan tekstil. Banyak kekayaan tenun menenun, dengan aneka ragam teknik dan prosesnya, serta ragam hias yang beraneka ragam di nusantara.

Kerajinan tenun dibuat dengan menggunakan alat tenun seperti gedogan ataupun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin), dalam pembuatan hiasan tenun serat ini pun mengikuti kebiasaan dalam pembuatan tenun pada umumnya.

Bahan Pembuatan Hiasan Tapestri

Bahan yang digunakan untuk membuat hiasan tapestri sebagai berikut.

  1. Benang tipis untuk lungsi
  2. Benang tebal untuk pakan
Alat Pembuat Hiasan Tapestri

Alat yang digunakan dalam pembuatan hiasan tapestri sebagai berikut.

  1. Kayu spanram yang diberi paku untuk benang lungsi
  2. Batang kayu
Proses Pembuatan Tapestri

Membuat tapestri sebetulnya membutuhkan suatu keahlian dan keterampilan khusus yang harus dilatih dan ditekuni. Namun, secara umum, proses pembuatan tapestri dapat disederhanakan menjadi sebagai berikut.

  1. Membuat lungsi pada pemidangan tenun.
  2. Memasukkan benang pakan pada lungsi.
  3. Mengganti warna pakan sesuai motif yang diinginkan.
  4. Mengoperasikan alat tenun dengan cara menyesuaikan dan mengganti warna benang, lalu menarik bagian alat yang akan merapatkan benang.

Fungsi dan Prinsip Kerajinan Tekstil

Kerajinan sejatinya adalah bagian dari seni, tepatnya seni terapan. Artinya, kerajinan adalah proses produksi yang melibatkan keterampilan manual dalam membuat benda-benda kebutuhan hidup yang dirancang untuk tujuan fungsional (kegunaan) serta memiliki nilai keindahan.

Fungsi Kerajinan Tekstil

Oleh karena itu, Produk kerajinan tentunya memiliki fungsi dan tujuan. Selain untuk menghias dan kegunaan praktis, produk kerajinan tekstil juga dibuat untuk berbagai fungsi lainnya. Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 38) fungsi dari produk kerajinan tekstil adalah sebagai berikut.

  1. Fungsi penghias, kerajinan yang dibuat semata-mata sebagai hiasan pada suatu benda atau sebagai pajangan suatu ruang dan tidak memiliki makna tertentu selain menghias. Contohnya hiasan dinding.
  2. Fungsi benda pakai, kerajinan yang dibuat berdasarkan tujuan untuk digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari. Contohnya busana, tas, dan asesoris.
  3. Fungsi kelengkapan ritual, kerajinan yang mengandung simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan spiritual. Contohnya ulos. Kain tenun tersebut yang dikenakan saat upacara pernikahan, pemakaman, dan pesta adat lainnya.
  4. Fungsi simbolik, kerajinan tekstil tradisional selain sebagai hiasan juga berfungsi melambangkan hal tertentu yang berhubungan dengan nilai spiritual. Contohnya tapestri, tenun, dan batik yang dibuat dengan motif simbolik.

Selain itu, kerajinan tekstil yang bertujuan sebagai fungsi hias dan fungsi pakai sama-sama memiliki nilai ekonomis. Kerajinan juga dapat menambah nilai jual suatu produk. Kemudian, kerajinan tekstil sebagai fungsi hias dibuat dengan tujuan sebagai berikut.

Prinsip Kerajinan Tekstil

Lantas bagaimana caranya agar kerajinan yang kita buat memiliki berbagai fungsi dan tujuan dari kerajinan tekstil. Apa saja yang menjadi tumpuan atau patokan agar kerajinan tekstil yang kita buat memiliki kualitas yang baik? Prinsip kerajinan tekstil adalah jawabannya.


Tags: kerajinan produk adalah teknik

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia